Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Mati Lampu 2


__ADS_3

Sesampainya di kedai soto rangga dan rena memilih meja yang berada di sudut ruangan. Mereka sengaja memilih tempat yang berada disudut ruangan agar bisa menikmati makanan disana dengan nyaman dan mereka pun memesan makanan.


"Permisi, mas dan mba nya mau pesan apa?" tanya pelayan pada rena dan rangga.


"Oh... saya pesan soto daging dan soto ayam, minumnya air mineral sama jus jeruk" jawab rena pada pelayan.


"Oh.. baik mba, ada yang lain?" jawab pelayan.


"Ehmm... cukup mba itu saja" Jawab rangga


"Baik, kalau begitu" jawab pelayan yang kemudian pergi.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang.


"Maaf menunggu lama, ini pesanannya" ucap pelayan sambil menghidangkan makanan di meja.


"Terima kasih ya mba..." Jawab rena sambil tersenyum.


"Selamat menikmati" jawab pelayan sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan rena dan rangga.


"Waaahh... enak banget,,, udah lama enggak makan soto disini" ujar rena yang terlihat ngiler melihat soto yang ada di depannya.


"Ehmmmm.... liat soto kaya apa aja, emang seenak apa sih sotonya paling juga sama aja dengan soto yang lain" jawab rangga sambil mencebikan bibirnya pada rena.


"Soto disini tuh paling enak tahuuuu... coba aja kamu makan pasti ketagihan" jawab rena sambil mengaduk aduk soto yang ada di depannya.


"Ahh... paling sam...... ma " jawab rangga yang terbata bata kaget dengan reaksi rena yang tiba tiba menyuapinya.


"Gimana.... enak tidak...??" tanya rena pada rangga, sambil mengunyah makanannya.


"Oh... lu....lumayan" jawab rangga yang masih grogi dengan sikap rena tadi.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau gitu cepetan makannya keburu dingin nanti jadi enggak enak" sahut rena kemudian meneruskan makannya dan mereka pun makan sampai kenyang.


"Mba...." ujar rena sambil melambaikan tangannya pada pelayan.


"Iya, ada apa mba?" jawab pelayan pada rena.


"Semuanya berapa?" tanya rena


"Semuanya 70 ribu, mba" jawab pelayan.


"Oh Ini, kalau begitu terima kasih" sahut rena kemudian mengajak rangga pergi.


"Kita mau kemana lagi??" tanya rangga


"Ya pulang lah, mau ngapain lagi coba... ini udah sore, kalau pulang kemaleman enggak enak sama tetangga" jawab rena sambil berjalan keluar kedai yang diikuti rangga.


"ini baru juga jam 3 sore, belum malem" jawab rangga.


"Ah... dasar kebiasaan yang sangat buruk" jawab rangga yang mengomel pada rena.


"Kalau mas belum pengen pulang enggak apa apa, nanti aku pulang naik taxi aja" Sahut rena sambil membalikan badannya berhadapan dengan rangga.


"Ya sudah sudah, ayo kita pulang kalau kamu pengen pulang mah" jawab rangga mengalah pada rena dan kemudian mereka pun pulang.


Sesampainya dirumah rena, kemudian rena turun dari mobil rangga.


"Terima kasih ya mas atas tumpangannya" ucap rena pada rangga.


"Iya, sama sama.... kalau gitu saya pulang dulu, kalau nanti ada apa apa jangan lupa telpon saya" ujar rangga dan kemudian pergi dari rumah rena.


Rena pun masuk kerumah dan berbaring diatas tempat tidurnya karena lelah dan mengantuk hingga akhirnya dia tertidur lelap.

__ADS_1


Sedangkan rangga setibanya dirumahnya, dia langsung bergegas mandi dan mengganti pakaiannya dan kemudian kembali kerumah rena karena dia khawatir dengan rena bahwa akan ada pemadaman listrik lagi di daerah kediaman rena makanya dia bergegas kembali kerumah rena.


Sesampainya dirumah rena sudah jam 7 malam dan rangga pun tidak berani untuk mengganggu rena, dia lebih memilih menunggu didalam mobil agar ketika ada apa apa dengan rena, rangga bisa langsung datang.


Rena terbangun dari tidurnya dan tidak sadar kalau sudah malam. Rena pergi mandi dan setelah selesai mandi dia mengganti pakaiannya denga piyama, namun tiba tiba lampu mati dan rena pun sontak menjerit karena dia fobia gelap.


Rangga mendengar jeritan rena, kemudian mendobrak pintu rumah rena dan menghampiri rena yang ada di kamarnya dengan kondisi ketakutan sambil menangis sesegukan karena ketakutan.


Rangga datang menghampiri rena kemudian memeluknya agar rena tidak merasa takut lagi.


"Rena.... kamu enggak apa apa kan? jangan takut ada saya disini" ujar rangga sambil memeluk rena dan menenangkannya.


Rena tetap menangis dipelukan rangga, karena dia masih merasa takit. Kemudian rangga menyalakan lampu yang ada di handpone nya.


Setelah melihat cahaya lampu yang ada dihandpone, rena sedikit merasa tenang dan rangga pun membawa rena ke tempat tidurnya agar rena bisa beristirahat sedangkan rangga menemaninya disampingnya agar rena tidak merasa takut.


Rena pun tertidur dan rangga setia menemaninya.


Tidak terasa hari sudah pagi dan rangga masih menemani rena, hingga ketika rena bangun dia merasa kaget ada rangga disampingnya yang sedang tertidur dikursi sambil memegangi tangan rena.


"Aaaahhh... ke...kenapa mas rangga ada disini??" jawab rena yang kaget melihat rangga ada disampingnya duduk dikursi sambil memegang erat tangan rena.


"Aaahh... kenapa sih berisik banget" sahut rangga yang terbangun dari tidurnya.


"Kenapa mas rangga ada disini??" tanya rena


"Aishhhh.... oh itu semalam saya denger suara kamu teriak makanya saya spontan masuk kesini takut ada apa apa sama kamu makanya saya ada disini" jawab rangga sambil bangun dari tempat duduknya.


"Oh... kalau gitu makasih mas rangga sudah menemani saya" jawab rena


"Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang dulu" jawab rangga kemudian pergi meninggalkan rena.

__ADS_1


__ADS_2