
Alfi dan Meira baru saja kembali setelah belanja bulanan tadi,Meira mulai menyusun belanjaannya di dalam kulkas.
"Kira-kira kalo rumah ini ada hiasan bunga bagus enggak si?"tanya Alfi
Meira yang tadi sibuk memasukkan bahan-bahan kedalam kulkas pun langsung menatap Alfi.
"Memangnya mas Alfi mau tanam bunga dimana?"tanya balik Meira
"Di belakang rumah itu ada tanah kosong, kayanya bagus deh dibuat taman bunga"jawab Alfi
"Kalo gitu besok aku bawain bunga dari toko, buat ditanam di belakang rumah"ucap Meira
"Kira-kira bunga apa ya yang bagus gitu?"tanya Alfi
"Mas Alfi tenang aja besok aku pilihkan bunga yang bagus biar belakang rumah terlihat cantik"jawab Meira
"Yasudah aku serahin deh sama yang ahlinya bunga"goda Alfi
Meira memasang wajah cemberut karena ucapan Alfi, sedangkan Alfi melihat wajah Meira seperti itu malah terlihat gemas dan lucu.
"Pengen banget gua cubit pipinya,sabar Al ingat batas hubungan Lo sama Meira itu cuman sementara "batin Alfi
"Art nya kok enggak datang-datang ya"ucap Meira
"Eh iya ya coba deh aku telfon tempat yayasannya "ujar Alfi
Alfi mengeluarkan ponselnya dan mulai menghubungi tempat yayasan penyaluran tenaga kerja.
"Halo selamat siang saya Alfi El-Khasav"ucap Alfi
"Selamat siang bapak,ada yang bisa kamu bantu"ucap orang di seberang sana
"Begini kemarin saya menghubungi kantor yayasan ini untuk menanyakan art,katanya hari ini art nya akan datang tapi sampai sekarang belum datang"ucap Alfi
"Maaf bapak sebelumnya art yang akan bekerja di rumah bapak tiba-tiba membatalkan nya pak"ucap orang di seberang sana
"Apa tidak ada ganti yang lain selain dia?"tanya Alfi
"Maaf bapak sekali lagi kami atas nama yayasan meminta maaf,kami akan berusaha untuk mencarikan pengganti nya"ucap orang di seberang sana
"Yasudah kalo begitu, selamat siang"ucap Alfi
Alfi mengakhiri sambungan telpon itu,dia menghembuskan nafas panjang.
"Ada apa mas?"tanya Meira
"Orang yayasan bilang ,kalo art yang akan bekerja di rumah kita tiba-tiba membatalkan nya"jawab Alfi
"Kenapa dibatalkan?"tanya Meira
"Aku juga enggak tahu ,orang yayasan juga tidak memberitahu apa alasannya"jawab Alfi
__ADS_1
"Yasudah kita enggak usah pakai art aja,kan aku bisa masak jadi aku yang masak dan urus rumah"ucap Meira
"Enggak aku enggak setuju ,rumah ini besar kalo kamu sendiri yang mengerjakan pasti capek,aku bakal cari art di tempat lain"ucap Alfi
"Yasudah kalo gitu selama mas Alfi cari art,biar aku yang mengerjakan semuanya setelah dapat art baru aku akan berhenti buat urus rumah sendiri"jawab Meira
Alfi menganggukkan kepalanya,entah mengapa Alfi merasa jika sifat Meira sama dengan Melody dari sikap keras kepala dan juga perhatian.
🦋🦋
Pagi ini Meira sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan,dia membuat nasi goreng untuk Alfi dan dirinya.
"Aromanya enak,bahkan dari atas aromanya tercium"ucap Alfi yang sedang menuruni anak tangga
"Selamat pagi mas Alfi"sapa Meira
"Pagi juga,aroma masakan kamu sangat enak bikin saya tambah lapar"ujar Alfi
Meira mulai menaruh nasi goreng itu ke piring dan menghidangkan di meja makan,Meira juga membuat telur mata sapi untuk lauk nasi goreng.
