Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Ditinggal ke Jogja


__ADS_3

Tidak terasa perbincangan antara rena dan mamanya rangga membuat mereka lupa waktu, saking serunya mereka mengobrol dan waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Ranggapun menghampiri mereka.


"Ehm.... kayanya seru banget sih ngobrolnya sampe lupa waktu" tegur rangga pada mamanya dan rena yang sedang asik mengobrol.


"Ih kamu ini gangguin orang lagi asik aja deh" sahut mamanya rangga sambil melotot pada rangga.


"Tapi ma... ini udah jam 10 malam, rangga udah janji sama mamanya rena kalau pulangnya enggak akan larut malam" ujar rangga sambil duduk di sebelah mamanya.


"Iya tante, lain kali kita bisa ngobrol lagi" sahut rena sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu, lain kali ajak rena main lagi kesini ya" ujar mama rangga sambil cipika cipiki dengan rena.


"Iya ma... lain kali rangga sering - sering ajak rena kesini" jawab rangga sambil tersenyum jail pada rena yang mendapat balasan cubitan dari rena.


"Ya sudah om.. tante... rena pamit pulang dulu ya, terima kasih untuk makan malamnya" ujar rena sambil mencium tangan mama dan papanya rangga.


Rangga dan rena kemudian pulang dari rumah orang tuanya rangga dan didalam mobil terjadi perbincangan diantara mereka berdua.


"Oya pak, eh maksudnya mas" rena memulai obrolan.


"Ya, ada apa??" tanya rangga sedikit melirik rena yang ada di sampingnya.


"Saya besok ijin terlambat, boleh tidak??" tanya rena menatap rangga yang sedang fokus menyetir mobilnya.


"Memangnya kamu mau kemana ijin terlambat??" tanya rangga menoleh pada rena kemudian kembali fokus menyetir.


"Saya mau mengantarkan mama, bila dan yesi ke stasiun" jawab rena


"Memangnya mereka mau kemana??" tanya rangga lagi.


"Mau ke jogja, sepupunya almarhum papa mau nikah jadinya mama disuruh datang kesana" jawab rena


"kenapa kamu enggak ikut kesana??" tanya rangga


"Kata mama enggak usah ikut, soalnya cuma akad nikah doang, nanti kalau resepsi baru saya disuruh ikut" jawab rena


"Oh gitu, emangnya kamu mau anter mama kamu pake apa??" tanya rangga


"Pake taxi atau pesan grab" jawab rena singkat.


"Enggak usah pesan taxi atau grab biar saya yang anter ke stasiunnya" jawab rangga

__ADS_1


"Enggak usah mas, saya enggak mau ngerepotin" jawab rena sambil mengoyangkan kedua tangannya menolak tawaran rangga.


"Enggak apa - apa ko, saya enggak merasa direpotkan" jawab rangga


"Tapi kan besok mas ada miting" ujar rena.


"Gampang mitingnya bisa diubah jamnya" jawab rangga santai.


"Tapi mas" ujar rena


"Tidak ada tapi - tapian, besok jam 6 pagi saya jemput tidak ada penolakan pokoknya" tegas rangga pada rena.


" Ya sudah terserah mas aja" ujar rena pasrah.


Mereka pun tiba dirumah rena tepat jam 11 malam.


"Terima kasih mas udah nganterin saya pulang" ujar rena berterima kasih pada rangga.


"Iya sama - sama, maaf saya tidak bisa mampir sudah larut malam enggak enak kalau dilihat orang, salam saja sama tante" ujar rangga


"Iya enggak apa - apa, mas hati - hati dijalan" ujar rena sambil melambaikan tangannya pada rangga dan kemudian rena masuk kerumahnya.


Keesokan harinya, pagi - pagi rena sudah bangun mempersiapkan keperluan mamanya, bila dan yesi yang akan berangkat ke jogja.


"Iya mama, bila enggak akan nakal disana" sahut bila yang sedang dipakaikan sepatu oleh rena.


"Anak pinter, itu baru anaknya mama" ujar rena sambil mencubit kedua pipinya bila.


"Rena, kamu sudah pesan taxi belum nanti kita telat??" tanya mama rena.


