
Ketika sedang asik bermain pasir, tiba - tiba cuaca berubah mendung menandakan akan turun hujan. Mereka pun kembali ke penginapan untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pulang. Namun ketika hendak pulang tiba - tiba hujan turun dengan derasnya, diliputi petir dan angin yang kencang.
"Gimana ini, mau pulang hujannya gede banget banyak petir dan anginnya kencang lagi" ucap rangga pada rena yang berada disampingnya.
"Ya gimana dong, besok kan kita kerja... bila juga sekolah, kalo enggak pulang sekarang nanti pulangnya kemaleman" ujar rena berdecak kesal karena hujannya tidak mau berhenti.
"Ma... bila takut, banyak petir" sahut bila pada rena merasa takut dengan suara petir.
"Jangan takut sayang, sini om gendong biar enggak takut lagi" sahut rangga kemudian menggendong bila untuk menenangkannya agar tidak takut lagi.
"Kita nunggu hujan nya berhenti dulu ya, baru kita pulang??" ujar rangga
"Ya sudah" ujar rena.
"Sambil nunggu hujannya berhenti kita pesen makanan dulu ya, kita kan belum makan" ujar rangga kemudian memanggil Pelayan untuk memesan makanan.
Beberapa menit kemudian pesanan datang mereka pun makan dan setelah makan tiba - tiba hujan berhenti.
"Om ganteng, hujannya udah berhenti.... kita bisa pulang dong sekarang??" Tanya bila kesenangan akhirnya dia bisa pulang.
"Ya sudah, om bayar makanan dulu ya" ujar rangga kemudian pergi kekasir untuk membayar makanan dikasir.
"Yuk sayang kita pulang, sini om gendong jalannya becek abis ujan nanti kamu kepeleset lagi" ajak rangga pada bila kemudian menggendong bila ke mobil dan rena mengikutinya dari belakangnya.
Akhirnya mereka pun pulang dengan selamat sampai tujuan. Sesampainya dirumah rena hari sudah larut rangga pun tidak berlama - lama dirumah rena karena merasa tidak enak sudah larut malam, dia pun pergi pulang setelah mengantarkan rena dan bila.
Keesokan harinya dikantor, rena masuk seperti biasanya. Walaupun sebagai asisten sementara rena tetap konsisten dengan pekerjaannya. Dia cakap dalam menangani pekerjaannya.
Tiba - tiba terdengar suara telpon yang berasal dari rangga.
"Halo, rena tolong kamu siapkan berkas untuk miting dengan PT Dinamika Lestari dan jika ada yang mau bertemu dengan saya suruh tunggu diruang tunggu, ok??" ujar rangga pada rena.
"Baik pak, saya segera siapkan berkasnya" jawab rena, kemudian telpon pun ditutup oleh rangga.
Rangga sedang miting, tiba - tiba datang seorang wanita cantik ingin bertemu dengan rangga dan langsung saja masuk keruangan rangga.
"Eh.. mba tunggu dulu" Rena menghentikan caty.
"Ada apa kamu menghalangi saya??" tanya caty merasa kesal pada rena
__ADS_1
"Maaf mba, pak rangga nya sedang miting, beliau bilang kalau ada yang mau bertemu disuruh tunggu diruang tunggu" ujar rena menjelaskan pada caty.
"Kamu ini tidak tahu saya ya? saya ini pacarnya rangga ngapain saya nunggu diruang tunggu biasanya juga langsung keruangannya" ujar caty marah - marah pada rena.
"Tapi mba" belum selesai rena ngomong caty udah nyelonong masuk keruangan rangga.
"Ah... mampus deh gue pasti kena marah si bos rese, tuh cewek jutek juga mentang - mentang pacarnya seenaknya aja masuk gimana kalo udah jadi bininya, bisa - bisa gue langsung ditendang keluar ama dia" gumam rena dalam hati.
Rena berpikir seperti pernah melihat cewek itu dimana.
"Ahaaaa.... gue inget itu cewek kan mantan pacarnya bos rese, kenapa dia ngaku - ngaku pacarnya enggak tahu malu banget tuh cewek kaya kagak laku aja.. hahaaa" gumam rena sambil senyum - senyum sendiri.
