
Rena duduk diruang tamu sendirian tidak ada yang menemaninya. Tidak lama kemudian dia masuk kekamarnya untuk mandi karena hari sudah petang. Setelah mandi dia pergi keruang keluarga untuk menonton televisi sendiri dan bingung harus melakukan apa. Perutnya terasa lapar, namun mau memasak tidak ada persediaan makanan dikulkas dan terpaksa dia harus membeli bahan makanan untuk dimasak.
Ketika hendak berangkat ke supermarket, tiba - tiba rena mendapat telpon dari rangga.
"Halo, apa kamu sedang sibuk?? " tanya rangga
"Ehm... tidak" jawab rena yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya yang hendak pergi ke supermarket.
"Kamu sekarang lagi dimana??" tanya rangga
"Saya dirumah mau pergi ke supermarket" jawab rena.
"Tunggu, saya sebentar lagi sampai" perintah rangga pada rena dan kemudian mematikan telponnya.
"Ish.... dasar tidak sopan main matiin telpon seenaknya aja" gumam rena dan terpaksa menunggu rangga didepan teras rumahnya.
Lima menit kemudian rangga tiba dirumah rena.
"Maaf sudah menunggu lama" Ujar rangga yang baru saja datang.
"Oh... enggak ko, mas ada apa kesini?? " tanya rena.
"Kamu mau kemana??" rangga malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan rena.
"Saya mau pergi ke supermarket, mau beli persediaan makanan" jawab rena sambil duduk dikursi teras rumahnya.
"Ya sudah kalau begitu, mari saya antar" jawab rangga dan kemudian mereka pun pergi berangkat ke supermarket.
Diperjalanan menuju supermarket rena mendapat pemberitahuan bahwa malam ini dan besok akan ada pemadaman listrik dikompleknya.
"Yaelah.... kenapa ngedadak banget sih ngasih tahunya" gumam rena sambil menatap ponsel ditangannya.
"Kamu kenapa, ko kayaknya risau banget??" tanya rangga.
"Oh... enggak apa - apa ko, cuma dapat pemberitahuan dari petugas komplek katanya akan ada pemadaman listrik malam ini dan besok" jawab rena yang sedikit risau.
"Oh... trus kenapa kamu kayanya risau banget sih??" tanya rangga
"Ya soalnya saya takut gelap, trus dirumah juga tidak ada siapa - siapa, kalau ada apa - apa gimana coba?? " ujar rena membayangkan hal yang belum tentu terjadi.
" Kamu itu terlalu paranoid, saya biasa tinggal sendiri dirumah enggak kenapa - napa ko" jawab rangga.
"Kamu kan cowok sedangkan saya cewek, ya wajarlah saya takut" jawab rena.
__ADS_1
"Ya sudah kalau kamu takut, biar saya temani gimana?? " jawab rangga
"Enggak boleh" jawab rena tegas.
"Kenapa, katanya takut?? " tanya rangga
"Ya kita kan bukan muhrim, enggak boleh berduaan didalam satu rumah, nantinya bisa jadi fitnah" ujar rena menegaskan.
"Trus emangnya kamu berani dirumah sendirian, apalagi kan akan ada pemadaman listrik kalau ada apa - apa siapa yang akan nolongin kamu coba??" ujar rangga senyum tipis menakuti rena.
" Saya berani ko, tenang aja" jawab rena jaim didepan rangga padahal didalam hatinya dia sangat takut.
Merekapun tiba di supermarket dan berkeliling untuk membeli persediaan makanan dirumah rena.
"Kamu mau beli apa??" tanya rangga
"Saya mau beli buah dan sayuran" jawab rena
" Bukannya kamu biasa belanja dipasar tradisional??" tanya rangga
"Emangnya enggak boleh kalau saya belanja disini, lagian pasar tradisional jam segini udah tutup kali" jawab rena sambil memilih sayuran yang ada didepannya.
"Oh iya ya saya lupa, hehee" jawab rangga tersenyum malu.
"Kamu mau masak dirumah?? " tanya rangga
"Yaiyalah, emangnya kenapa??" tanya rena.
