Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Makan Malam


__ADS_3

Waktu menunjukkan jam 5 sore dan sudah waktunya pulang. Rangga menghampiri rena untuk mengajaknya pulang bareng.


"Rena ini sudah waktunya pulang, ayo kita pulang" ajak rangga pada rena.


"Iya pak, saya beres - beres dulu" jawab rena sambil merapikan berkas dimejanya.


"Ya sudah, saya tunggu dilobby ya" sahut rangga kemudian pergi duluan.


5 Menit kemudian rena keluar dari lobby kantor dan rangga sudah menunggu dimobil sambil bersandar disamping mobil dan rena menghampirinya.


"Ayo masuk saya antar kamu pulang, sekalian saya minta ijin sama mama kamu" ujar rangga sambil membukakan pintu mobil agar rena masuk kemobil.


"Terima kasih" ujar rena.


Disekeliling mereka terdapat banyak mata yang memperhatikan mereka sambil bergosip namun rangga tidak memperdulikannya. Rangga pun tancap gas menuju rumah rena.


Sesampainya dirumah rena, sudah ada yang menunggu kedatangan mereka yaitu bila anak kesayangan rena.


"Sayang mama pulang" seru rena setelah membuka pintu rumahnya dan terlihat bila sedang menunggunya diruang tamu sambil bermain boneka dengan yesi.


"Yeaaahhh... mama pulang" sahut bila yang senang mamanya sudah pulang dan memeluk rena.


"Hallo.. bila sayang udah baikan belum??" tanya rangga sambil mengelus kepala bila.


"Udah dong om, bila enggak mau lama - lama sakit enggak enak minum obat terus pahit" jawab bila yang sedang dipangkuan rena.


"Bagus dong kalo gitu, nanti minggu depan bisa jalan - jalan kepuncak" sahut rangga


"Ah yang benar om, bila mau jalan - jalan ke puncak" sontak bila beranjak memeluk rangga karena senang akan diajak ke puncak.


"Iya tapi bila harus sembuh dulu ya, enggak boleh makan makanan sembarangan lagi ya" ujar rangga sambil memeluk bila dipangkuannya.


"Iya om, bila janji enggak jajan sembarangan lagi" ujar bila sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.


"Yes, mama mana?? " tanya rena pada adiknya.


"Tadi sih lagi mandi kak, coba liat aja dikamarnya" sahut yesi sambil menunjuk kearah kamar mamanya.


"Oh ya, pak rangga tunggu disini dulu ya saya panggilkan mama dulu" ujar rena kemudian pergi untuk menemui mamanya dikamarnya.


"Iya " jawab rangga sambil bersenda gurau dengan bila.


Rena pergi kekamar mamanya.


"Mama... ada pak rangga mau ngomong ada perlu katanya" ujar rena sambil mengetuk pintu kamar mamanya.

__ADS_1


"Iya nanti mama kesitu" ujar mamanya dari dalam kamarnya.


Rena pun pergi kekamarnya setelah mendapatkan jawaban dari mamanya. Kemudian rena mandi dan bersiap - siap untuk pergi ke acara makan malam dirumah orang tuanya rangga.


Selama rena bersiap - siap rangga mengobrol dengan mamanya rena dan meminta ijin untuk mengajak rena pergi makan malam.


"Eh nak rangga udah lama?? " ujar mamanya rena.


"Enggak ko tante" jawab rangga yang sedang bermain dengan bila.


"Yesi, ada tamu bukannya dibawain minum" ujar mamanya rena menyuruh yesi anak bungsunya untuk membawakan minum untuk rangga.


"Oh iya, yesi lupa maaf ya kak rangga" ujar yesi kemudian pergi ke dapur untuk mengambilkan minum untuk rangga.


"Tante saya mau minta ijin, mau mengajak rena makan malam, boleh tidak?? " Ujar rangga mengutarakan maksud kedatangannya.


"Oh... ya boleh tapi pulangnya jangan sampai larut malam ya" jawab mama rena memberi ijin pada rangga.


"Terima kasih ya tante, saya janji pulangnya enggak akan sampai larut ko" jawab rangga meyakinkan mamanya rena.


"Ini minumnya kak, silahkan" ujar yesi membawakan segelas air untuk rangga.


"Iya terima kasih" ujar rangga kemudian meminum air yang dibawakan yesi.


