
Alfi baru saja pulang dia pulang tidak sendiri melainkan bersama Meira,Meira menatap setiap sudut rumah ini.
"Selamat datang di rumah kita"ucap Alfi
Meira menatap ke arah Alfi dengan tersenyum, seorang wanita paruh baya menghampiri mereka berdua.
"Mas Alfi sama mbak Meira sudah pulang,mbok inah seneng lihat kalian berdua sudah baikan "ucap mbok inah
"Alhamdulillah mbok inah"ucap Alfi
"Mbok inah doa'kan semoga rumah tangga mas Alfi dan mbak Meira selalu bahagia dan dijauhkan dari segala masalah dan dari orang-orang jahat amin"ucap mbok inah
"Amin"jawab Alfi dan Meira bersamaan
Alfi dan Meira saling bertatapan satu sama lain dengan tersenyum,mereka berharap ini akan menjadi awal kebahagiaan mereka.
Kini Meira dan Alfi memasuki kamar mereka,meira mulai berjalan memasuki kamar ini dan di ikuti Alfi dari belakang.
"Gimana suka sama kamarnya?"tanya Alfi
"Suka aku suka sama kamarnya,bahkan aku juga suka sama pemilik kamar ini"jawab Meira
Alfi terkekeh mendengar jawaban Meira.
"Kamu lebih suka kamarnya atau pemilik kamarnya"goda Alfi
Meira terkekeh dan memeluk tubuh Alfi,Alfi menerima pelukan dari Meira.
"Aku lebih suka sama pemilik kamarnya"jawab Meira
"Aku lebih suka dari rasa suka kamu ke aku Mel"ucap Alfi
Alfi memeluk erat tubuh Meira, kebahagiaan Alfi yang ditunggu sudah datang kebahagiaan Alfi yang terbesar adalah bisa kembali bersama dengan wanita yang dia cintai sedari dia kecil hingga nanti.
❄️❄️❄️
Malam dengan sinar rembulan dan indahnya cahaya bintang menghiasi gelapnya malam,Meira baru saja kembali dari dapur dan memasuki kamarnya yang sudah ada Alfi yang sedang memainkan ponselnya.
"Lagi lihat apa si kok senyum-senyum gitu?"tanya Meira
"Enggak ini cuman lihat foto-foto yang dikirim Reyhan,lucu banget"jawab Alfi
"Reyhan"ulang Meira
"Iya Reyhan,masa kamu lupa si sama Reyhan"ucap Alfi
"Maksud kamu Reyhan yang suka jahil sama aku?"tanya Alfi
"Iya, sekarang dia tinggal di luar negeri sama anak dan istrinya"jawab Alfi
"Reyhan sudah punya anak?"tanya Meira
"Sudah,anaknya baru umur 1 tahun lucu banget "jawab Alfi
Meira segera ikut bergabung dengan Alfi yang sedang dudu di atas kasur,Meira melihat foto anak kecil berusia 1 tahun yang sedang mencoret-coret wajah Reyhan.
"Lucu banget anaknya"ucap Meira
"Benarkan lucu, apalagi tingkahnya bikin gemas"ujar Alfi
Meira menatap Alfi lalu dia mengambil ponsel Alfi dan menaruhnya di meja dekat tempat tidur nya,Alfi terkejut melihat Meira mengambil ponselnya secara paksa.
"Kok di ambil?"tanya Alfi
"Kenapa ,kamu masih mau lihat foto anaknya Reyhan,terus kamu sendiri enggak mau lihat anak kamu"ucap Alfi
"Anak siapa kan belum punya anak"jawab Alfi
"Ya buat dong Bira punya anak"ucap Meira
__ADS_1
Alfi tersenyum jahil,lalu dia mendekatkan tubuhnya ke tubuh Meira.
"Emangnya kamu mau buat baby-nya sekarang"goda Alfi
Meira hanya menahan senyumnya,Alfi langsung merebahkan tubuh Meira dan mulai menindihnya malam dingin ini menjadi saksi kebahagiaan mereka berdua.
🦋🦋
4 bulan sudah waktu berlalu hubungan Alfi dan Meira dipenuhi dengan kebahagiaan, pagi ini Meira sedang menyirami tanaman di depan rumahnya.
"Selamat pagi "sapa seorang wanita dengan membawa anak laki-laki sekitar usia 5 tahun
"Selamat pagi juga ibu"jawab Meira
Meira mematikan kran dan menghampiri wanita itu.
"Perkenalkan nama saya Susi,saya tetang baru disini itu rumah saya"ucap Bu Susi sambil menunjukkan rumah di depan rumah Meira
"Perkenalkan juga saya Meira,jadi ibu yang membeli rumah itu?"tanya Meira
"Iya saya yang beli,oiya kenalin ini anak saya namanya Haikal"jawab Bu susi
"Halo Haikal"sapa Meira
"Halo Tante"ucap Haikal
Saat mereka sedang mengobrol Alfi baru saja keluar rumah untuk berangkat ke kantor.
"Sayang aku berangkat ya"ucap Alfi
"Iya hati-hati ya mas"ucap Meira lalu dia mencium tangan Alfi
"Aduh mesranya pengantin baru ya"goda Bu Susi
"Bu Susi bisa aja,oiya kenalin ini suami saya Alfi"ucap Meira
"Saya Bu Susi"ucap Bu Susi sambil mengulurkan tangannya
"Yasudah aku berangkat,saya permisi"ucap Alfi
Alfi segera masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan halaman rumahnya.
"Bu Susi kita ngobrol nya di dalam saja"ucap Meira
"Iya boleh"jawab Bu susi
Meira dan Bu Susi mulai masuk kedalam rumah Meira dan Alfi,kini Bu Susi sedang duduk di sofa ruang tamu dengan Haikal.
