Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
PDKT


__ADS_3

Keesokan harinya alarm jam berbunyi, namun rena tidak mendengarnya.


"Rena... bangun sudah siang, kamu nanti telat kerjanya" suara mamanya rena dari luar kamarnya rena tidak terdengar oleh rena saking ngantuknya dia.


15 menit kemudian mamanya kembali ke kamarnya rena kali ini dia masuk ke dalam kamar rena.


"Ya ampun.... ini anak udah tua juga kelakuannya kaya masih sekolah aja tidak bisa berubah" mamanya menghampiri rena dan membangunkannya.


"Renaa... bangun kalo tidak bangun juga mama siram nih??" suara nyaring mamanya akhirnya bisa membangunkan rena.


"Mama.... berisik banget sih rena masih ngantuk tahu.... " sahut rena sambil mengucek kedua matanya.


"Ini udah jam 6:30, nanti kamu telat kekantornya Memangnya kamu tidak kerja apa?" omel mama rena sambil kedua tangannya memegang pinggang saking kesalnya pada anak tertuanya.


"Rena males kerja ma... capek, ngantuk pula" kemudian rena tidur lagi diranjangnya.


"Enggak ada alasan pokoknya kamu harus bangun, nak rangga udah dari tadi nungguin kamu tuh di ruang tamu" sahut mamanya sambil menarik tangan rena agar bangun dari tidurnya.


"Apa? pak rangga ada diruang tamu??" tanya rena yang kaget sontak dia langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya untuk segera pergi ke kamar mandi.


"Iya... makanya cepetan siap - siapnya, gimana kamu mau dapat jodoh kalau bangunnya kesiangan terus bisa - bisa dipatok ayam nanti jodoh kamu" mama rena terus saja mengomel padanya walaupun tidak diindahkan oleh rena.


Kemudian mama rena pergi ke ruang tamu menemui rangga.


"Maaf ya nak rangga harus menunggu lama, renanya baru bangun" ujar mamanya rena merasa malu dengan tingkah malas anaknya itu.


"Iya enggak apa - apa ko tante" sahut rangga sambil tersenyum.


"Oya, nak rangga udah sarapan belum? kalau belum kita sarapan bareng aja, ibu bikin sarapan lontong sayur banyak, nak rangga ikutan sarapan bareng ya??" ajak mamanya rena pada rangga.


"Oh... enggak usah tante, saya sarapannya dikantor aja" sahut rangga menolak ajakan mamanya rena.


"Sarapannya disini aja, ibu udah bikin banyak loh lontong sayurnya tar kalo enggak ada yang makan mubazir dong" ajak mama rena sambil memelas agar rangga mau sarapan bareng.


"Iya sudah saya sarapan disini ya tante maaf saya selalu ngerepotin tante" ujar rangga


"Enggak apa - apa ko, tante enggak merasa direpotkan, ya sudah kita ke meja makan, kita sarapan duluan sambil nunggu rena siap - siap ya" ajak mama rena pada rangga.


Tidak lama kemudian rena menghampiri mereka diruang makan.


" Ma... sarapan buat rena mana, ko ga dipotongin sih lontongnya?" rena duduk samping mamanya sambil cemberut.


"Kamu kan bukan tamu, potong sendiri lah lontongnya" sahut mamanya sambil memakan lontong sayurnya.


"Ih... mama mah sama pak rangga aja baik mau potongin lontongnya, giliran sama rena aja suruh motong sendiri kaya ibu tiri aja sadis deh" ujar rena sambil memotong lontong yang ada di tangannya sambil mencebikan bibirnya.


"Udah enggak usah protes cepetan makannya tar telat lagi kekantornya" ujar mamanya sambil melotot pada rena.

__ADS_1


"Iya mama... cerewet deh" sahut rena kemudian melahap lontong yang ada didepannya hingga habis tak bersisa.


"Ya udah tante kalau gitu saya sama rena berangkat kerja dulu ya, salam sama bila" rangga dan rena berpamitan untuk pergi berangkat kerja.


"Ya sudah hati - hati dijalan jangan ngebut - ngebut" ujar mamanya sambil melambaikan tangannya pada rena dan rangga.


Rena dan rangga berangkat kerja bersama - sama. Sesampainya dilobi kantor rena buru - buru keluar dari mobil rangga.


"Terimakasih pak atas tumpangannya" ujar rena berterima pada rangga kemudian bergegas masuk kekantor.


Setelah memarkirkan mobilnya, rangga kemudian menuju ke ruangannya. Didepan ruangan sudah ada rena yang lebih dulu dari rangga.


