Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Pasar Tradisional


__ADS_3

Sesampainya dirumah, rena menggendong bila masuk kedalam rumah kemudian dia mendudukan bila dia atas sofa diruang keluarga.


"Sayang tunggu disini dulu ya, mama mau taro obat kamu dulu dikamar" ujar rena sambil mengelus kepala bila dan kemudian pergi menuju kamarnya.


Bila duduk sendiri di sofa ruang keluarga sambil menonton tv sedangkan neneknya sedang membereskan pakaian kotor bekas bila ketika berada di rumah sakit.


Kemudian bila melihat ponsel rena yang ada diatas meja, bila diam - diam menghubungi rangga yang sedang berada dikantornya.


Suara dering ponsel terdengar oleh rangga yang berada diatas meja kerjanya. Tertera panggilan dari rena, rangga merasa senang mendapat telepon dari rena dia pun langsung menjawab telponnya.


"Halo... tumben kamu telpon saya ada apa??" tanya rangga dengan pedenya yang dia pikir itu adalah rena.


"Halo... om papa ini bila..." jawab bila sambil tertawa lucu.


"Ehhh... Bila ada apa? tumben telpon om??" jawab rangga mengalihkan pembicaraannya.


"Enggak apa - apa, bila cuma pengen kasih tau om kalau bila udah pulang kerumah" ujar bila sambil bersandar di sofa.


"Ko cepet banget sih pulangnya, emang bila udah sembuh??" tanya rangga


"Udah dong, makanya bila udah boleh pulang sama om dokter" jawab bila


"Uhhh... anak pinter" ujar rangga memuji bila.


"Ya dong, kalo enggak pinter bukan bila namanya" ujar bila


"Trus siapa??" tanya rangga


"Bilo'on namanya, hahahaaa" bila tertawa


"Waahh... bisa aja kamu" sahut rangga ikutan tertawa.


"Ya udah, nanti om pulang kerja kerumah bila ya.... boleh tidak??" tanya rangga


"Boleh banget dong om, bila tunggu ya" ujar bila sambil tersenyum.


"Ya udah, om tutup dulu ya telponnya soalnya om lagi banyak kerjaan" ujar rangga

__ADS_1


"Iya om, dadah om papa... " jawab bila kemudian menutup telponnya.


Tiba - tiba rena datang menghampiri bila dan duduk disampingnya.


"Sayang, kamu habis telponan sama siapa, kayanya seneng banget??" tanya rena penasaran sambil menatap bila yang sedang tersenyum senyum sendiri.


"Ih mama kepo deh, mau tau banget apa mau tau aja...??" tanya bila sambil bercanda.


"Ih anak mama udah mulai rahasia - rahasiaan ya sama mama" ujar rena sambil menggelitik badan bila.


"Ih... jawab dulu dong pertanyaan bila, mau tau banget apa tau aja??" tanya bila sambil tertawa kegelian karena digelitiki mamanya.


"Emmmm... apa ya... " jawab rena sambil telunjuknya memegang bibirnya.


"Ya udah, kalo enggak mau jawab bila enggak bakal kasih tau" sahut bila sambil melengos.


"Iya.. iya... mama mau tau banget - banget deh pokoknya" rena menggelitiki bila lagi sampai bila mengaduh minta ampun karena kegelian.


"Iya udah bila kasih tau tapi jangan digelitikin lagi, geli tau mama..." ujar bila sambil ngos - ngosan mengatur napasnya karena kecapean menahan geli.


"Tadi bila abis telpon om ganteng, trus kata om ganteng dia pulang kerja mau kesini buat jenguk bila" ujar bila tersenyum kesenangan.


"Kalo kamu mau main sama om rangga, nanti om rangga kesini tapi jangan telpon om rangga lagi ya kalo lagi kerja enggak baik, gimana kalo dia lagi rapat tar dia yang malu" rena terus menasihati bila supaya tidak mengganggu rangga lagi.


"Iya mama.... bila janji enggak gitu lagi" jawab bila sambil menunduk dan cemberut.