"Bukannya dirumah kamu ada pemadaman listrik, gimana kamu masaknya??" tanya rangga.
"Oh iya ya saya lupa" jawab rena sambil tersenyum.
" Udah kamu masaknya dirumah saya saja, sekalian masakin buat saya, saya juga belum makan" ujar rangga
"Ya sudah" jawab rena
Rangga pun pulang kerumahnya bersama rena. Sesampainya dirumah rangga, rena bersiap untuk masak makan malam untuk mereka berdua dengan bahan seadanya. Satu jam kemudian masakan matang dan mereka pun makan malam. Setelah makan malam selesai rena membersihkan bekas makanan dimeja makan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam dan diluar sedang turun hujan dengan derasnya disertai angin dan petir yang menyambar.
Rena terkejut mendengar suara petir yang begitu menggelegar membuatnya tidak sengaja menjatuhkan piring yang sedang dia cuci.
"Awww...." terdengar suara teriakan rena dan rangga pun datang menghampirinya.
"Kamu kenapa??" tanya rangga yang khawatir pada rena dan kaget melihat tangan rena yang berdarah.
__ADS_1
"Enggak apa - apa ko, cuma luka kecil doang tadi kaget dengar petir jadinya jatuh piringnya" jawab rena.
"Udah kamu enggak usah bersihin, biar saya yang bersihin" jawab rangga.
"Maaf ya udah bikin berantakan" ujar rena merasa bersalah.
"Udah enggak apa - apa yang penting sekarang kita obatin luka kamu dulu takutnya nanti infeksi" ujar rangga kemudian membawa rena keruang tamu untuk mengobati tangannya rena.
"Kamu tunggu disini, saya ambilkan kotak obat dulu" ujar rangga dan rena pun mengangguk.
Tidak lama kemudian rangga datang membawa kotak obat dan mengobati tangan rena.
"Tahan sedikit ya mungkin agak sedikit perih tapi ini bagus buat luka kamu biar cepat sembuh" ujar rangga sambil meneteskan betadin ditangan rena dan menutupnya dengan perban.
"Terima kasih ya mas" ujar rena pada rangga.
" Iya sama - sama, kalau gitu kamu tunggu disini dulu ya, saya mau membersihkan pecahan piring dulu" ujar rangga yang mendapat anggukan dari rena.
"Rangga pun pergi kedapur untuk membersihkan pecahan piring dan meneruskan mencuci peralatan makan bekas mereka.
Setelah selesai rangga memhampiri rena yang sedang diruang tamu, namun rena sudah tidur disofa.
"Ya ampun kamu pasti kecapean ya, sampai tidur disini" gumam rangga sambil memandangi rena yang sedang tertidur pulas.
Kemudian rangga membawa rena kekamarnya dan membaringkan rena diranjangnya.
Rangga kemudian tidur disofa yang ada dikamarnya sedangkan rena tidur diranjangnya.
Tidak terasa hari sudah pagi, rena bangun dari tidurnya dan dia merasa kaget ketika menyadari dirinya semalam tidur diranjang bosnya.
"Ya ampun, kenapa gue bisa tidur disini" gumam rena sambil mengacak acak rambutnya.
Dia pun bangun dan beranjak turun dari ranjang bosnya. Namun dia menghampiri rangga dan membenarkan selimut rangga yang jatuh kelantai.
Rena keluar dari kamarnya rangga menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk rangga.
Setengah jam kemudian sarapan sudah terhidang diatas meja makan lengkap dengan dua gelas susu hangat dan buah - buahan.
Rangga terbangun dari tidurnya dan keluar kamarnya karena mencium masakan rena.
"Hemmmm.... siapa yang masak baunya enak banget kayanya" ujar rangga yang belum sadar akan keberadaan rena dirumahnya.
"Selamat pagi mas rangga, maaf semalam saya ketiduran jadinya enggak keburu pulang" ujar rena sambil menuangkan air kedalam gelas.
__ADS_1
"Oh... iya enggak apa - apa, saya juga terima kasih kamu sudah masakin saya sarapan" jawab rangga dan kemudian mereka pun sarapan