
Setelah makan mereka kembali bermain hingga mereka puas menikmati permainan yang ada disana.
Tiba - tiba Bila menarik tangan rena dan rangga.
"Mau kemana sayang??" tanya rena sambil mengikuti Bila.
"Ma, aku pengen boneka itu.... lucu banget tahu ma... beliin ya" ucap bila sambil menggoyangkan tangan rena merengek minta dibelikan.
"Tapi sayang, boneka kamu kan dirumah udah banyak, lagian itu pasti mahal harganya" ujar rena memberikan pengarahan pada bila karena dia sering memberi nasihat tidak boleh membeli sesuatu hanya karena keinginan tapi harus sesuai kebutuhan.
"Ya udah deh ma enggak jadi" jawab bila kesel sambil cemberut.
Tiba - tiba rangga menggendong Bila dan membawanya kedalam toko mainan itu.
"Sayang kamu mau yang mana ambil aja, nanti om yang bayar... ok" ujar rangga sambil menurunkan Bila di dalam toko mainan.
Kemudian Bila mengambil sebuah boneka teddy bear warna pink yang sedang memakai topi dikepalanya.
"Om ganteng, aku pengen yang ini" ujar bila sambil menyodorkan boneka teddy bear ke arah rangga.
"Ooh... cuma itu saja yang lain enggak mau?? " tanya rangga sambil mengelus kepala bila.
"Enggak om, aku mau yang ini aja" jawab bila sambil tersenyum kegirangan karena keinginannya terpenuhi.
"Ya sudah kalo gitu kita bayar dulu bonekanya ya... " ujar rangga sambil kembali menggendong bila mebawanya ke kasir.
"Iiihh... lucu banget anaknya pak, suka teddy bear ya dek??" tanya kasir pada rangga dan bila, sambil tersenyum.
Sedangkan rena menunggu diluar toko sambil memperhatikan rangga dan bila. Rena merasa terharu melihat anaknya yang bahagia mendapatkan kasih sayang dari rangga walaupun bukan ayahnya.
Bila dan rangga keluar dari toko mainan sambil tersenyum.
"Mama.... liat nih bila dibeliin boneka sama om ganteng,,, baguskan ma?" tanya bila sambil menyodorkan bonekanya ke arah mamanya.
"Iya sayang bagus, kalo gitu kita pulang yuk udah sore nih kasihan nenek pasti nungguin dirumah" jawab rena sambil menurunkan bila dari gendongan rangga.
Tiba - tiba bila berjalan sedikit cepat dari rena dan rangga, kemudian bila menabrak seorang pria yang tidak lain adalah papanya dan ibu tirinya.
"Eh... anak kecil kalo jalan liat - liat dong, ini tuh di mall bukan di pasar" ujar tania sewot pada bila.
"Udah sayang malu diliat orang" sahut aldy yang belum sadar kalo anak yang sedang dimarahi tania adalah anaknya.
Tiba - tiba bila melihat kearah papanya.
"Papa... lagi ngapain papa disini" tanya bila kesal melihat papanya dengan wanita lain.
"Eh.. bila anak papa lagi ngapain disini??" tanya aldy malah berbalik tanya pada bila sambil memegang pundak bila.
"Bila lagi main disini... papa ngapain sama cewek itu??" tanya bila yang tidak suka pada ibu tirinya itu yang galak.
__ADS_1
"Oh iya, kenalin ini tante tania istri baru papa.. mama kamu juga sayang" jawab aldy sambil memperkenalkan tania pada bila namun bila menolaknya.
"Bila enggak mau punya mama kaya dia, mama bila cuma satu, mama rena titik" ujar bila sambil pergi menuju rena dan rangga.
"Bila sayang mau kemana, papa masih kangen sayang" teriak aldy pada bila namun bila tidak menghiraukannya.
Bila berlari kearah rangga dan ditangkap oleh rangga kemudian digendonglah oleh rangga.
"Sayang kamu kenapa ko nangis" tanya rangga heran melihat bila tiba - tiba menangis.
"Tadi bila ketemu papa sama mak lampir, bila enggak mau punya mama kayak mak lampir itu" jawab bila sambil menangis.
"Mak lampir siapa sayang??" tanya rena bingung.
"Itu istri papa, yang galak kaya film mak lampir" jawab bila yang membuat rena syok mendengar ucapan bila, karena rena tidak pernah memberitahukan bahwa papa bila sudah menikah lagi.
"Sayang enggak boleh ngomong gitu sama orang tua, tidak sopan... mama kan udah bilang kalo ngomong sama orang tua harus sopan ya" ujar rena sambil mengusap air mata bila.
Aldy dan tania menghampiri rena dan rangga.
"Rena kamu lagi ngapain disini??" tanya aldy sambil menatap sinis.
"Aku kesini ngajak bila main, emangnya enggak boleh ini kan tempat umum" ujar rena dengan santainya sambil terus mengusap air mata bila.
"Trus pria ini siapa, ngapain dia gendong bila??" tanya aldy penasaran.
"Ini calon papa baru bila" sahut bila asal ceplos aja ngomong.
"Mama, papa ganteng ayo kita pulang... bila enggak mau disini" ujar bila mengajak rena dan rangga pulang meninggalkan aldy dan tania disana.