"Ma rumahnya besar"ucap Haikal
"Iya ya kal besar,dari luar aja besar pasti dalamnya juga ikut besar"jawab Bu susi
Meira datang membawa minuman dan cemilan untuk teman mengobrol.
"Maaf Lo Bu Susi cuman ada ini aja soalnya"ucap Meira
"Ah mbak Meira ini bisa saja,ini sudah cukup kok"jawab Bu susi
Meira menaruh minuman dan juga cemilan di meja,lalu Meira ikut duduk di sofa di sebelah Bu Susi.
"Mbak Meira sudah berapa lama menikah sama mas Alfi?"tanya Bu Susi
"Baru jalan 4 bulan Bu"jawab Meira
"Wah jadi benar dong saya tadi,masih pengantin baru dedek bayi nya belum Launching"ucap Bu Susi
Meira tersenyum"do'a kan saja Bu semoga dedek bayinya cepat Launching"jawab Meira
"Yah aku pikir aku punya teman nanti pindah ke sini"ucap Haikal
__ADS_1
"Haikal jangan sedih di sini banyak anak kecil kok,anaknya Bu RT usianya sekitar kamu pasti kamu suka main sama dia"jawab Meira
"Iya Haikal nanti kamu punya teman kok, apalagi nanti kalo kamu sudah masuk sekolah temannya banyak"ucap Bu Susi
Haikal kembali ceria saat mendengar jika di daerah tempat tinggalnya banyak anak kecil.
"Mbak Meira suka bunga ya,saya lihat rumahnya banyak tanaman bunga"ucap Bu Susi
"Iya Bu kebetulan saya juga punya toko bunga,jadi banyak jenis-jenis bunga yang saya tanam di rumah"jawab Meira
"Mbak Meira punya toko bunga,wah mbak Meira beruntung ya punya suami ganteng rumahnya mewah terus punya usaha sendiri lagi"ucap Bu Susi
"Bu Susi ini bisa saja"ucap Meira
"Ya ampun saya sampai lupa,Bu Susi silahkan diminum minumannya Haikal juga ya diminum minumannya sekalian itu cemilannya dimakan"ujar Meira
"Ah iya saya minum dulu ya"ucap Bu Susi
Bu Susi dan Haikal mulai meminum minumannya dan juga mencicipi cemilan yang disediakan Meira.
🦋🦋
Di kantor Alfi sedang mengecek laporan dari manager ke uangan, Alfi mengerutkan keningnya saat melihat laporan nya.
"Kenapa laporan keuangan ini bisa anjlok seperti ini sepertinya ada yang tidak beres"ucap Alfi
Alfi segera menghubungi sekertaris nya untuk datang ke ruangannya.
"Halo Tiara tolong ke ruangan saya sekarang"ucap Alfi
Alfi kembali mengecek laporan itu berkali-kali,hingga terdengar suara ketukan pintu.
Tok
Tok
"Masuk"ucap Alfi
"Permisi pak,pak Alfi memanggil saya"ucap Tiara
"Tolong kamu kumpulkan semua karyawan tanpa terkecuali,ada hal yang ingin saya bicarakan"jawab Alfi
"Baik pak"jawab Tiara
Tiara segera keluar dari ruangan Alfi,Alfi mulai mengambil berkas-berkas itu dan keluar dari ruangannya.
Kini di aula kantor sudah ramai semua karyawan yang bertanya-tanya kenapa mereka semua diminta untuk berkumpul,Alfi baru saja datang semua karyawan menundukkan kepala dan memberi hormat kepada Alfi.
"Pasti kalian semua bertanya-tanya kenapa saya mengumpulkan kalian semua"ucap Alfi
"Maaf pak memangnya kenapa ya kami semua diminta untuk berkumpul,apa kami membuat kesalahan?"tanya salah satu karyawan
"Saya menemukan hal janggal dengan laporan keuangan bulan ini,kenapa pengeluaran Kita lebih banyak dan pemasukan sedikit padahal pemasaran perusahaan kita sangat meningkat"ucap Alfi
Semua karyawan mulai berbisik-bisik satu sama lain,Alfi menatap seseorang yang terlihat gelisah bahkan orang itu mengelap keringat padahal di ruangan ini sangat sejuk dan dingin karena AC.
"Saya tidak suka dengan orang yang berani bermain-main dengan saya, sudah berapa kali saya tegaskan saya benci dengan orang yang bermain-main dengan saya"tegas Alfi
Jonathan dan Kevin baru saja datang ke kantor Alfi,mereka melihat semua karyawan yang berkumpul di aula kantor.
"Ini ada apa Al,kenapa kamu mengumpulkan semua karyawan kamu?"tanya Jonathan
"Ada orang yang berani coba-coba bermain kotor dengan alfi"tegas Alfi
Jonathan tahu ke mana arah pembicaraan Alfi, Jonathan melihat kode yang di berikan Alfi lewat sudut matanya Jonathan melirik ke arah orang itu.
"Alfi Daddy rasa percuma kamu menanyakan masalah ini satu persatu kepada mereka,kita tinggal lihat beberapa laporan yang ada dan juga kemana uang-uang itu masuk"ucap Jonathan santai
Orang itu terkejut dia langsung gugup bahkan dia terus mengeluarkan keringat padahal ruangan itu terpasang AC.
__ADS_1
"Daddy benar,Tiara dan Reza kumpulkan semua data-data keuangan sekarang dan cari tahu uang itu masuk ke rekening siapa saya tunggu di ruangan saya"ucap Alfi
Alfi langsung pergi meninggalkan aula di ikuti Jonathan dan Kevin,semua karyawan mulai bubar satu persatu namun orang itu masih saja gugup dan langsung pergi ke arah lain.