Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Luka lama terbuka kembali


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan cepatnya, di kantor seperti biasa rena berkutat dengan pekerjaannya. Tiba - tiba dara menghampiri rena.


"Woyy... serius banget lo kerjanya,,, tar malem jangan lupa dateng ke acara ultahnya Farah di hotel X jam 8 malam jangan sampai telat ok??" ujar dara mengingatkan rena yang sama sekali tidak ingat bahwa dia mendapat undangan dari farah.


"Oya,, jangan lupa pake gaun yang cantik ya siapa tahu dapet jodoh lo disana, soalnya banyak para pengusaha yang datang... Secara farah kan tunangannya salah satu pengusaha terkaya di kota ini" ujar dara memberitahukan rena kalo pesta ulang tahun farah beda dari yang lain.


"Emangnya harus gitu pake gaun?? gue enggak biasa pake baju kaya gitu" ujar rena yang tidak terbiasa kepesta orang - orang tajir.


"Ya harus lah, emang lo mau diketawain dengan datang memakai pakaian yang biasa lo pakai ini" ujar dara sambil menunjuk kearah rena.


"Emang pakaian gue ini kenapa, kurang bagus??" tanya rena sambil menaikan alisnya.


"Pakaian lo bagus, cuma enggak cocok kalo buat dipake ke pesta.. apalagi pesta mewahnya farah" ujar dara menjelaskan.


"Ya udah,, gue enggak usah datang aja kalo gitu... daripada gue ribet harus dandan segala trus pake gaun lagi paling enggak suka gue" ujar rena yang malas untuk datang.


"Eiitts,, lo harus datang kalo lo enggak datang... emang lo enggak malu apa kalo ketemu farah dikantor" ujar dara membujuk rena supaya tetap datang.


"Ok.. ok,, gue dateng tapi jangan ketawain gue ya nantinya kalo dandanan gue aneh,,, secara gue enggak bisa dandan" ujar rena terpaksa.


"Ok, gue tunggu disana tar malem.. jangan sampai telat" ujar dara sambil melambaikan tangannya sembari pergi karena sudah waktunya pulang kerja.


Rena pun pulang kerja seperti biasa. Sesampainya dirumah rena mandi, kemudian bersiap - siap untuk pergi ke acara ultahnya farah.


"Rena mau kemana, tumben dandanan kamu malam ini berbeda dari biasanya" tanya mama rena yang pangling melihat anaknya.


"Rena mau ke acara ultah temen kantor ma,, oya dandanan rena enggak norak kan ma??? tanya rena karena tidak pedenya dengan dandanannya.


"Enggak ko sayang, kamu malah cantik banget memakai gaun ini" sahut mamanya memuji.


"Cantik menurut mama karena aku anak mama, kalo menurut orang lain belum tentu kan ma???" ujar rena sangat tidak pede dengan apa yang dia kenakan.


"Udah cepat berangkat sana nanti terlambat lagi ke acaranya" ujar mamanya menyuruh rena cepat berangkat.


"Ya udah rena berangkat dulu ya ma dan mungkin pulangnya agak maleman" ujar rena berpamitan sambil menyalami mamanya.


Kemudian rena berangkat dengan menaiki taxi. Sesampainya disana suasana sudah semakin ramai dan rena pun mencari sahabatnya dara.


"Dimana tuh anak ko kagak keliatan batang hidungnya" gumam rena sambil celingak celinguk mencari keberadaan dara.


"Heyy disini,,," suara seseorang terdengar dari kejauhan dan itu adalah suara dara sahabatnya sambil menggandeng suaminya kalah truk gandeng mah.


Kemudian rena menghampiri dara dan suaminya yang sedang mengobrol dengan yang punya hajat alias farah.


"Hey selamat ya, semoga panjang umur, sehat selalu dan cepet naik pelaminan" ujar rena sambil tersenyum memberikan selamat pada farah.

__ADS_1


"Makasih ya ren, atas doanya" jawab farah sambil cipika cipiki dengan rena.


"Oya aku sapa tamu yang lain dulu ya, kalian silahkan menikmati hidangan yang udah disediakan" ujar farah meninggalkan dara dan rena.


Tiba - tiba terlihat dari kejauhan sesosok yang rena kenal, sontak membuat hati rena merasa perih seakan luka lamanya terbuka kembali.


Ya dia adalah mantan suami rena Aldy Kurniawan dengan wanita selingkuhannya yang membuat rumah tangga rena hancur berkeping - keping.


"Dar, geu ke toilet dulu ya" ujar rena menghindar agar tidak bertemu dengan aldy dan istri barunya (selingkuhan waktu masih bersama rena).


"Ok, jangan lama - lama ya bentar lagi acaranya mau dimulai" sahut dara mengingatkan rena.


Tiba - tiba di depan toilet rena tidak sengaja bertabrakan dengan rangga, sontak rangga memarahi rena namun rena tidak memperdulikannya malah langsung nyelonong masuk ke toilet.


