Janji Cinta(Aku Hanya Untukmu)

Janji Cinta(Aku Hanya Untukmu)
31


__ADS_3

3 bulan sudah berlalu hari ini Alfi sedang menatap sebuah surat yang dia tulis barusan.


"Semoga saja Daddy dan Adinata bisa melindungi Freya dari anak buah Raka"ucap Alfi


Alfi langsung memasukkan Sura itu kedalam sebuah kotak di dalam kotak tersebut juga terdapat foto dirinya dan seorang laki-laki dengan sebuah lingkaran tinta merah pada wajah laki-laki itu.


"Kamu mau kemana?"tanya Meira


"Aku mau ke luar sebentar mau mengantar barang ini"jawab Alfi


"Al apasi masalah kamu sama Raka,jujur Al aku capek dengan semua ini kita harus sembunyi dari semua orang seakan-akan kita ini pernah melakukan tindakan kejahatan"ucap Meira


"Sayang dengarkan aku, jika kita ingin segera bertemu dengan anak kita kuncinya adalah sabar aku enggak mau dengan kita yang tergesa-gesa menyelesaikan permasalahan ini semuanya hancur dan kita akan semakin sulit untuk kembali dengan anak kita"ucap Alfi


"Tapi kapan,kapan semuanya akan selesai"ucap Meira sambil meneteskan air mata


"Secepatnya aku janji"ucap Alfi


Meira memeluk tubuh Alfi dengan melingkarkan tangannya pada perut Alfi,Alfi memeluk tubuh Meira dengan erat dia tahu Meira pasti selalu kepikiran dengan permasalahan ini.


                                🦋🦋


Disebuah rumah mewah seorang bayi perempuan sedang merangkak menuju seorang laki-laki yang sedang duduk di kursi sofa.


"Wah cucu kesayangan opa "ucap Jonathan sambil mengangkat tubuh Freya dan menggendongnya


Freya terlihat senang saat di gendong oleh Jonathan dia bertepuk tangan sambil tertawa.


"Wah Freya senang ya di gendong sama opa"ucap Sabrina sambil membawa botol susu milik Freya


"Iya dong kan Freya cucu kesayangan opa"ucap Jonathan


Freya tertawa bahagia, terlihat jelas jika Freya sangat nyaman di gendongan Jonathan.


"Mas hari ini kamu beneran mau ke kantor Alfi?"tanya Sabrina


"Iya aku mau lihat perkembangan kantor milik Alfi setelah di pegang oleh Adinata,aku berharap perusahaan Alfi bisa berkembang lebih baik setelah di pegang oleh Adinata"jawab Jonathan


"Semoga saja,oiya mas apa sebaiknya Freya kita saja yang rawat apalagi kan Kiya lagi hamil pasti nanti kesusahan buat rawat bayi sama ngurus Freya"ucap Sabrina


"Ada benarnya juga ucapan kamu,tapi kalo kita yang rawat Freya gimana sama psikisnya dia pasti akan merasa sedih karena tidak memiliki kedua orangtua"ujar Jonathan


"Terus gimana mas,aku takut kalo Kiya kerepotan dan kecapean nanti malah berpengaruh sama kondisi tubuhnya"ucap Sabrina


"Kita bicarakan nanti sama mereka,untuk saat ini biarkan seperti ini dulu"ucap Jonathan


Terdengar suara ketukan pintu,Sabrina segera menuju ke arah pintu dan membuka pintu tersebut.


Tok


Tok


"Iya sebentar"ucap Sabrina


Saat pintu terbuka terlihat seorang laki-laki yang sedang memegang sebuah paket.


"Ada apa ya mas?"tanya Sabrina


"Apa benar ini rumah bapak Jonathan El-Khasav"ucap laki-laki itu


"Iya itu suami saya,ada apa ya"jawab Sabrina


"Ini Bu ada paket atas nama bapak Jonathan El-Khasav"ucap laki-laki itu

__ADS_1


Sabrina menerima paket itu, setelahnya kurir itu pamit dan meninggalkan rumah Sabrina.


