
Keesokan harinya dipagi hari yang cerah, tidak secerah hati rena yang masih sedih atas kejadian dipesta semalam.
Rena berangkat seperti biasa, namun setiba di kantor dia terlihat pendiam tidak seperti biasanya. Dia lebih banyak diam daripada berinteraksi dengan rekan kerjanya. Tiba - tiba suara telpon berdering.
"Kring,, kringgg.. " suara telpon berdering.
"Hallo, dengan renata disini ada yang bisa dibantu" ucap rena sambil memegang telpon ditelinganya.
"Halo rena ini saya joko, karena saya mendapat tugas perjalanan bisnis keluar kota,,, tugas kamu yang biasanya menjadi asisten saya sekarang beralih menjadi asisten pak rangga.. Beliau membutuhkan asisten tambahan untuk membantu pekerjaanya.. hanya itu saja yang ingin saya sampaikan bekerjalah dengan baik jangan membuat saya malu" ujar pak joko.
"Baik pak, saya tidak akan mengecewakan anda" ujar rena sambil menutup telpon dari pak joko.
"Mungkin dengan kesibukan gue menjadi asisten pak rangga, gue bisa kembali melupakan rasa sakit yang gue rasakan ini" gumam rena berharap bisa melupakan kejadian semalam.
Tiba - tiba hari asisten rangga datang.
"Permisi, mba rena anda dipanggil pak rangga ke ruangannya sekarang" ujar hari memberitahu rena.
"Iya baik pak hari" sahut rena sambil berjalan menuju ruangan rangga.
"Tok.. tok.. tookkk.." Suara ketukan pintu.
"Masuk" Jawab rangga dari dalam ruangannya.
"Permisi apa bapak memanggil saya" tanya rena pada rangga.
" Iya.." jawab rangga singkat.
"Mulai hari ini kamu jadi asisten saya, ini tolong atur jadwal kegiatan saya.. apa saja yang harus saya lakukan hari ini dan seterusnya" ujar rangga sambil memberikan buku agenda kerjanya.
"Baik pak saya akan atur jadwalnya,,, apa masih ada yang lain??" tanya rena.
"Ada... mulai sekarang meja kerja kamu pindah ke depan ruangan saya, agar saya gampang memanggil kamu jika saya membutuhkan" ujar rangga beralasan, padahal agar dia bisa selalu dekat dengan rena.
"Tiba - tiba dering telpon berbunyi, kemudian rena pun mengangkat telpon itu yang berasal dari rangga.
"Halo rena tolong keruangan saya sekarang" perintah rangga pada rena.
"Baik pak" jawab rena
__ADS_1
"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu" ujar rena
"Apa jadwal saya hari ini" tanya rangga pada rena.
"Hari ini bapak ada janji temu dengan pak wijaya direktur duta kencana di cafe mawar jam 11 siang dan jam 2 bapak ada miting di PT Nusa Sentosa" ujar rena menjelaskan agenda kerja rangga sambil memegang buku agendanya.
"Baik, kalau begitu kamu ikut saya dan siapkan berkas yang berhubungan dengan miting ini" perintah rangga pada rena kemudian rena pun kembali ke meja kerjanya.
Jam menunjukan pukul 10:05 rangga keluar dari ruangannya dan menghampiri rena.
" Ayo kita berangkat, takut nanti jalanannya macet dan sekalian bawa berkas untuk miting ke PT Nusa Sentosa karena setelah bertemu pak wijaya kita tidak akan kembali ke kantor" perintah rangga sambil melirik rena di depannya.
Rena pun bergegas berangkat dengan rangga menuju cafe mawar untuk bertemu pak wijaya.
Sesampainya disana pak wijaya sudah menunggu kedatangan rangga, merekapun membicarakan kontrak kerja kedua perusahaan sampai akhirnya disepakati kedua perusahaan itu akhirnya bekerja sama.
Setelah tanda tangan kontrak kerja sama, pak wijaya pamit pergi dan hanya tinggal rangga dan rena disana.
"Sekarang waktunya makan siang, sebelum kita pergi ke PT Nusa Sentosa kita makan siang dulu ya, saya lapar" ujar rangga sambil melihat rena yang sama sedang kelaparan.
"Baik pak" ujar rena singkat.
Mereka pun memesan makanan.
"Boleh, bapak mau tanya apa" Jawab rena singkat jelas padat.
"Kenapa kamu hari ini diam saja, biasanya kamu selalu terlihat ceria dan kalau bertemu saya kamu selalu berdebat dengan saya, kenapa hari ini kamu diam saja apa kamu tidak suka menjadi asisten saya???" tanya rangga nyerocos tiada henti seperti kereta api yang belum sampai ke stasiun.
"Tidak apa - apa pak, saya senang ko jadi asisten bapak" jawab rena lirih tanpa melihat wajah rangga.