"Pantesan tuh cewek diputusin si bos rese, orang kelakuannya kaya gitu... sok penguasa banget huh.. " gumam rena
Rangga pun selesai miting dan rena memberitahukan bahwa caty sedang menunggunya.
"Pak, didalam ada pacar bapak nungguin dari tadi" ujar rena memberitahukan rangga.
"Pacar saya, siapa??" tanya rangga pada rena binggung karena dia sedang tidak menjalin hubungan dengan wanita lain kecuali rena.
"Itu cewek yang waktu di pesta ulang tahun mamanya bapak" sahut rena
"Itu bukan pacar saya, kenapa kamu suruh dia masuk??" tanya rangga
"Hahahaaa.... mak lampir " jawab rangga sambil menaikan alisnya dan tersenyum
"Iya, mak lampir dan anda si gerandongnya" gumam rena yang terdengar oleh rangga
"Apa kamu bilang??" tanya rangga kesal
"Ah enggak pak, saya kebelet pipis dulu mau ke toilet ya" ujar rena yang kemudian melarikan diri dari rangga sambil melambaikan tangannya keatas kemudian berlari ketoilet.
"Aah.. untung gue bisa ngeles kalo enggak, gue bisa - bisa dihukum sama si bos rese" gumam rena di dalam toilet.
Lima menit kemudian rena kembali ketempat kerja dia dan rangga memanggilnya.
"Rena, tolong bawakan dua minuman ke ruangan saya sekarang" Perintah rangga pada rena
Tidak lama kemudian rena datang membawa dua minuman.
__ADS_1
"Ini pak minumannya" ujar rena sambil menaruh minuman itu diatas meja.
"Iya, terima kasih" sahut rangga
" Aku ke toiler dulu kamu tunggu disini, jangan bikin keributan" ujar rangga pada caty dengan tatapan tajamnya.
Rangga pergi sebentar ketoilet karena kebelet dari tadi ditahannya ketika ditempat miting.
"Eh... kamu siapa namanya?" tanya caty
"Rena, mba" jawab rena singkat
"Tolong ganti minuman saya, saya tidak suka kopi saya ingin thai tea" ujar caty dengan sombongnya
"Maaf mba, disini tidak ada thai tea... adanya teh manis, apa mba mau... kalo mau saya buatkan??" tanya rena pada caty
"Saya tidak suka teh manis, itu bisa bikin saya diabet" ujar caty
"Ya enggak bakal lah kalo minumnya cuma dikit mah kecuali segentong" gumam rena yang terdengar oleh caty.
"Apa kamu bilang?" tanya caty semakin marah pada rena sampai mendorongnya hingga jatuh.
"Brukk... Aw... sakit mba" ujar rena kesakitan didorong caty.
"Kamu ngapain sih bikin ribut dikantor aku, mending kamu pulang deh jangan bikin keributan disini" rangga kembali dari toilet yang melihat rena terjatuh dilantai dan menolongnya bangun.
"Kamu tidak apa - apa kan??" tanya rangga khawatir pada rena.
"Enggak pak, saya baik - baik saja" sahut rena kemudian bangun namun tangannya terkilir karena menahan beban tubuhnya.
"Saya anter kamu ke klinik ya, enggak usah pak saya tidak apa - apa" rena pergi meninggalkan rangga dan caty.
"Sekarang kamu pergi dari sini dan jangan buar keributan lagi di kantor saya, mengerti" bentak rangga pada caty.
"Ok.. aku pergi tapi aku akan balik lagi kesini buat bikin perhitungan sama dia" ujar caty kemudian pergi dari kantor rangga.
Rena pergi ke klinik kantor untuk memeriksa keadaan tangannya.
"Dok, gimana tangan saya tidak apa - apa kan?" tanya rena.
__ADS_1
"Enggak apa - apa kok, hanya terkilir saja beberapa hari juga sembuh tapi jangan bawa yang berat - berat ya???" perintah dokter pada rena sambil memberi resep obat pada rena
"Iya dok, terima kasih" rena berpamitan pada dokter dan kembali ke tempat kerjanya.