"Pak rangga saya udah siap ayo kita berangkat" ujar rena yang memakai dress warna peach dengan rambut digerai menggunakan jepit bunga berwarna peach dengan tas kecil dan sepatu hak 5 cm senada dengan dressnya terlihat anggun dan cantik.


"Sayang mama pergi dulu ya, jangan nakal dan bobonya jangan malam - malam ya" ujar rena pada bila sambil mencium pipinya.


" Iya mama hati - hati" ujar bila sambil melambaikan tangannya.


"Ma... rena berangkat dulu ya" ujar rena berpamitan pada mamanya.


"Tante kami pergi dulu ya" ujar rangga.


"Dadah bila sayang" ujar rangga dan rena.


Mereka pun berangkat untuk pergi makan malam namun mampir dulu dirumah rangga untuk ganti baju.


"Rena, kita mampir dulu dirumah saya ya, saya mau mandi dan ganti baju dulu tidak lama ko ya" ujar rangga.


"Iya pak enggak apa - apa" jawab rena.


Sesampainya dirumah rangga, rena menunggu diruang tamu sedangkan rangga pergi mandi dan setelah itu berganti pakaian.


30 menit kemudian rangga turun dari kamarnya dan menghampiri rena.

__ADS_1


"Maaf ya kamu udah nunggu lama" ujar rangga.


"Oh... enggak apa - apa ko pak" jawab rena.


"Kenapa sih kamu seneng banget panggil saya bapak ini kan udah diluar kantor, apa saya terlihat tua dimata kamu??" ujar rangga sambil menatap rena.


"Maaf pak, saya sudah terbiasa jadinya susah" jawab rena


"Pokoknya mulai sekarang kalau diluar kantor jangan panggil saya bapak lagi, apalagi ketika didepan orang tua saya, kamu ngerti" ujar rangga sambil mendekatkan tubuhnya kearah rena yang membuat rena gugup.


"Ta.. tapi pak, saya harus panggil apa??" tanya rena bingung panggilan apa yang cocok dengan rangga.


"Terserah kamu mau panggil saya apa, mau mas, sayang atau apalah yang penting jangan panggil saya bapak lagi, ngerti" jawab rangga.


"Baik pak, eh mas maksudnya" sahut rena sambil memejamkan matanya karena wajah rangga semakin dekat dengan wajah rena.


"Ya sudah ayo kita berangkat keburu telat" ujar rangga kemudian menarik tangannya rena untuk berangkat makan malam dirumah orang tuanya.


Didalam mobil rena masih gugup, jantung rena berdebar dengan kencang gara - gara keisengan rangga tadi. Tidak terasa sudah sampai dirumah orang tuanya rangga.


Mereka pun turun dari mobil, namun rena masih didalam mobil enggan untuk keluar. kemudian rangga membukakan pintu mobil rena dan menyuruhnya keluar.


"Ayo, apa kamu mau duduk disitu saja sampai malam??" goda rangga sambil mengulurkan tangannya kepada rena agar mau keluar dari mobilnya.


"Tapi pak, eh mas saya takut" jawab rena dengan ekspresi yang gugup.


"Tenang ada aku, kamu enggak usah gugup" Ujar rangga yang memegang tangan rena agar tidak gugup.


"Ya... mas" ujar rena sedikit tenang setelah rangga menenangkannya.


Mereka pun masuk kedalam rumah dan disana sudah ada papa mamanya rangga, adik dan iparnya rangga dan satu lagi caty mantan pacar rangga.


"Malam semua, maaf rangga telat" seru rangga pada semua orang yang ada diruang makan itu dan rangga pun bersalaman satu persatu pada mereka tidak lupa rena mengikutinya dari belakang.


"Untung kamu datang kita baru aja mau mulai makan, kita kira kamu enggak akan datang" ujar mamanya rangga dan kemudian mempersilahkan rangga dan rena makan.


"Tenang ma... rangga enggak pernah ingkar janji sama omongan rangga" jawab rangga sambil memegang tangan rena supaya rena tidak gugup.


" Bagus deh, itu yang dipegang dari laki - laki adalah ucapannya" ujar mamanya.


"Ya sudah kan udah kumpul, ayo kita mulai makan" Ujar papanya rangga.


"Ya pa.. " sahut rangga dan mereka pun makan.


Setelah makan mereka pun berbincang - bincang diteras dekat kolam renang.

__ADS_1


__ADS_2