"Selamat di coba, semoga mas Alfi suka sama masakan aku"ucap Meira
"Aromanya saja sudah menggugah selera,pasti rasanya juga tidak kalah enak"ucap Alfi
Alfi mulai menyendok nasi goreng dan memakannya,Meira menatap Alfi dengan perasaan was-was dia takut jika masakannya tidak sesuai dengan lidah Alfi.
"Gimana mas enak enggak masakan aku?"tanya Meira
Alfi terdiam tanpa merespon pertanyaan Meira.
"Masakan ini sama persis dengan rasa masakan Melody"batin Alfi
Flashback On.
Hari ini Melody akan datang ke kantor Alfi,dia sudah berjanji dengan Alfi untuk membawakan makan siang untuk dirinya.
Tok
Tok
"Masuk"saut dari dalam
Melody segera masuk ke dalam ruangan Alfi,dia melihat Alfi yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Taruh saja berkasnya di meja,nanti akan saya tanda tangan"ucap Alfi yang masih fokus dengan laptop nya
Melody dibuat kesal dengan Alfi, bagaimana tidak dirinya malah dikira pegawai kantornya yang ingin memberikan berkas.
"Maaf pak berkasnya masih belum siap"ucap Melody yang mengerjai Alfi
"Kenapa belum siap,apakah kamu hanya bermain di kantor sampai-sampai pekerjaan kamu belum selesai"ucap Alfi yang tetap fokus dengan laptop nya
__ADS_1
"Kan bapak belum mengurus berkas-berkas nya jadi belum bisa di tandatangani"ujar Melody
"Kenapa saya kan itu pekerjaan kamu"ujar Alfi
"Tapi pak memang benar bapak juga harus mengurus berkasnya agar bisa di tandatangani"ucap Melody
Alfi menghembuskan nafas panjang,lalu dia menutup berkasnya.
"Kamu ini niat bekerja atau ti..."
Alfi menghentikan ucapannya setelah melihat orang yang berdiri di hadapannya.
"Melody"lirih Alfi
"Kenapa kamu pikir siapa tadi sekertaris kamu atau pegawai kamu,kamu ini nyebelin tahu masa kamu enggak mengenali suara aku"kesal Melody
"Aku minta maaf Mel aku pikir tadi kamu karyawan aku"ucap Alfi
"Sudahlah,aku kesini bawain kamu makan siang"ujar Melody
Melody segera duduk di sofa dan menyiapkan makanan yang dia bawa.
"Lihat aku sudah capek-capek masak,awas kalo kamu sampai tidak menghabiskan nya apalagi sampai tidak memakannya "ucap Melody
"Kalo begitu suapi aku,biar Makan yang kamu bawa cepat habis"ucap Alfi
Melody menatap Alfi sebentar,lalu dia menyuapi Alfi dengan telaten.
"Gimana enak enggak masakan aku?"tanya Melody
"Enak,enak banget malah kayanya kalo kita sudah Nika nanti aku bakal gemuk deh karena setiap hari makan makanan kamu yang enak bikin aku nambah terus"jawab Alfi
"Bagus dong tandanya aku berhasil buat kamu betah di rumah,jadi enggak perlu makan di luar terus hemat lagi"ujar Melody
Alfi hanya tersenyum dia kembali menerima suapan dari Melody hingga makanan yang dibawa Melody habis.
Flashback off.
Alfi masih terdiam,bahkan Meira sedari tadi memanggil Alfi namun tidak di respon oleh Alfi.
"Mas Alfi"panggil Meira
"Ah i-iya kenapa"ucap Alfi yang tersadar dari lamunannya
"Kamu kenapa mas kok melamun?"tanya Meira
"Ah enggak,ini apa masakan kamu enak bahkan masakan kamu sangat enak"jawab Alfi
"Syukurlah kalo masakan aku enak dan mas Alfi suka"ujar Meira
Alfi dan Meira kembali melakukan sarapan,namun Alfi masih saja kepikiran dengan rasa masakan Meira yang sama persis dengan masakan Melody.
__ADS_1