"Pagi pak rangga" sapa rena pada penjaga sambil tersenyum.


"Pagi" sahut rangga yang membalas senyuman rena.


"Tok.. tok.. tok" rena mengetuk pintu ruangan rangga.


"Masuk" jawab rangga


"Maaf pak, saya mau memberitahukan kalau jam 9 nanti ada rapat, untuk membahas tour gathering perusahaan kita yang ke 25 tahun" ujar rena.


"Baik, nanti kamu juga ikut dengan saya" sahut rangga


"Baik pak, kalau begitu saya kembali bekerja dulu" rena kemudian kembali ke tempat kerjanya.


"Pagi pak rangga, tadi saya dapat telpon dari nyonya besar kalau nanti malam pak rangga disuruh makan malam dirumah besar ada yang mau dibicarakan sekaligus pak rangga disuruh membawa calon istri bapak" ujar hari menyampaikan pesan dari mamanya rangga.


"Apa??? " ujar rangga yang kaget setelah mendengar pesan yang disampaikan hari untuknya.


"Kamu bilang saya disuruh makan malam sambil membawa calon istri saya" tanya rangga bingung dia kira mamanya sudah lupa dengan calon istri bohongannya.


"Iya pak, nyonya bilang bapak harus datang kalau tidak, beliau akan menjodohkan bapak dengan pilihannya" ujar hari


" Baik, kamu bilang sama mama nanti malam saya akan datang" ujar rangga kemudian menyuruh hari pergi.


"Baik pak, saya akan sampaikan" sahut hari kemudian pergi kembali kekediaman mamanya rangga.


"Aduh... kenapa aku bisa lupa ya, aku kan udah ngenalin rena ke mama sebagai calon istri aku, gimana kalau mama tahu kalau rena itu janda punya anak 1, apa mama mau nerima rena tidak ya??" rangga stres memikirkan apa yang harus dia lakukan jika mamanya tahu kalau calo. istri yang dia kenalkan adalah seorang janda beranak 1.


"Aaaaaahhh... " Suara rangga terdengar sampai keluar hingga rena datang menghampirinya.


"Maaf pak, apa bapak sakit, tadi saya dengar bapak teriak kenceng banget??" Tanya rena yang khawatir.


"Ah... eh tidak saya tidak apa - apa, tadi cuma kepentok meja saja" sahut rangga.


"Oh.. kalo begitu mari kita keruang miting pak, sebentar lagi mitingnya dimulai" ajak rena pada rangga.

__ADS_1


2 jam kemudian miting selesai.


" Rena, kamu ke ruangan saya dulu ada yang mau saya bicarakan" ujar rangga kemudian pergi keruangannya.


"Baik pak" sahut rena kemudian mengikuti rangga dari belakang.


Sesampainya diruangan rangga, rena dipersilahkan duduk.


"Kamu duduk dulu, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan" ujar rangga yang duduk disofa ruangannya.


"Terima kasih pak" Rena duduk disofa


"Rena, saua mau minta tolong kamu lagi, boleh tidak?? " tanya rangga dengan raut wajah yang serius.


"Iya boleh pak selama saya bisa, pasti saya bantu" jawab rena sambil tersenyum.


"Ini.... nanti malam saya disuruh makan malam dengan mama saya, tapi saya disuruh bawa calon istri saya, jadi saya bingung" ujqr rangga


"Bapak kenapa bingung, ya tinggal bawa aja calon istrinya bapak " ujar rena santai.


"Tapi saya takut dianya tidak mau" jawab rangga


"Masa calon istri bapak diajak makan malam sama calon mertuanya tidak mau sih" jawab rena


"Trus saya harus gimana?" tanya rangga


"Ya bapak tinggal bilang aja ke calon istri bapak pasti dia mau" jawab rena


"Kalau begitu, apa kamu mau pergi makan malam denvan saya" ujar rangga sambil memegang tangan rena.


"Loh ko saya sih pak??" tanya rena bingung


"Ya kan yang saya kenalkan pada orang tua saya adalah kamu" jawab rangga


"Apa? " rena sontak kaget hingga tak sadar dia bangun dari tempat duduknya


"Gimana, kamu mau tidak? " tanya rangga


"Saya" jawab rena masih syok dengan pernyataan rangga.


"Kalau kamu tidak mau, nanti mama saya mau menjodohkan saya dengan pilihannya" ujar rangga sambil memelas


"Baiklah, saya akan bantu bapak" jawab rena


"Kalau gitu nanti habis pulang kerja kamu ikut sama saya ok" ajak rangga pada rena.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" Rena pergi ketempat kerjanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2