Janda Cantik Kesayangan Presdir

Janda Cantik Kesayangan Presdir
Masakan Spesial


__ADS_3

Setelah Dipersilahkan masuk, rangga pun masuk kedalam rumah rena.


"Silahkan duduk, saya panggilkan bila dulu ya pak" ujar rena kemudian pergi kekamarnya untuk membangunkan bila.


"Sayang... bangun ada om rangga tuh" rena membangunkan bila yang sedang tidur.


"Hemmm... Ya mama" bila bangun sambil mengucek kedua matanya dan turun dari ranjang untuk menemui rangga.


"Hallo om??" sapa bila pada rangga kemudian mencium tangan rangga dan duduk di samping rangga.


"Halo sayang, gimana udah baikan belum??" tanya rangga sambil mengelus kepala bila.


"Udah om, cuma masih lemes dan ngantuk" jawab bila kemudian tidur lagi disofa.


"Sayang, mama masak dulu ya, kamu main aja sama om rangga dan jangan nakal" kemudian rena pergi ke dapur untuk memasak dan membongkar belanjaannya bersiap untuk masak.


Tiba - tiba mama rena datang dari belakang rumah setelah mengangkat jemuran pakaian.


"Rena, ibu tadi dengar ada suara mobil yang datang siapa??" tanya mama rena sambil menaruh keranjang berisi pakaian yang habis dijemur .


"Oh... itu ada pak rangga mau jenguk bila" jawab rena sambil memotong sayuran yang akan di masak.


"Kenapa kamu malah disini bukannya temenin nak rangga malah masak" mama rena mencuci tangan sambil melirik rena.


"Dia kan kesini mau jenguk bila ma.... bukan mau ketemu sama rena" jawab rena yang sibuk mencuci sayurannya.


"Ya sudah biar ibu saja yang temenin, enggak enak nak rangga udah jauh - jauh kesini malah dicuekin" mama rena pergi meninggalkan rena dan menghampiri rangga.


"Bodo amat, emang rena pikirin" sahut rena masih tetap sibuk dengan masakannya.


Satu jam kemudian rena selesai memasak dan makanan sudah terhidang diatas meja makan.


"Ma..... rena udah selesai masak mau mandi dulu, bila ayo mandi dulu udah sore" rena mengajak bila untuk mandi dan meninggalkan rangga dan mamanya.


"Nak rangga, jangan pulang dulu kita nanti makan malam bareng, sekarang nak rangga mandi dulu aja di kamar tamu ada pakaian ganti nak rangga bisa pakai" ujar mama rena sambil menepuk pundak rangga.


"Iya terima kasih, maaf saya merepotkan" jawab rangga sambil menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Enggak apa - apa" jawab mamanya rena kemudian pergi ke kamarnya.


Suara adzan berkumandang mereka pun menunaikan solat berjamaah yang di imami oleh rangga karena hanya dia satu - satunya pria yang ada dirumah rena.


Setelah selesai solat mereka pergi ke meja makan untuk makan malam.


"Nak rangga, ayo kita makan malam bareng rena udah masak banyak loh" ajak mamanya rena kepada rangga.


"Iya om, masakan mama enak banget tahu... jarang - jarang mama masak ini langka banget rugi kalo enggak makan masakan mama" bila membujuk rengga supaya mau makan bareng.


"Ya udah, om mau makan" sahut rangga sambil mengangkat bila dan menggendongnya.


"Ma... ko yesi dari siang belum pulang aja sih, kemana dia???" tanya rena pada mamanya sambil celingak celinguk mencari keberadaan adiknya.


"Oh iya mama lupa ngasih tahu kamu, kalo yesi lagi nginep dirumah temennya katanya ada acara reuni sekolah SMP nya" jawab mamanya sambil menyedok nasi yang ada diatas meja makan.


"Oohhh... " jawab rena singkat


"Nak rangga ko diem aja, enggak suka ya masakan kaya gini??" tanya mama rena yang melihat rangga bengong karena sudah lama tidak makan - makanan itu.


"Enggak ko tante , saya cuma sudah lama tidak makan masakan kaya gini" jawab rangga merasa rindu dengan masakan kesukaannya ketika dia masih sekolah dulu.