"Enggak ma, soalnya semalam mas rangga bilang dia yang mau nganter" ujar rena sambil merapikan pakaian bila.


Tiba - tiba terdengar klakson mobil rangga di depan rumah rena.


"Nah itu pasti suara mobilnya" ujar rena.


"Ya sudah ayo kita berangkat, takut macet" ujar mama rena pada rena, yesi dan bila.


Rangga baru keluar dari mobilnya dan melihat rena, mamanya, bila dan yesi keluar dari rumahnya kemudian menghampiri mereka.


"Tante maaf semalam saya nganterin renanya agak larut" ujar rangga merasa bersalah.

__ADS_1


"Iya enggak apa - apa, yang penting rena selamat dan enggak kurang apapun" jawab mamanya rena.


"Makasih tante, ya sudah ayo kita berangkat takutnya telat" rangga membukakan pintu mobil untuk mamanya rena dan mengambil kopernya untuk ditaruh dibagasi.


Mereka pun berangkat kestasiun. Sesampainya disana rena mengingatkan kembali bila agar tidak nakal selama di jogja.


"Sayang inget ya pesen mama tadi, enggak boleh nakal ya disana" ujar rena mengingatkan bila.


"Ma... hati - hati ya disana, nanti kalo udah sampai kabarin rena ya" ujar rena merasa sedih ditinggal mamanya dan bila.


"Mama jangan nangis, bila enggak akan nakal ko disana mama tenang aja ya" ujar bila memeluk rena, kemudian mereka pun masuk kedalam kereta dan kereta pun berangkat dari stasiun menuju jogja.


Tidak terasa rena menitikan air matanya, merasa sedih karena dia tidak pernah berpisah jauh dari bila sampai mengejar kereta yang melaju dengan cepat namun rangga mengejarnya menghentikan rena.


"Rena, sudah jangan dikejar keretanya sudah pergi jauh" rangga memegang tangan rena dan menariknya kepelukannya.


"Tapi mas, saya enggak bisa jauh dari bila" rena menangis dipelukan rangga.


"Sudah jangan nangis, bila kan cuma beberapa hari saja disana kalau kamu kangen kan bisa video call, jangan sedih lagi ok, jelek tahu kalau kamu nangis" ujar rangga menenangkan rena dengan sedikit meledeknya.


"Ah, mas tuh yang jelek" rena melepaskan pelukan rangga dan kemudian pergi meninggalkan stasiun.


Kemudian mereka berangkat kekantor. Sesampainya dikantor rena bekerja seperti biasanya, tiba - tiba dara datang menghampiri rena.


"Hei.... gue perhatiin dari jauh mata lo sembab, habis nangis ya??" tanya dara sambil mengangkat dagu rena.


"Enggak ko, gue enggak apa - apa??" jawab rena.


"Elo jangan bohong sama gue, siapa yang bikin lo nangis hah....??? " suara dara membuat orang yang ada disitu melihat padanya.


"Eh maaf" dara menutup kedua tangannya meminta maaf dengan kegaduhan yang dia buat.


"Gue enggak apa - apa, cuma ditinggal ke jogja sama bila dan mama gue, jadinya gue sedih" ujar rena menahan rasa sedihnya.


" Ya elah, gue kira lo ada yang ngusilin, tahunya cuma ditinggal ke jogja doang entar juga mereka pulang" ujar dara duduk didepan rena.


"Tapi gue enggak biasa sendiri, apalagi dirumah, lo kan tahu sendiri gue penakut nanti gimana gue" ujar rena.


"Ya ampun lo itu udah tua masih aja penakut, setan juga kagak mau sama lo, lebih sereman lo daripada setan tahu" ledek dara pada rena yang membuat rena bangun dari tempat duduknya dan memukul dara.


"Nah gitu dong jangan nangis terus, gue lebih suka liat lo marah - marah daripada nangis tahu" ujar dara kemudian pergi ketempat kerjanya.

__ADS_1


Waktupun berlalu begitu cepat dan waktu menunjukan untuk pulang. Rena pun pulang seperti biasanya namun ada yang kurang ketika dia sampai dirumah. Suasana rumah sangat sepi tidak seperti biasanya riang dengan suara cerianya bila anaknya.


__ADS_2