Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Rena mengantarkan rangga pulang kerumahnya bersama hari asisten rangga.


Sampai dirumah rangga, rena dan hari membawa rangga ke kamarnya untuk beristirahat. Sementara rangga beristirahat, rena pergi ke dapur untuk memasakan makanan untuk rangga, agar ketika rangga bangun dia bisa makan tanpa harus membeli diluar. Hari menunggu diruang tamu untuk berjaga - jaga, apabila rangga butuh sesuatu dia bisa langsung menemuinya.


Setelah selesai masak rena bersiap untuk pulang.


"Pak hari, saya sudah masak untuk makan pk rangga... nanti jika dia bangun tolong berikan makanan ini padanya agar dia makan, supaya keadaannya cepat membaik...." ujar rena sambil menaruh makanan di meja makan.


"Kenapa bukan kamu saja yang memberikannya??" tanya hari pada rena.


"Karena saya mau pulang pak, soalnya sudah sore takutnya nanti saya dicariin" ujar rena


"Kenapa kamu tidak menginap saja disini, sekalian menjaga pak rangga??" tanya hari lagi


"Maaf pak, saya tidak bisa"jawab rena


"Kenapa tidak bisa??" tanya hari lagi yang membuat rena sedikit kesal.


"Karena tidak baik seorang wanita satu rumah dengan laki - laki yang bukan muhrimnya" jawab rena yang membuat hari terkejut dengan jawaban yang rena berikan.


"Baiklah, saya tidak akan memaksa kamu... tapi maaf saya tidak bisa mengantarkan kamu pulang" ujar hari merasa tidak enak pada rena


"Tidak apa - apa pak, saya bisa naik taxi... kalau begitu saya permisi dulu" jawab rena berlalu pergi meninggalkan rumah rangga.


Dua jam kemudian rangga terbangun dan yang dia lihat hanya hari dikursi sofa kamarnya.


"Kenapa kamu disini, mama rena??" tanya rangga pada hari


"Rena sudah pulang 2 jm yang lalu pak, tapi dia menitipkan ini untuk bapak" ujar hari sambil menyodorkan makanan hasil masakan rena.


"Apa ini rena yang membuat??" tanya rangga pada hari sambil memegang semangkuk bubur buatan rena yang kemudian dia makan hingga habis tak bersisa.


"Iya pak, rena berpesan agar memberikannya ketika bapak bangun agar kondisi bapak cepat membaik" ujar hari


"Baiklah kamu boleh pulang, saya tidak perlu dijaga" ujar rangga menyuruh hari pulang.


"Tapi pak kalau ada sesuatu dengan bapak bagaimana??" tanya hari yang khawatir pada kondisi rangga.


"Kamu tidak perlu khawatir, saya bukan anak kecil lagi... kalau ada sesuatu saya akan hubungi kamu" Jawab rangga


"Baiklah kalau begitu saya permisi pulang" sahut hari kemudian pulang.


Keesokan harinya, hari sabtu dimana malam nanti adalah pesta ulang tahun mamanya rangga. Rangga bangun dari tidurnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 10:15 pagi. Dia ingat acara nanti malam dan bergegas pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi dia bersiap untuk pergi kesuatu tempat. Tiba - tiba terdengar panggilan dari ponselnya, yang berasal dari mamanya.


"Hallo ma, ada apa pagi - pagi telpon??" tanya rangga sambil berjalan keluar kamarnya.


"Mama cuma mau bilang, nanti malam jangan lupa bawa calon istri kamu keacara anniversary mama, jangan sampai telat ok!! ucap mama rangga mengingatkan anaknya.

__ADS_1


"Iya ma, tenang aja rangga pasti bawa calon istri rangga, kalo gitu udah dulu ya rangga buru - buru... by mama" ujar rangga sambil memutuskan telpon dari mamanya.


Rangga kemudian pergi bergegas menuju rumah rena. Sampai dirumah rena terlihat mama rena sedang membuang sampah didepan rumahnya.


"Assalamualaikum tante, apa rena nya ada??" tanya rangga pada mamanya rena.


"Oh nak rangga, rena ada didalam lagi nonton tv tuh sama bila... ayo masuk" ajak mama rena pada rangga untuk masuk.


"Rena.... ada nak rangga nih" teriak mama meberitahu rena kedatangan rangga yang disambut oleh bila.


"Halloo om ganteng... udah lama enggak main kesini... bila kangen tahuu... " ujar bila menyambut rangga sambil berlari menghampiri rangga.


"Iya sayang om juga kangen sama bila, maaf om baru kesini soalnya banyak kerjaan dikantor" jawab rangga sambil menggendong bila.


"Bila... sini turun, enggak sopan bersikap kaya gitu sama tamu" ujar rena menyuruh bila turun dari gendongan rangga


"Enggak apa - apa ko ren, namanya juga anak kecil" jawab rangga memaklumi sikap bila.


"Pak rangga ngapain kesini, apa ada masalah pekerjaan??" tanya rena


"Saya datang kesini ada urusan yang lebih penting dari pada pekerjaan" ujar rangga dengan ekspresi serius.


"Bila turun dulu sayang, mama sama om rangga ada urusan penting yang harus dibicarakan... bila sama nenek dulu ya" ujar rena pada bila sambil menurunkan bila dari gendongan rangga.


"Iya ma" sahut bila sambil turun dari gendongan rangga.


"Ada urusan penting apa pak, sampai bapak datang kerumah saya??" tanya rena penasaran.