"Paket,tapi enggak ada nama pengirimnya"gumam Sabrina


Sabrina segera masuk kedalam rumah,dia menghampiri Jonathan yang masih menggendong Freya sambil mengajaknya bermain.


"Siapa yang datang?"tanya Jonathan


"Itu tadi ada kurir,ini mas ada paket buat kamu"jawab Sabrina


"Paket"ulang Jonathan


Sabrina menganggukkan kepalanya, Jonathan pun memberikan Freya kepada Sabrina, Jonathan membuka paket itu di dalam paket tersebut terdapat foto dan juga surat.


Halo Daddy,maaf ya Alfi sudah buat kecewa Daddy mungkin surat ini akan sampai ke Daddy saat Alfi sudah pergi ,Alfi cuman mau bilang Alfi sayang sama Daddy dan juga mommy.Alfi titip anak Alfi ya jaga anak Alfi dengan baik ,Daddy akan ada suatu hal dimana anak Alfi akan merasakan luka yang mendalam jadi Alfi mohon rahasiakan identitas anak Alfi sebelum dia berumur 23 tahu Alfi percaya Daddy bisa melakukannya.


                                               from alfi


Jonathan langsung menatap ke arah Freya yang tertawa bahagia di dalam gendongan Sabrina, Jonathan mengambil sebuah foto terdapat foto laki-laki yang berfoto bersama dengan Alfi dan foto laki-laki itu terdapat lingkaran warna merah.


"Apa Alfi punya musuh"batin Jonathan


🦋🦋


1 tahun sudah berlalu,kini Alfi sedang menatap sebuah keluarga yang sedang berziarah di sebuah makam.


"Assalamualaikum kak Alfi,Kiya sama yang lain datang lagi buat ziarah ke makam kak Alfi sama kak Melody dan Oma"ucap Kiya


"Alfi bukan hanya kami saja yang datang tapi Freya juga datang,dan ini kali pertamanya Freya datang ke makam kalian berdua"ucap Sabrina


Anak perempuan dengan rambut berwarna hitam legam sambil memegang bonekanya tersenyum ke arah gundukan tanah bertuliskan nama ALFI EL-KHASAV BIN JONATHAN EL-KHASAV.


Alfi tersenyum melihat Putrinya yang sudah tumbuh besar,bahkan tanpa terasa Alfi meneteskan air matanya saat melihat putri kecilnya itu.


Sabrina tersenyum dan memposisikan tubuhnya agar sejajar dengan tubuh Freya.


"Freya tahu ya kalo ini makam papa"ucap Sabrina


Namun Freya malah menunjuk ke arah depan sambil berucap kata papa.


"Papa"ucap Freya


Alfi langsung bersembunyi di balik pohon besar agar tidak ketahuan orang lain.


Semua orang langsung melihat ke arah yang di tunjuk Freya,namun mereka tidak melihat siapapun di sana.


"Sayang di sana enggak ada papa,papa Adinata di sini di sebelah opa di sana enggak ada orang sayang"ucap Jonathan


"Papa"ucap Freya


Freya masih terus saja mengucapkan kata papa sambil menghadap ke arah lain, semuanya menjadi bingung apa yang sebenarnya di lihat Freya dan kenapa Freya memanggilnya dengan sebutan papa.


Mereka semua langsung pergi meninggalkan pemakaman umum tersebut,saat semua orang sudah pergi Alfi berjalan berjalan mendekati pemakaman Alfi dan Melody.


"Biarkan mereka menganggap kalian tiada, sampai waktu yang tepat itu datang untuk menyelamatkan Freya dari musuh mu"ucap Alfi


"Maafin papa sayang,papa janji secepatnya kita akan berkumpul seperti dulu"ucap Alfi


Alfi berjalan meninggalkan pemakaman umum,Alfi berharap putrinya selalu dalam kondisi baik dan aman.


