
Setelah mengantarkan rena, rangga pun capcus pulang ke rumahnya.
Rangga tinggal sendiri dirumahnya, ada pembantu hanya untuk bersih - bersih rumah dari pagi sampai sore setelah selesai pembantu pun pulang karena rangga lebih suka sendiri.
Sampai dirumah rangga berbaring di tempat tidurnya, tiba - tiba sekilas terbesit dipikirannya wajah rena ketika menyelamatkannya. Kemudian dia pun sontak mengerjapkan matanya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya agar dia tersadar dengan apa yang terjadi padanya.
"Siaaaalll... kenapa wajah cewek ceroboh itu tiba - tiba terlintas dipikiranku ya?? apa aku merasa bersalah padanya,, gara - gara aku dia mengalami kecelakaan??" rangga bertanya pada dirinya sendiri dia merasa bersalah pada rena.
Disisi lain rena sedang beristirahat ditempat tidurnya, bila tidak menemaninya karena neneknya bilang supaya tidak mengganggu mamanya. Rena tidur sendirian, tiba - tiba telpon rena berdering ada pesan masuk dari nomor tidak dikenal,.
"jangan tidur malam - malam istirahatlah, jangan lupa minum obatnya dan mulai besok untuk 2 hari kedepan kamu tidak usah masuk kerja dulu, kamu istirahat saja sampai lukamu sembuh" isi pesan tersebut yang tidak lain dari rangga.
Rena pun membalas pesan tersebut.
"Ini siapa" balasan rena pada pesan yang dia tidak tahu dari siapa, walaupun dia sedikit berpikir itu dari bos resenya.
"Ini aku rangga, bagaimana keadaanmu sekarang??" tanya rangga dalam smsnya.
"Oh, saya baik - baik saja" balas rena lagi.
"Kalau begitu istirahatlah dan semoga cepat sembuh" balas rangga dan mengakhiri pesan smsnya.
Rena tidak membalas pesan terakhir rangga karena dia sangat lelah dan merasa tidak enak badannya karena kecelakan tadi sore. Rena pun tertidur dengan sedikit rasa sakit yang dideritanya.
Keesokan paginya rena terbangun dari tidurnya, dia masih merasakan pusing dikepalanya dan bengkak dikakinya karena terkilir. Dia bangun dari tempat tidurnya kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena dari kemarin dia belum mandi.
Setelah mandi dia pergi ke ruang keluarga duduk di sofa sambil menonton tv sendirian karena bila dan yesi sudah berangkat sekolah sedari pagi.
Tiba - tiba terdengar suara telepon dari hpnya rena, ternyata dari bos resenya.
"Bos rese memanggil" tertera nama kontak telepon di hp rena.
"Mau ngapain ni cowok rese telpon pagi - pagi , merusak suasana hati gue saja" gumam rena merasa terganggu oleh panggilan rangga.
Terpaksa dia mengangkat telponnya.
"Haloo,, ada apa pak telpon saya? jawab rena sambil duduk santai bersadar dikursi sofa.
"Bagaimana keadaanmu, sudah sarapan dan minum obat belum?" tanya rangga dari seberang sana.
"Belum..." jawab rena singkat.
"Ngapain sih tuh cowok rese ganggu hidup gue aja" gumam rena dalam hati merasa kesal pada rangga yang selalu mengganggu ketenangannya.
"Saya tadi memesan makanan untuk kamu, jangan lupa dimakan dan istirahatlah agar kamu cepat sembuh " ujar rangga dan tiba - tiba terdengar suara bel berbunyi.
"Maaf pak, tunggu sebentar saya membuka pintu dulu sepertinya ada yang bertamu kerumah saya" ujar rena pada rangga agar menunggunya karena ada tamu yang datang.
Sontak rena kaget melihat pengirim makanan dengan membawa bungkusan besar yang ditujukan padanya.
"Halo pak rangga, apa ini semua bapak yang pesan??" tanya rena merasa aneh karena bosnya mengirimkan banyak sekali makanan.
__ADS_1
"Iya, saya yang pesan buat kamu biar kamu cepat sembuh dan bisa bekerja lagi seperti biasa" ujar rangga
"Tapi ini terlalu banyak pak, saya tidak mungkin menghabiskannya sendiri" jawab rena yang memang tidak mungkin memakan semua makanan sekantong kresek besar itu.
"Kalo kamu tidak bisa menghabiskannya sendiri, buat keluarga kamu juga tidak apa - apa yang penting jangan dibuang aja" jawab rangga.
"Oh.. kalo begitu terimakasih atas makanannya" jawab rena sambil menutup telponnya.
"Sial nih cewek ceroboh, malah dimatiin lagi telponnya" ujar rangga kesal telponnya diputus oleh rena padahal dia masih ingin mengobrol dengannya.
"Waaah lumayan, tahu aja gue lagi laper nih si bos rese, biarpun rese ternyata dia baik juga heheee... " Oceh rena yang kesenangan mendapat makanan gretongan.
"Coba kalo tiap hari kaya gini, gue bisa ngirit enggak usah keluar duit hahaaa" ujar rena sambil tersenyum licik.
Beberapa jam berlalu rangga mulai bosan dengan pekerjaannya dan terlintas dibenaknya wajah rena tersenyum kepadanya. Kemudian dia berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Sial kenapa wajah dia selalu ada dipikiranku" gumam rangga merasa aneh.
Waktu makan siang rangga tidak bernafsu makan hanya ada rena dipikirannya. Kemudian dia memanggil hari asistennya.