"Apa gara - gara kejadian semalam, kamu jadi kaya gini??" tanya rangga khawatir pada rena dan tidak sengaja tangan rangga memegang tangan rena.
" Tidak apa pak, saya baik - baik saja" ucap rena sambil menarik tangannya dari genggaman rangga.
Kemudian pesanan makanan mereka datang dan mereka pun makan. Setelah makan mereka berangkat ke PT Nusa Sentosa untuk miting masalah pemegang saham.
Sesampainya disana terlihat wanita yang tidak asing bagi rena, dia adalah tania istri barunya aldy mantan suaminya ayah dari bila anaknya.
"Kenapa gue harus ketemu dia lagi sih, emang enggak ada wanita lain apa selain dia" gumam rena yang kesal melihat tania sambil mengepalkan tangannya serasa ingin menonjok wajah yang songong itu.
__ADS_1
Selesai miting mereka berpapasan dan tania mulai mengejek rena lagi.
"Kasihan banget bos mu itu, punya asisten seperti kamu dari penampilan saja tidak menarik apalagi cara kerjanya pasti tidak bisa apa - apa... jangan - jangan dia hanya kasihan sama kamu karena kamu seorang single parent sekaligus tulang punggung keluarga makanya dia jadiin kamu asistennya,, hahah" ledek tania sambil tertawa sinis.
Tiba - tiba telpon rangga berdering, " Halo... kak rangga tolong beliin kue brownis kesukaan rania itu dong yang dari bogor, rani takut anak rani nanti ngiler lagi kalo enggak dibeliin" ucap rania adik rangga yang sedang ngidam anak keduanya.
"Ya adik ku bawel nanti kakak beliin, mau berpa banyak hah??" tanya rangga kesel.
"Satu doang kak jangan banyak - banyak, makasih ya dadah" jawab rani dari seberang sana.
"Pak kita mau kemana ko arahnya kesini sih" tanya rena bingung.
Saya mau beli brownis kesukaan adik saya dia lagi ngidam kalo enggak dibeliin takut ngiler tar ponakan saya" jawab rangga yang tidak mau keponakannya nanti ngiler gara - gara tidak dibelikan brownis yang diminta.
"Oh" jawab rena singkat
"Kamu tenang saja saya tidak akan menculik kamu, nanti saya antarkan kamu pulang sampai rumah" ujar rangga sambil tersenyum manis.
Sampai ditoko kue rangga turun dan menyebrang jalan rena pun keluar untuk menghirup udara segar. Tiba - tiba rangga keluar dari toko kue sambil membawa banyak bungkusan kue dia tidak sadar ada mobil yang melaju cepat menuju ke arahnya sontak rena berlari menyelamatkan rangga dan yang sialnya malah rena yang terluka karena terserempet mobil itu. Rena dan rangga jatuh tapi yang lukanya sedikit parah adalah rena kepalanya terbentur trotoar jalan yang mengakibatkan dia pingsan dan kakinya pun terkilir.
Rangga sangat khawatir melihat rena kepalanya berdarah dan kakinya pun terkilir.
Kemudian rangga membawa rena ke klinik terdekat untungnya rena tida apa - apa sehingga bisa langsung dibawa pulang namun kepalanya masih sakit karena terbentur.
Rena tidak bisa jalan karena kakinya terkilir yang kemudian rangga yang menggendong rena ke mobil dan kemudian pulang.
Sesampainya dirumah rena, mamanya rena kaget melihat rena kepala dan kakinya diperban dan digendong rangga menuju ruang tamu rumah rena.
"Rena kamu kenapa ko bisa jadi kaya gini??" tanya mamah khawatir.
Kemudian rangga menceritakan semua kejadiannya dan mama rena pun mengerti.
Tiba - tiba bila datang " mama ko kepala sama kakinya dibungkus sih, lagi main pendekar - pendekaraan ya??" tanya bila polos.
"Eh ada om ganteng juga, mama main pendekar - pendekaran sama om ya ko bila enggak diajak sih" ujar bila sambil cemberut karena tidak diajak main.
"Bila sayang, om sama mama enggak main pendekar - pendekaran tapi mama lagi sakit karena habis nyelamatin om dari bahaya" ujar rangga menjelaskan pada gadis kecil yang polos itu.
"Oh gitu, kapan - kapan kita main ya om" ujar bila mengajak rangga bermain.
__ADS_1
"Ok sayang tapi ada syaratnya bila jangan ganggu mama ya biar mama cepat sembuh supaya kita bisa main ok" ujar rangga
"Ok kalo gitu om pulang dulu ya dan kamu rena istirahat yang cukup, besok kamu istirahat dulu jangan dulu masuk biar kamu sehat dulu" ujar rangga kemudian berpamitan pulang.