                                  🦋🦋


Sedangkan kini Alfi yang sedang menatap sebuah bingkai foto,bingkai tersebut terdapat foto seorang bayi cantik yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Apa kamu bertemu dengannya?"tanya Meira


"Ya aku bertemu dengannya,dia sangat cantik warna matanya sama seperti kamu, sedangkan wajahnya sangat mirip dengan aku waktu kecil"jawab Alfi


"Sampai kapan kita seperti ini,aku ingin bertemu dengannya aku juga ingin memeluknya"ucap Meira bahkan air matanya tidak dapat di bendung lagi


"Kita harus bersabar,belum waktunya kita bertemu dengannya"ucap Alfi


Meira  langsung terisak tangis,dia sangat ingin bertemu dengan malaikat kecilnya itu selama ini dirinya hanya melihat melalui sebuah foto, dirinya juga ingin memeluk malaikat kecilnya itu.


                           🦋🦋


Alfi sedang berdiri menatap sebuah rumah minimalis terlihat pintu rumah itu terbuka lebar menandakan pemilik rumah itu sedang berada di rumah.


"Pasti putri kecil papa bahagia tinggal di rumah ini"gumam Alfi


Kini pandangan Alfi tertuju pada seorang anak perempuan sekitar umur 1 tahun yang sedang berjalan keluar rumah.


"Papa"ucap Freya


Alfi tersenyum karena putri kecilnya mengenali dirinya jika dirinya adalah papanya,namun saat dirinya melihat sosok perempuan yang sangat dia sayangi Alfi langsung bersembunyi agar tidak ketahuan.


Freya mulai berjalan mendekati jalanan,Kiya yang melihat Freya berjalan menuju jalanan langsung berlari mendekati Freya.


"Freya"teriak Kiya sambil berlari


Kiya langsung memeluk tubuh Freya,Kiya bernafas lega karena berhasil menemukan Freya dan mencegah Freya ke jalanan.


"Ya Allah sayang,kamu kenapa jalan keluar rumah si bikin Mama khawatir nyari kamu tadi"ucap Kiya


"Papa"ucap Freya


"Kamu kangen sama papa, sebentar lagi papa pulang sayang Freya jangan buat mama khawatir lagi ya"ucap Kiya


Kiya langsung menggendong Freya masuk kedalam rumah, setelah mereka masuk kedalam rumah Alfi  keluar dari persembunyiannya,setelah lama menatap rumah Kiya dia langsung pergi begitu saja.


Namun tidak hanya dia saja ada seseorang yang berada di dalam mobil yang memperhatikan interaksi Kiya dan Freya.


"Jadi anak itu masih hidup,ternyata kamu mau bermain api dengan ku"ucap orang itu


                                     🦋🦋


Di sebuah rumah sederhana seorang perempuan yang baru saja selesai membuat makan siang.


"Assalamualaikum "ucap Alfi


"Wa'alaikumsalam,kamu sudah pulang mas"jawab Meira


"Alfi gimana kamu ketemu sama anak kita?"tanya Meira


Alfi menatap Meira dan mengangguk kepalanya.


"Iya tadi aku ketemu sama dia tapi hanya sebentar soalnya tadi ada Kiya"jawab Alfi


"Terus gimana kondisinya,dia baik-baik saja kan?"tanya Meira


"Dia baik bahkan sekarang dia sudah bisa berjalan "jawab Alfi


Meira tersenyum bahkan matanya sudah meneteskan air mata.


"Aku senang jika anak kita tumbuh dengan baik,tapi aku juga sedih karena melewatkan tumbuh kembangnya"ucap Meira


"Aku janji sama kamu secepatnya kita akan kembali dengan anak kita"ucap Alfi

__ADS_1


Meira menganggukkan kepalanya,Alfi membawa tubuh Meira kedalam pelukannya Alfi sudah berjanji dengan Meira dan dirinya sendiri untuk kembali bersama dengan anaknya secepatnya.


__ADS_2