Janji Cinta(Aku Hanya Untukmu)

Janji Cinta(Aku Hanya Untukmu)
19


__ADS_3

Sabrina perlahan menghampiri putranya yang sedang duduk di ruang tamu Sabrina mengusap tangan putranya itu.


"Al mommy harap kamu tidak serius untuk menceraikan Meira dia gadis baik mungkin saja dia dijebak oleh seseorang yang tidak menyukai dengan pernikahan kalian"ucap Sabrina


"keputusan Alfi sudah bulat mommy Alfi akan tetap menceraikan Meira Alfi tidak peduli lagi dengan Meira"ucap Alfi


Suara ponsel Alfi yang menandakan pesan masuk,Alfi membuka pesan itu dari nomor yang tidak kenal.


+625730xxxxxx


Jika Lo masih mau lihat istri Lo hidup buruan datang ke jalan Pamekasan no 14


Alfi mengerutkan keningnya siapa orang yang mengirimkan pesan kepada dirinya,apa benar terjadi sesuatu sama Meira.


"KAK ALFI"teriak Kiya


Alfi menutup telinga nya dengan kedua tangannya,Alfi melihat ke arah Kiya yang baru saja menuruni anak tangga.


"Kiya jangan teriak-teriak"ucap Sabrina


"Gawat mommy gawat kak Al "ucap Kiya


"Gawat kenapa si?"tanya Alfi


"Tadi aku dapat informasi dari teman aku katanya dia lihat kak Meira di bawa masuk sama orang-orang berpakaian serba hitam masuk rumah no 14 di jalan Pamekasan"ujar Kiya


Deg


Alfi terkejut mendengar ucapan Kiya barusan, alamat yang di bilang Kiya sama dengan alamat orang yang dikirimkan kepada Alfi.


"Jangan bercanda Kiya"ucap Sabrina


"Aduh mommy,Kiya itu enggak bercanda serius"jawab Kiya


Alfi langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari rumah, Jonathan baru saja pulang melihat Alfi yang sedang terburu-buru keluar rumah.


"Mau kemana Al?"tanya Jonathan


Namun Alfi tidak menggubris ucapan Jonathan,mobil Alfi langsung keluar dari pekarangan rumah dengan kecepatan tinggi.


"Mau kemana anak itu,kenapa nyetirnya harus ngebut"gumam Jonathan


Jonathan langsung masuk kedalam mobilnya dan mengikuti mobil Alfi dari belakang.


                             🦋🦋


Tubuh Meira masih terdiam di kolam renang,kini Meira tidak sadarkan diri.


"Kayanya gadis itu sudah mati"ucap laki-laki berkumis


"Biarin aja mati di kolam renang,kita tinggal aja lagian daerah sini sepi mana ada orang yang ketempat ini"ucap  laki-laki berjaket kulit


"Yakin nih kita tinggal?"tanya laki-laki berbadan kurus


"Yakin sudah"jawab laki-laki memakai jaket kulit

__ADS_1


Mereka mulai meninggalkan Meira di kolam renang,saat mereka membuka pintu untuk keluar ternyata di luar sudah banyak polisi dan juga bibi Laras.


"Jangan bergerak anda kami tangkap"ucap polisi


Mereka mengangkat tangan dan polisi mulai memborgol tangan mereka dan membawa ke mobil polisi,Alfi yang baru datang segera menghampiri bibi laras.


"Bi Laras"panggil Alfi


"Alfi,kamu disini?"tanya bibi Laras


"Iya,ini kenapa ada polisi?"tanya Alfi


"Bibi yang telfon polisi,tadi bibi dapat informasi dari teman bibi yang tinggal di sekitar sini katanya Meira di sekap disini"jawab bibi Laras


Alfi terkejut mendengarnya jadi benar Meira di sekap di tempat ini,Alfi langsung lari masuk kedalam mencari Meira.


"Alfi"panggilan jonathan saat melihat Alfi masuk kedalam rumah itu


"Bu Laras"panggil Jonathan


"Pak Jonathan"ucap bibi Laras


Bi Laras dan Jonathan segera menyusul Alfi yang masuk kedalam beserta beberapa polisi juga ikut masuk,Alfi menelusuri setiap sudut rumah itu.


"MEIRA"teriak Alfi


Alfi terus mencari Meira di setiap sudut rumah, hingga pandangan Alfi terarah kepada pintu kaca yang terhubung dengan kolam renang.


"Enggak mungkin Meira di kolam renang"gumam Alfi


Alfi segera menuju kolam renang, betapa terkejutnya Alfi melihat tubuh Meira yang tenggelam di kolam renang.


"MEIRA"teriak Alfi


Alfi membawa tubuh Meira ke permukaan kolam,Alfi berusaha menyadarkan Meira.