Sesampainya dirumah rena, bila digendong rangga ke kamarnya rena karena ketiduran setelah seharian bermain.
Rangga dan rena kembali keruang tamu.
"Maaf ya pak atas kejadian tadi di mall" ujar rena merasa tidak enak dengan kejadian di mall tadi.
"Iya tidak apa - apa" jawab rangga singkat
"Oya,, pria tadi itu papanya bila, mantan kamu??" tanya rangga sambil menaikan alisnya.
"Iya, itu papanya bila mantan saya" jawab rena sambil menghela napas.
"Kalo boleh tau, kenapa kalian bisa pisah?? maaf kalo saya lancang" tanya rangga penasaran.
"Kalo kamu tidak mau jawab juga tidak apa - apa" ujar rangga tidak memaksa rena untuk menjawab pertanyaannya.
"Kami berpisah ketika bila berusia 2 setengah tahun, dia pergi meninggalkan saya dan bila begitu saja tanpa ada alasan yang jelas. Tidak memberi nafkah bahkan tidak pernah menemui bila. Kami berpisahpun saya yang menggugat ceria padanya, karena dia meninggalkan saya satu setengah tahun lamanya tanpa status yang jelas yang membuat kesabaran saya habis yang akhirnya melayangkan gugatan cerai padanya. Bahkan disidang pengadilan perceraianpun dia tidak datang dan baru tadi kami bertemu lagi setelah sekian lama kami berpisah" ujar rena menjelaskan hiruk pikuk permasalahan dengan mantan suaminya.
"Sekarang bila sudah berusia 6 tahun, selama ini apa kamu tidak pernah menjalin suatu hubungan dengan pria lain???" tanya rangga sambil menatap rena.
__ADS_1
"tidak pernah " jawab rena singkat
"Kenapa?? apa kamu trauma dengan masa lalu kamu??? " tanya rangga lagi.
"Entahlah, luka disini masih terasa sakit walaupun tidak terlihat oleh mata" jawab rena sambil menangis memegang dadanya yang terasa sakit bila mengingat kejadian itu.
Kemudian rangga pun mendekatinya memegang tangan rena kemudian memeluknya dengan lembut, yang membuat rena merasa nyaman dipelukannya.
Tidak lama kemudian mama rena datang.
"Ehemmm, udah mau magrib kamu mandi dulu gih rena trus solat" ujar mamanya rena mengagetkan rena dan rangga yang sedang berpelukan yang kemudian mereka lepaskan karena tidak enak dilihat oleh mamanya rena.
"Nak rangga juga mandi dulu sana nanti kita solat berjamaah" ujar mama rena mengalihkan pandangan rangga yang sedang memperhatikan rena berjalan ke kamarnya.
"Tapi saya tidak ada pakaian ganti bu" jawab rangga
"Ibu ada pakaian ayah rena yang belum pernah dipakai masih ibu simpan, kamu pakai saja... ada dikamar tamu ibu sudah siapkan" ujar mama rena sambil mengantar rangga ke kamar tamu.
Setelah selesai mandi rena dan rangga pun pergi ke tempat solat yang sudah ditunggu oleh mama dan adiknya rena yesi.
"Nak rangga yang jadi imamnya ya, kan nak rangga pria satu - satunya disini" ujar mama rena menyuruh rangga menjadi imam solat.
"Ehmm,, baiklah" jawab rangga sambil tersenyum pada mamanya rena.
Kemudian mereka pun solat dan setelah solat mama rena mengajak rangga untuk makan malam bersama.
"Nak rangga mari kita makan malam dulu pasti kalian sudah lapar, ibu sudah memasak semoga kamu suka masakan ibu ya" ucap mamanya rena.
"Terima kasih bu, maaf saya merepotkan" jawab rangga merasa tidak enak sudah merepotkan.
"Tidak apa - apa, ayo kita makan" ajak mama rena, yang membuat rena melongo dengan sikap mamanya yang super baik pada rangga.
Kemudian mereka pun makan dan setelah makan rangga tiba - tiba mendapat telpon dari orang tuanya.
"Halo ma, ada apa??" jawab rangga pada seseorang disebrang sana yang tidak lain adalah mamanya.
"Dasar anak tidak tahu diuntung, malah tanya lagi ada apa... kamu tidak ingat ya hari ini hari apa??" tanya mama rangga yang sewot pada anaknya yang lupa hari ultahnya.
"Memangnya rangga salah apa sih mah, sampai mama sewot gitu sama rangga??" tanya rangga yang benar - benar lupa pada ultah mamanya.
"Pokoknya sekarang kamu pulang kerumah, mama tunggu sekarang kalo tidak mama bakal marah sama kamu, ngerti???" perintah mama rangga agar anaknya cepat pulang.
"Iya ma, rangga pulang sekarang.. Ok"
"Bu maaf rangga pamit pulang, soalnya ada urusan penting" ujar rangga berpamitan.
"Ya sudah hati - hati ya" ujar mama rena sembari disalami oleh rangga.
"Iya bu" jawab rangga dan rena pun mengantarkannya kedepan pintu.
__ADS_1
"Makasih ya pak buat hari ini dan hati - hati dijalan" ujar rena sambil tersenyum.
Rangga pun pulang.