"Hari kemari sebentar" perintah rangga pada hari.
"Ada apa pak" jawab hari
"Tolong jadwal saya hari ini dan besok dibatalkan semua, saya ada urusan yang lebih penting dan jika ada yang mencari saya bilang sayang sedang diluar kota, mengerti" Perintah rangga pada hari kemudian dia pergi meninggalkan kantor.
Dan ternyata hal penting yang rangga katakan adalah pergi kerumah rena. Rangga membawa banyak makanan dan buah - buahan untuk rena. Setiba dirumah rena ternyata rena sedang bersenda gurau dengan bila, yesi dan mamanya. Tiba - tiba bel berbunyi.
"Permisi apa renanya ada dirumah" tanya rangga dengan beberapa kantong besar makanan ditangannya.
"Hemmm ada, mas ini siapa ya?" tanya yesi tidak tahu kalo rangga adalah bos kakaknya.
"Saya rangga, temannya rena" jawab rangga beralasan.
"Owh, kalo begitu silahkan masuk... saya panggilkan dulu kak renanya, silahkan duduk" seru yesi mempersilahkan rangga duduk dikursi ruang tamu.
" Siapa yes???" tanya rena
"Itu ada teman kakak, ganteng tahu orangnya kakak kenal dimana cowok ganteng kaya gitu" ujar yesi sambil tersenyum meledek rena.
"Cowok ganteng, teman kakak... ferdy maksudnya??" tanya rena dia kira itu ferdy.
"Bukan kak, yesi juga baru liat" jawab yesi sambil mengangkat bahunya tidak tahu rangga itu siapa.
"Udah kakak liat aja sana, enggak usah banyak tanya" ujar yesi kemudian meninggalkan kakaknya ke dapur.
"Maaf permisi anda siapa ya? tanya rena karena rangga membelakanginya sehingga dia tidak bisa melihat wajah rangga.
Kemudian rangga menoleh kearah rena.
"Hallo rena apa kabar? apa kamu sudah baikan??" tanya rangga
__ADS_1
"Pak rangga, ngapain bapak kesini? tanya rena heran bos resenya datang kerumahnya.
"Saya kesini mau jenguk kamu, memangnya tidak boleh saya menjenguk pegawai saya" jawab rangga beralasan padahal dia rindu sehari tidak bertemu rena.
"Ya boleh saja, cuma saya aneh aja bapak yang super sibuk ini bisa ada waktu untuk menjenguk saya" jawab rena sambil memperhatikan rangga, rena merasa aneh dengan sikap bos resenya.
"Oya kamu sudah makan belum, saya membawakan ini untuk kamu dan keluarga kamu" ujar rangga sambil menyodorkan bungkusan yang dibawanya.
"Kalau bapak mau menjenguk saya tidak usah repot - repot bawa makan, bapak datang menjenguk saja saya sudah merasa senang" ujar rena berbohong.
"Tidak apa, sekalian saya lewat sini" ujar rangga berbohong padahal dia sengaja datang untuk ketemu rena.
Tiba - tiba bila dan neneknya menghampiri rena dan rangga, menyapa rangga dan mempersilakan minum.
"Om ganteng ngapain kesini mau ngajakin bila main ya??" tanya bila sambil duduk disamping rangga.
"Iya sayang om mau ngajakin kamu main, mau tidak main sama om" ujar rangga sambil mencubit pipi bila.
"Mau dong, kita mau main apa om ganteng?? tanya bila dengan polosnya
"Terserah bila mau main apa" ujar rangga
"Gimana kalo bacain buku cerita sampai bila bobok, mau enggak?? tanya bila memang sedang mengantuk sudah waktunya tidur siang.
"Ya udah sini om bacain buku ceritanya, tapi bila harus sambil bobok ya" perintah rangga pada bila.
"Ok om ganteng " sahut bila sambil mengacungkan ibu jarinya.
Baru beberapa menit rangga membacakan cerita, bila sudah tidur dipangkuan rangga.
"Anak pinter, baru berapa menit dibacain cerita udah tidur" ujar rangga sambil mengelus rambut dan pipi bila.
"Dia itu emang kaya gitu, kalo mau tidur harus dibacain cerita kalo enggak dia tidak mau tidur" ujar rena menjelaskan kebiasaan bila pada rangga.
"Kasihan bila kalo tidur disini, dimana kamarnya, biar aku angkat pindahin ke kamar" ujar rangga mengajukan diri untuk mengangkat bila pindah ke kamar.
"Tidak usah biar yesi saja yang angkat" tolak rena tidak membiarkan rangga mengangkatnya.
"Sudah tidak apa, biar aku aja yang angkat, dimana kamarnya" ujar rangga sambil menggendong bila menuju kamar rena karena mereka tidur bersama.
"Setelah memindahkan bila, rangga mencium kening bila seperti anaknya sendiri dan menyelimutinya.
Rangga kembali keruang tamu, duduk kembali bersama rena.
"Apa bapak sudah makan siang??" tanya rena pada rangga yang memang belum makan.
"Belum" jawab rangga malu - malu.
"Kalau begitu mari makan bareng dengan saya" ajak rena pada rangga yang disambut senyuman oleh rangga, kemudian mereka pun makan dengan lahapnya walaupun dengan menu seadanya.
Setelah makan mereka mengobrol seperti sudah lama kenal dan tertawa bersama membuat hati rena yang sedih menjadi riang kembali, tak terasa obrolan mereka sudah berjam - jam lamanya hingga hari mulai petang, rangga pun berpamitan pada rena dan mamanya.
__ADS_1