"Meira bangun Meira"ucap Alfi


Alfi berusaha membuat Meira sadar,bahkan Alfi memberikan nafas buatan untuk Meira.


"Aku mohon bangun Meira,aku mohon buka mata kamu"ucap Alfi


Jonathan dan bi Laras melihat Alfi di pinggir kolam yang sedang berusaha memberikan nafas buatan.


"Meira"ucap bi Laras


Bi Laras segera mendekati tubuh Meira yang pucat karena terlalu lama di dalam air.


"Meira bibi mohon bangun sayang hiks,bibi mohon bangun Meira"tangis bi Laras


Alfi mengecek nadi Meira,nadi Meira sangat lemah Alfi segera menggendong Meira ala bridal style dan segera membawanya ke rumah sakit.


                             🦋🦋


Di sebuah ruangan yang penuh dengan alat medis,dokter mulai mengobati luka-luka pada tubuh Meira.

__ADS_1


"Suster tolong pantau terus kondisi pasien"ucap dokter


"Baik dokter"jawab suster


Dokter mulai keluar dari ruang UGD,Alfi segera menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan kondisi Meira.


"Dokter bagaimana kondisi istri saya ?"tanya Alfi


Tanpa Alfi sadari dia masih mengakui jika Meira adalah istrinya.


"Kondisi pasien masih lemah,itu efek karena terlalu lama dalam kolam renang untung saja pasien cepat dibawa ke rumah sakit jika tidak mungkin nyawanya tidak akan selamat"jelas dokter


Alfi dan lainnya bernafas lega karena kondisi Meira baik-baik saja.


"Boleh saya melihat kondisinya dokter?"tanya Alfi


"Silahkan jika kalian ingin melihat kondisinya,kalo begitu saya permisi"jawab dokter


Dokter tersebut pergi meninggalkan mereka,Alfi segera masuk kedalam ruangan Meira terlihat jelas tubuh Meira sedikit membaik dari sebelumnya.


"Saya permisi dulu pak"ucap suster


"Terimakasih"ucap Alfi


Suster tersebut keluar dari ruangan Meira,Alfi mendekati Meira yang masih memejamkan matanya.


"Aku minta maaf,aku sudah jahat sama kamu gara-gara ke egois an aku kamu jadi kaya gini"ucap Alfi


Alfi memegang tangan Meira yang terpasang selang infus.


"Aku mohon bangun ya,aku harap saat kamu buka mata kamu enggak benci sama aku "ucap Alfi


Alfi mencium kening Meira dengan lembut,bahkan tanpa terasa air mata Alfi menetes begitu saja.


Alfi mulai berjalan keluar dari ruangan Meira,saat Alfi keluar dari ruangan Meira bi Laras dapat melihat kesedihan di wajah Alfi.


"Bibi tahu kalian saling mencintai,bibi harap setelah ini kalian bisa bersatu kembali dan tidak ada lagi masalah yang datang"batin bi Laras


Alfi terduduk di kursi tunggu dengan lesu, Jonathan melihat kondisi Alfi sekarang seakan-akan dirinya kembali pada saat dirinya merasa bersalah terhadap Sabrina hingga membuatnya kehilangan calon buah hatinya dulu.


hari semakin larut namun Alfi masih setia menunggu Meira walaupun dirinya menunggu di luar ruangan Meira.


"nak Alfi"panggil bi Laras


"bi Laras"ucap Alfi


perlahan bi Laras duduk di sebelah Alfi bi Laras melihat sorot mata Alfi yang begitu dalam dirinya yakin jika Alfi sangat dalam mencintai Melody.


"bibi tahu kamu pasti marah karena Meira sudah membohongi keluarga kamu ini semua rencana bibi,bibi lah yang merahasiakan identitas asli Meira untuk melindunginya dari tantenya yang jahat"ucap bibi Laras


"maksud bibi?"tanya Alfi


"kecelakaan itu bukan murni karena kelalaian pengemudi namun ada seseorang yang ingin mencelakai Melody, kecelakaan itu membuat wajah Melody rusak parah hingga bibi memberikan foto almarhumah putri bibi kepada dokter agar wajah Melody di operasi menjadi wajah almarhumah putri bibi,bibi mengganti nama Melody menjadi Meira agar orang-orang tidak tahu jika dia adalah Melody "jawab bibi Laras


"jadi benar kalo Meira adalah Melody"batin Alfi

__ADS_1


"bibi harap kamu tidak membenci Melody dia sudah banyak menderita bibi tidak mau dia lebih menderita karena dibenci oleh orang yang dia cintai apalagi kamu adalah teman masa kecilnya kalian tumbuh bersama bibi yakin kalian masih saling menyayangi satu sama lain"ucap bibi Laras


kini Alfi terdiam apa yang harus dia lakukan apakah dirinya akan bertahan di sisi Meira atau tetap melanjutkan untuk menceraikan Meira.


__ADS_2