"Eh tuh cewek ceroboh tumben diem aja, biasanya juga kalo tabrakan sama gue marah - marah tapi sekarang tumben dia diem aja, ada angin apa ya??" ucap rangga penasaran dengan tingkah aneh rena yang tidak seperti biasanya.


Tidak lama kemudian rena pun keluar dari toilet.


"Wah acaranya udah di mulai" ujar rena buru - buru kembali pada dara.


"Woy lama banget sih lo di toilet kebelet ya,, hehee" sindir dara sambil tersenyum pada rena dia tidak tahu kalau rena sedang sedih.


Ditempat lain, " Selamat ultah ya farah, sorry gue baru datang" ujar rangga memberikan selamat pada farah.


"Makasih ya udah datang" sahut farah.


"Ah lo dasar ya bisanya cuma ngeledek, lo sendiri belum merit... nanya kapan kita merit lagi, harusnya lo tuh yang gue tanya kapan merit apa nunggu gajah bertelor baru mau merit,, hahaa" ledek denis pada sepupunya rangga.


"nanti juga gue merit tenang aja, lo aja duluan yang merit tar gue nyusul hihii" ujar rangga.


Kemudian MC memberi kesempatan pada tamu undangan siapa yang mau menyumbang lagu sebagai hadiah ultah untuk farah.


Tiba - tiba dara mendorong rena untuk maju, sontak rena terkejut dan reflek maju karena terdorong oleh dara. Karena terlanjur maju dan semua orang sontak melihat reaksi rena kemudian semua orang bersorak memberi dukungan pada rena untuk bernyanyi menghibur mereka dan rena pun terpaksa maju naik ke atas panggung.


Rena membawakan lagu dari grup band Souqy "Cinta Dalam Doa"


Reff


*Jika menyakiti aku


Bisa membuatmu bahagia


maka lakukanlah itu


tanpamu ku yakin bisa...

__ADS_1


ikhlas ku mencintaimu


iklhas ku kehilangan mu


semoga kau bahagia


dengan pilihanmu itu...


kau bersama dia..


aku bersama doa....


Tak terasa air mata rena menetes dengan derasnya kemudian dia turun dari panggung dan pergi ketempat sepi untuk menenangkan dirinya, tiba - tiba pelakor itu datang menghampiri rena*.


"Wah kita ketemu lagi ya" ujar tania istri barunya aldy.


"pantas saja aldy ninggalin lo dan lebih memilih gue, ternyata wajah dan tubuh lo tidak semenarik gue" ucap tania lagi membuat rena semakin sedih dan pergi meninggalkan tania.


Rena duduk disebuah kursi taman sendirian meninggalkan keramaian pesta sambil menangis.


"Apakah itu alasan aldy meninggalkan ku dan lebih memilih wanita itu daripada aku" gumam rena sambil menangis tersedu - sedu.


Rena menelpon ferdy meminta dia untuk menjemputnya.


"Hallo fer, bisa tidak kamu jemput aku ke hotel X, aku butuh teman curhat" ujar rena menelpon ferdy.


"Maaf ren, aku enggak bisa jemput kamu sekarang.. soalnya aku lagi di luar kota lagi ada perjalanan bisnis" Jawab ferdy diseberang sana.


"Oh ok, tidak apa - apa,,, maaf ya aku udah ganggu kamu.. tut,, tuutt" suara bunyi telpon mati.


Tiba - tiba rangga datang menghampiri rena sambil memberikan sebuah sapu tangan untuk mengelap air matanya.


"Kamu tidak apa - apa kan? butuh teman untuk mengobrol??" tanya rangga kasihan melihat keadaan rena.


"Aku tidak apa - apa, terima kasih sapu tangannya" ucap rena sambil memberikan sapu tangan yang tadi rangga berikan padanya.


"Tunggu" ucap rangga sambil menarik tangan rena, dan kemudian memeluknya dengan erat yang membuat rena terdiam dalam hangatnya pelukan rangga.


"Aku akan antar kamu pulang" bisik rangga pada rena yang sedang berada dipelukan rangga dan kemudian rangga menarik rena ke mobilnya kemudian mengantarkannya pulang.


Sepanjang perjalanan pulang rena terdiam seribu bahasa dengan tatapan kosong, yang membuat rangga semakin kasihan padanya.


Tiba - tiba rangga berhenti ngemudikan mobilnya untuk menanyakan alamat rumah rena, namun rena tetap diam tanpa berkata apapun.


Karena rangga binggung tidak tau dimana alamat rumah rena, dia pun terpaksa mengambil tas rena dan melihat identitas yang ada di dalamnya sebuah alamat rumah rena. Kemudian menjalankan kembali mobilnya, tidak lama kemudian sampai dirumah rena.

__ADS_1


"Rena kita sudah sampai dirumah kamu" ujar rangga memberitahukan rena, namun rena tetap diam dan sesaat kemudian dia turun dari mobil rangga tanpa berkata satu kata pun


Rangga terus memperhatikan rena hingga dia masuk ke rumahnya, kemudian rangga pun pulang.


__ADS_2