"Ya sudah kamu istirahat dulu ya, nanti kalau om rangga dateng mama bangunin ok" ujar rena sambil mengacungkan jempolnya.


"Ok... " jawab bila singkat


"Ya sudah sini mama gendong ke kamar" rena menyodorkan tangannya pada bila kemudian menggendongnya kekamar untuk beristirahat.


Bila pun beristirahat dikamar sedangkan rena berpamitan pada mamanya untuk pergi membeli sayuran di pasar.


"Ma... rena pergi kepasar dulu ya mau beli sayuran sama ikan dikulkas persediaan sudah habis" ujar rena sambil membawa tas belanjaan kepasar.


"Ya sudah hati - hati " jawab mamanya

__ADS_1


Rena pergi kepasar tradisional yang tidak jauh dari rumahnya dengan membawa sepeda motor kesayangannya.


Sampai di pasar dia membeli sayur mayur, bumbu - bumbu, buah - buahan, ikan dan daging dan tidak lupa membeli rujakan karena dia suka sekali dengan rujak.


Setelah belanja dia hendak pulang, namun dia bertemu dengan teman sewaktu dia masih kuliah dan mereka pun berbincang sebentar.


"Hay ren, apa kabar, ko badan kamu dari dulu sampai sekarang enggak berubah - berubah" sapa temannya rena yang dari dulu suka menggejek rena ketika masih kuliah.


"Hay loli, aku baik" jawab rena pada lolita teman kuliahnya sekaligus saingannya ketika di kampus dia selalu iri pada rena karena banyak cowok yang suka pada rena.


"Hey, aku dengar kamu udahan ya sama aldy??" tanya loli yang kepo pada rena.


"Hemmm.... iya" jawab rena singkat sambil tersenyum paksa.


"Aku ikut prihatin ya sama kamu, emang si aldy tuh cowok enggak bener dari dulu banyak banget ceweknya" ujar lolita sambil manyun.


"Kamu mau kemana loli, tumben ada disini bukannya kamu enggak biasa kepasar kaya gini, biasanya kan kamu belanjanya di supermarket ko sekarang malah disini??" tanya rena mengalihkan pembicaraan


"Oh... aku tadi abis dari rumah temen aku dekat sini makanya aku lewat sini" jawab lolita alesan padahal dia mau kepasar untuk membeli sayuran.


"Oh... kirain kamu mau belanja disini, tapi kamu kan anti sama pasar kaya gini mana mungkin kamu belanja disini" ujar rena menyindir lolita.


"Ya sudah aku duluan ya, dadah... " lolita pergi karena tidak mau kalau sampai rena tahu dirinya belanja dipasar tradisional bisa - bisa turun harga dirinya.


Rena pun pulang kerumahnya, membawa sekeranjang sayur mayur dan lain lain.


Rena menaruh sayuran didalam kulkas dan mengambil beberapa macam sayuran untuk dimasak untuk makan malam nanti.


Setelah masakan matang rena pun menghidangkan di atas meja makan dan kemudian dia pergi untuk membersihkan diri karena sudah seharian dia beraktivitas membuat badannya terasa lengket.


Setelah mandi rena duduk di sofa ruang tv sambil menonton tv film drama korea kesukaannya dan tiba - tiba terdengar bel berbunyi.


"Ih siapa sih yang bertamu jam segini, udah tahu mau magrib masih saja bertamu kaya enggak ada waktu lain aja" gumam rena kemudian bangun dari tempat duduknya


rena pun pergi menuju pintu depan untuk membukakan pintu.


Tidak di sangka ternyata yang bertamu kerumahnya adalah rangga, dia lupa kalau bila memberi tahunya Bahwa rangga akan datang menjenguk bila dirumah.

__ADS_1


"Eh... pak rangga silahkan masuk" rena pun mempersilahkan rangga untuk masuk.


"Terima kasih" sahut rangga yang kemudian masuk kedalam rumah rena.


__ADS_2