
Cuaca yang mendung bahkan kini sudah turun hujan,walau hujan deras tidak menggoyahkan seorang laki-laki yang sedang terduduk di depan gundukan tanah bertuliskan nama MELODY ALMEIRA BINTI WICAKSANA
"Andai saja aku bisa memilih, aku lebih memilih kehilangan tender perusahaan itu dari pada kamu "ucap laki-laki itu
"Harusnya aku lebih awal jemput kamu sebelum tuhan jemput kamu ,kamu tahu Mel rasanya hidup aku sudah hancur dan warna di hidup aku hilang bersama dengan perginya kamu"ujar laki-laki itu
Laki-laki itu mengusap nisan bertuliskan MELODY ALMEIRA BINTI WICAKSANA bahkan kini tangisnya sudah pecah,air matanya mengalir bercampur air hujan.
"Kak Al kita pulang yuk hujannya deras banget nanti kak Al sakit"ucap seorang gadis cantik yang memakai payung
Ya laki-laki itu adalah ALFI EL-KHASAV, dia harus kehilangan wanita yang dia sayangi dan dia cinta untuk selama-lamanya.
"Ngapain kamu kesini,kamu pulang aja Kiya kak Al masih mau disini"ucap Alfi
"Kak Al jangan keras kepala deh ,nanti kalo kakak hujan-hujanan nanti kakak sakit kak Al mau lihat mommy sedih ngelihat kak Al hujan-hujanan dan sakit"kesal kiya
Alfi tersenyum, bukan senyum manis yang dia tunjukkan melainkan senyum miris yang benar-benar menyakitkan bagi siapapun yang melihatnya.
"Kamu enggak usah khawatir sama kakak,kak Al akan pulang nanti setelah..."
__ADS_1
"Setelah apa ?nunggu hujan berhenti kak Al mau nyakitin diri kakak dengan hujan-hujanan ,memangnya kalo kak Al kaya gini kak Melody bakal kembali bakal hidup, enggak kak malahan kak Melody bakal sedih di sana melihat laki-laki yang dia cintai melakukan hal bodoh dengan menyiksa dirinya"potong Kiya
Alfi benar-benar hancur dia merasa tidak ada artinya lagi dalam hidupnya, dia harus kehilangan orang yang dia sayang dia cinta bahkan dia jaga dari kecil.
"Kak Al ayo pulang mommy sama Daddy udah nunggu kak Al di rumah "ucap Kiya
Alfi terpaksa mengikuti permintaan adiknya dia mulai bangkit dan perlahan berjalan meninggalkan pemakaman umum,tanpa dia sadari sedari tadi ada seseorang yang mengawasinya dari jauh setelah Alfi dan kiya pergi orang itu juga ikut pergi.
🦋🦋
Alfi masih saja mengurung di kamar,setelah pulang dari pemakaman dia terus berdiam di kamarnya.
"Kamu kenapa pergi enggak bilang aku,jadi ini yang kamu bilang pulang"ucap Alfi
Alfi masih saja berkutik dengan berkas-berkas di kantor ,yang sudah membuat kepalanya pusing bahkan rasanya mau pecah.
"Kenapa gini banget si kerja di kantor tiap hari yang dilihat kertas Mulu,bikin pusing"ucap Alfi
Telpon genggamnya berdering membuat Alfi menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
"Melody "gumam Alfi
"Halo ,kenapa Mel?"tanya Alfi
"Kamu itu cuek banget si sama tunangan sendiri kaya gitu"ucap Melody di seberang sana
"Cuek gimana si ,setiap hari aku ngabarin kamu kemarin aja aku kasi kejutan di ulang tahun kamu masa masih di bilang cuek"ucap Alfi
"Kamu tahu enggak hari ini kamu janji apa sama aku"ucap Melody di seberang sana
"Janji apa si ?aku masih ada kerjaan jangan ngajak tebak-tebakan"ucap Alfi yang masih mengecek berkas-berkas
"Alfi El-Khasav ,kamu hari ini janji sama aku buat jemput aku di kampus"teriak Melody dari seberang sana
Alfi yang mendengar teriakkan Melody,sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Yasudah aku kesana sekarang"ucap Alfi
"Enggak usah telat, sekarang sopir taksi online nya udah datang aku mau pulang "kesal Melody
__ADS_1
Kini panggilan telpon sudah di akhirat oleh Melody, Alfi menatap ponselnya entah mengapa dia kepikiran dengan kata pulang yang di ucapkan Melody.
Flashback off.