"Memangnya kapan acara ulang tahun mamanya bapak??" tanya rena sambil duduk disofa.


"Nanti malam jam 8" ujar rangga


"Apa? nanti malam??" tanya rena yang kaget setengah mati.


"Iya.. saya kan udah bilang sama kamu 2 hari lagi, apa kamu tidak dengar yang saya bilang??" ujar rangga sambil mendekat menatap rena.


"Bukannya begitu, saya kira waktu itu bapak hanya mengigau karena bapak lagi sakit" ujar rena.


"Udah enggak usah banyak alasan, sekarang kamu pergi sama saya untuk mencari baju untuk kamu kenakan nanti... soalnya waktunya enggak cukup" ujar rangga menyuruh rena ikut dengannya.


" Baiklah kalau begitu saya ganti baju dulu"


Rangga menghampiri mama rena untuk meminta ijin membawa rena ke acara ulang tahun mamanya.


"Bu saya minta ijin mengajak rena ke acara ulang tahun mama saya, mungkin pulangnya agak malam" ujar rangga meminta ijin pada mama rena.


"Ya sudah boleh tapi hati - hati dijalan dan jangan terlalu malam pulangnya" jawab mama rena mengijinkan rangga membawa rena.

__ADS_1


Kemudian rena keluar dari kamarnya dan berpamitan pada mamanya dan merekapun bergegas pergi.


Rangga membawa rena ke sebuah butik yang ada salon kecantikannya langganan keluarganya.


"Mba, tolong bantu pilihkan nona ini baju yang cocok untuknya dan tolong rias dia secantik mungkin" ujar rangga meminta tolong pada SPG disana.


"Baik pak, mari nona ikut dengan saya" ujar SPG yang kemudian membawa rena ke ruang ganti untuk mencoba pakaian.


Satu jam kemudian rena keluar dari ruang ganti dengan memakai sebuah gaun panjang berwarna peach dengan make up minimalis yang membuat penampilannya sangat anggun dan cantik dan rangga pun terperangah melihat penampilan rena yang berbeda dari biasanya.


"Pak rangga, apakah pakaian ini cocok untuk saya??" tanya rena pada rangga yang sedang terlena melihat kecantikan rena.


"Pak... gimana cocok tidak??" tanya rena lagi mengagetkan rangga.


"Oh.. iya gaun itu cocok sekali sama kamu" jawab rangga sambil menatap rena tanpa berkedip.


"Tapi tunggu, masih ada yang kurang" ujar rangga sambil mencari sesuatu yaitu sepatu, rangga mengambil sepatu berwarna senada dengan gaun yang rena kenakan dan memakaikannya pada kaki rena.


"Ok, sekarang sudah sempurna... ayo kita berangkat" ujar rangga sambil mengandeng tangan rena.


Kemudian mereka pun pergi keacara ulang tahun mamanya rangga.


Sesampainya dipesta, rangga menggandeng rena yang sontak membuat semua mata yang ada diacara itu terperangah melihat rangga dan rena yang sangat serasi. Rena yang cantik dan anggun dengan gaun peach yang dia kenakan, sedangkan rangga menggunakan jas hitam dengan dasi kupu - kupunya membuat dia sangat tampan.


"Pak, kenapa semua orang melihat kearah kita terus, apa ada yang salah dengan penampilan saya??" tanya rena pada rangga yang risih karena semua orang menatapnya.


"Ya, karena kamu malam ini sangat cantik yang membuat semua orang iri melihatnya" ujar rangga sedikit menggoda rena membuat pipinya merah merona.


"Oya, nanti ketika didepan mama dan keluarga ku stop panggil aku bapak, itu akan membuat mereka curiga" ujar rangga


"Trus saya harus memanggil bapak apa??" tanya rena bingung sebutan apa yang cocok untuk rangga.


"terserah kamu, mau panggil saya mas, sayang, honey atau beb kaya anak - anak jaman now juga enggak apa - apa" ujar rangga menggoda rena sambil tersenyum.


"Ogah.... emang saya cewek alay apa, manggil kaya gitu" sahut rena kesal sambil melepaskan pegangannya pada rangga.


"Eiittss... jangan ngambek dong sayang tar cantiknya ilang loh... heheheee" ujar rangga menggoda rena terus sambil tertawa.


Rena mengejar rangga dan memukul lengannya.


Setelah itu rangga membawa rena menemui mama dan keluarganya. Mengenalkan rena sebagai calon istri rangga kepada mama dan keluarganya, yang disambut baik oleh mama rangga dengan pelukan hangat.


"Ma, kenalkan ini Renata Anggara calon istri rangga" ujar rangga mengenalkan rena pada mamanya dan keluarga yang lain.


"Waaahh.... calon mantu mama cantik banget, kamu beruntung banget deh rangga dapat calon istri secantik renata" ujar mama rangga menyanjung rena.


"Terimakasih tante, tante juga masih terlihat cantik walaupun sudah kepala 6 (60 tahun)" ujar rena.

__ADS_1


"Oya, selamat ulang tahun ya tante, semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rizkinya dan sukses selalu... ini ada kado dari rena mungkin tidak seberapa harganya semoga tante suka" ujar rena sambil memberikan kado pada mama rangga.


"Terima kasih ya sayang kadonya, kalo gitu mama tinggal dulu mau menyapa tamu yang lain" ujar mama rangga kemudian meninggalkan rena dan rangga.


__ADS_2