"Soalnya saya tinggal sendiri dirumah dan tidak ada pembantu jadi kalau lapar tinggal beli makanan siap saji karena tidak ada yang memasak" jawab rangga sambil memakan makan yang ada dipiringnya.


"Emang om ganteng suka sama semur jengkol, sambel pete, sayur pare sama lalab daun singkong??" tanya bila merasa heran.


"Iya, waktu om masih sekolah dulu mama om sering masak semur jengkol, sambel pete, sayur pare dan lalab daun singkong cuma sekarang nggak lagi soalnya mama om darah tinggi enggak boleh makan makanan ini" jawab rangga sambil mengunyah makanannya.


"Oh gitu, ya udah kalo gitu kalo om pengen makanan ini lagi om tinggal kesini aja mama pasti masakin buat om" ujar bila sambil tersenyum.


"Uhuk.. uhukk.. " sontak rena tersedak karena mendengar perkataan bila.


"Enak aja, emangnya mama ini pembantu om rangga??" ucap rena kesal sambil meminum segelas air.


"Ya kan kasihan ma... om rangga suka masakan kaya gini tapi enggak ada yang masakin" bila merasa kasihan padanya rangga.


" Ya kan diluar banyak restoran yang jual makanan kaya gini ya tinggal beli aja apa susahnya coba" ujar rena sambil meneruskan makannya.

__ADS_1


"Udah enggak usah ribut, lagi makan ko ribut sih" mama rena melerai perseteruan antara anak dan mamanya.


"Abis mama sih tuh nek pelit banget, enggak mau masakin om rangga" jawab bila sambil manyun pada rena.


"Ya sudah, kalo mama kamu tidak mau masakin biar nenek yang masakin, nanti setiap hari minggu nak rangga kesini ya, nanti tante masakin buat kamu" jawab mamanya rena sambil tersenyum pada rangga dan bila.


"Makasih ya tante maaf ngerepotin" jawab rangga sambil tersenyum.


"Enggak apa - apa nak rangga" sahut mamanya rena.


Setelah selesai makan mereka kembali keruang keluarga. Bila dan neneknya menonton tv acara kartun kesukaan bila dan rena pergi keluar duduk diteras rumah sambil menikmati hembusan angin malam.


Rangga menghampiri rena dan duduk disamping rena.


"Makasih ya makanannya" ujar rangga sambil tersenyum pada rena.


"Iya, sama - sama" jawab rena


"Saya enggak nyangka kamu pinter masak juga" ujar rangga memulai obrolan.


"Emangnya kamu pikir kalo saya pinter masak harus bilang - bilang sama kamu???" tanya rena bangun dari tempat duduknya dan menjauh dari rangga.


"Ya menurut saya biasanya cewek cantik itu tidak punya waktu untuk masak, mereka lebih sibuk merawat kecantikannya dari pada perutnya" ujar rangga sambil memperhatikan rena.


"Tidak semua cewek kaya gitu, saya malah enggak suka merawat kecantikan lebih baik saya merawat perut saya, soalnya saya paling tidak tahan kalau sedang lapar" ujar rena sambil memandang halaman rumahnya.


" Tapi kenapa kamu tidak gemuk - gemuk padahalkan orang yang suka makan itu biasanya kebanyakan gemuk??" tanya rangga sambil tersenyum meledek rena.


"Karena saya kalo habis makan suka mules, makanya enggak gemuk - gemuk.. puas kamu???" jawab rena kesal sambil mencebikan bibirnya.


"Hahahaaa... pantesan kamu enggak gemuk - gemuk" sahut rangga sambil tertawa puas.


"Ihh.... kamu tuh ya malah ngeledek lagi" rena memukul rangga dan kemudian duduk disampingnya.


"Tapi... kamu tuh tetap cantik dan seksi" ujar rangga sambil menatap rena.


Rena merasa malu dipuji rangga sampai pipi mungilnya terlihat merah seperti tomat matang.

__ADS_1


"Dasar tukang gombal" sahut rena sambil mencebikan bibirnya.


Tidak lama kemudian rangga berpamitan untuk pulang karena sudah malam.


__ADS_2