Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Rawat Inap


__ADS_3

Bu Rahma datang setelah mendaftarkan bila ke bagian pendaftaran pasien.


"Rena... ko bila belum sadar juga, dia enggak kenapa - kenapa kan??" tanya Rahma menghampiri rena dan rangga.


"Ma... bila tadi udah sadar ko dia enggak kenapa - kenapa, sekarang dia tidur lagi mungki efek dari obatnya bekerja" jelas rena pada rahma.


"Ahh.. untung lah dia tidak kenapa - kenapa, mama bisa lega" rahma merasa lega kondisi bila akhirnya sudah membaik.


"Kalo gitu mama pulang dulu ya, mau ngmbil pakaian ganti buat bila sama kamu, sama bawa makanan juga buat kamu makan" ujar rahma kemudian pergi.


"Ya ma.... mama hati - hati ya" jawab rena


"Lama banget sih.... kapan bila dipindahin ke ruang rawat lama banget" gumam rena merasa tidak nyaman berada diruang UGD karena banyaknya pasien dengan berbagai penyakit yang diderita.


Melihat rena yang tidak sabaran rangga keluar dari ruang UGD.


"Rena... saya pergi ke toilet sebentar ya" ujar rangga kemudian pergi.


"Iya pak rangga " jawab rena


Rangga pergi ke bagian pendaftaran untuk meminta agar bila dipindahkan ke ruang rawat kelas 1 dan setelah itu dia kembali ke rena.


Tiba - tiba datang perawat untuk memindahkan bila keruang rawat. Bila pum dipindahkan ke ruang rawat paviliun anggrek nomor 3 lantai 4.


"Wah.... ruangannya bagus banget besar pasti mahal banget ini, gimana gue bayarnya" gumam rena memikirkan biaya untuk membayarnya.


"Terima kasih suster" ujar rangga pada suster yang memindahkan bila.


"Pak, apa bapak tidak pulang ini sudah sore?" tanya rena pada rangga


"Saya kan udah janji sama bila, kalo saya bakalan jadi papanya sementara sampai papanya datang, jadi saya enggak akan pulang sebelum papanya bila datang" ujar rangga duduk disofa yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


"Tapi kan bapak capek habis kerja bapak butuh istirahat, enggak apa - apa bapak pulang aja biar saya yang nungguin bila disini" ujar rena menyuruh rangga pulang tapi rangga bersi keras tidak mau pulang.


"Saya tidak akan pulang sebelum papanya bila datang" ujar rangga sambil melotot pada rena


"Ya sudah terserah bapak saja, tapi kalo bapak sampai sakit saya tidak mau tanggung jawab" ujar rena kesal


Terdengar dering ponsel rena dan rena pun mengangkatnya.


"Hallo ma ada apa??" tanya rena pada mamanya ditelpon.


"Mama lagi dijalan mau kerumah sakit, tolong kirimin nomor berapa ruangannya bila, Soalny hpnya mau mati ini" suruh Rahma pada rena.


"Ya sudah nanti rena sms, mama hati - hati dijalan" jawab rena kemudian mengakhiri telponnya.


Rena kaget melihat rangga yang tertidur dikursi disamping bila sambil memeluk bila.


"Andai saja kamu papanya bila, pasti bila sangat bahagia mempunyai papa seperti kamu" gumam rena dalam hati sambil tersenyum tak terasa air matanya jatuh.


"Ya rena juga enggak tahu ma... kenapa bisa dapat ruangan disini, rena bingung bayarnya pasti mahal banget" ujar rena sambil menarik nafas.


"Iya juga sih, padahal mama daftarinnya dikelas 3 loh tapi kenapa dapatnya kelas 1 ya" ujar rahma yang binggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah lah ma, tidak usah khawatir yang penting bila sembuh uang bisa dicari tapi kesehatan bila lebih penting" ujar rena


"Ya sudah kamu makan dulu, nih mama bawain kamu makanan sama nak rangga pasti kalian belum makan kan??" ujar rahma sambil menghidangkan makanan dimeja.


"Ya udah aku bangunin mas rangga dulu" sahut rena membangunkan rangga yang sedang tidur di samping bila.


"Mas... mas rangga bangun, ayo kita makan dulu nanti magh nya kambuh lagi" rena membangunkan rangga sambil menggoyangkan tubuh rangga agar bangun.


"Emm... maaf saya ketiduran" ujar rangga terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Udah nak rangga makan dulu sama rena, biar bila ibu yang jagain" ujar Rahma duduk dikursi bekas rangga.


Rangga dan rena pun makan berdua. Sambil mengobrol disela makannya.


"Pak rangga beneran enggak mau pulang??" tanya rena serius sambil menatap rangga.


"Iya, emangnya kenapa, tidak boleh??" jawab rangga sambil mengunyah makanannya.


"Tapi bapak kan belum mandi dan besok kerja, gimana kalo nanti kerjaannya terganggu gara - gara kurang tidur??" tanya rena membujuk rengga supaya pulang.


"Tenang aja saya sudah biasa, kalo masalah mandi nanti saya mandi ditoilet sini aja, nanti hari biar saya suruh bawakan pakaian ganti buat saya" jawab rangga yang kemudian menelpon hari untuk membawakannya pakaian ganti untuknya.


"Ya sudah terserah bapak saja" ujar rena sudah tidak ada alasan lagi untuk membuat rangga pulang.


"Ihhh.... ni orang susah banget disuruh pulangnya kaya tukang tagih hutang kagak mau pulang kalo belum dapat tagihan" gumam rena dalam hatinya.


"Tok.. tok.. tokk.. permisi pak rangga ini pakaian ganti bapak, kalau tidak ada lagi yang perlu saya urus saya permisi dulu" ujar hari kemudian pergi.


Setelah mandi rena dan rangga duduk di sofa sambil menonton tv. Mereka tidak pernah akur bahkan dalam masalah tv mereka tetap berbeda selera. Rena suka film drama sedangkan rangga suka pertandingan sepak bola yang membuat mereka berebut remot kontrol untuk memindahkan siaran tv yang mereka suka.


"Sini... aku pengen liat drakor, kamu pulang aja sana liat pertandingan bolanya" ujar rena kesal.


"Kamu itu kayak anak abg udah tua juga nontonnya film alay kaya giti" ujar rangga meledek rena.


"Kalian itu kalo deket aja ribut mulu, giliran jauh aja kangen " ledek mamanya rena.


"ogah... siapa juga yang kangen sama kaya dia " sahut rena tidak terima.


"Ma... mama pulang aja nanti kalo ada apa - apa rena kabarin ya".


Mama rena pulang karena dirumah hanya ada yesi adiknya rena.

__ADS_1


__ADS_2