
Di perjalanan pulang mereka berdua hanya diam,ya setelah acara selesai Alfi mengantar Meira untuk pulang.
"Saya minta maaf"ucap Alfi
Meira menoleh ke rah Alfi yang sedang fokus menyetir.
"Minta maaf buat apa?"tanya Meira
"Minta maaf soal tadi,saya tidak menduga kalo kedua orangtua saya bakal berpikir sejauh itu"jawab Alfi
Meira tersenyum dia kembali menatap ke arah depan.
"Wajar jika orangtua ingin melihat anaknya bahagia, apalagi melihat anaknya sudah berumah tangga"ujar Meira
"Kamu benar semua orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya"ucap Alfi
Mereka terdiam setelah pembicaraan itu ,hingga Alfi kembali membuka obrolan.
"Akan saya pastikan kamu tidak akan terlibat didalam hal ini,saya akan mencari cara untuk membatalkan keinginan kedua orangtua saya"ucap Alfi
Meira menatap Alfi,tiba-tiba dadanya terasa sesak saat mendengar Alfi akan membatalkan keinginan kedua orangtua nya.
"Aku harap kamu tidak melakukan nya Alfi,hanya kamu harapan aku satu-satunya"batin Meira
__ADS_1
Mereka kembali terdiam,Alfi masih fokus ke depan sedangkan Meira dia terus menatap wajah Alfi yang sedang fokus menyetir lalu dia kembali menatap ke depan.
🦋🦋
Kini mobil Alfi berhenti di depan rumah sederhana,ya rumah itu kontrakan Meira dan bibinya.
"Terimakasih ya sudah mau ngantar saya"ucap Meira
"Sama-sama,Meira jangan terlalu dipikirkan soal ucapan kedua orangtua saya tadi, akan saya usahakan semaksimal mungkin untuk menggagalkan nya"ujar Alfi
Meira hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya,lalu dia turun dari mobil Alfi ,setelahnya mobil Alfi berjalan meninggalkan halaman rumah Meira.
"Aku berharap kamu menerima permintaan kedua orangtua kamu Alfi,mau sekuat apapun usaha untuk memisahkan kita jika kamu ditakdirkan untuk aku begitupun sebaliknya maka akan selamanya begitu"batin Meira
Kini Alfi baru saja sampai di rumahnya,dia langsung menemui kedua orangtuanya yang sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Wa'alaikumsalam"jawab semuanya
"Gimana kamu antar Meira sampai rumahnya kan?"tanya Sabrina
"Iya mommy,Alfi antar sampai rumah kok"jawab Alfi
"Oiya Al Daddy pikir-pikir lagi besok acara lamaran kamu sama Meira,terus Minggu depannya acara pernikahan nya"ucap Jonathan
__ADS_1
Alfi di buat terkejut dengan ucapan Daddy nya,kenapa tiba-tiba sudah di tentukan saja tanpa meminta persetujuan dirinya.
"Tapi Daddy kenapa cepat sekali,kenapa enggak nunggu berapa bulan gitu kenapa harus Minggu depan"ucap Alfi
"Karena lebih cepat lebih baik,kamu jangan membantah ucapan Daddy dan keputusan Daddy tidak bisa di tawar lagi"tegas Jonathan
Alfi benar-benar merasa kesal dengan Daddy nya,dia langsung meninggalkan tempat itu dan segera naik ke lantai atas.
"Kasian Kak Al pasti bingung banget sekarang,kalo kak Al sampai menikah dengan kak Meira gimana ya"batin Kiya
"Kiya mau ke kamar dulu ya mommy Daddy"pamit Kiya
Kiya segera menuju lantai atas,kini hanya tersisa Jonathan dan Sabrina jujur Sabrina juga keberatan dengan keputusan Jonathan tapi dirinya tidak bisa membantah ucapan Jonathan.
di kamar Alfi terlihat kesal dengan Daddy nya bahkan dirinya sudah mengacak-acak isi kamarnya,Kiya baru saja membuka pintu kamar Alfi dan hampir saja Kiya terkena lemparan bantal dari Alfi.
"kak Al"ucap Kiya
Alfi menatap ke arah Kiya perlahan Alfi terduduk di lantai sambil menatap ke arah jendela balkon kamarnya, perlahan Kiya berjalan ke arah Alfi dan duduk di sebelah Alfi.
"aku tahu ini semua berat untuk kak Al tapi aku yakin kak Al pasti bisa melewati ini semua"ucap Kiya
"kenapa kamu begitu yakin Kiya"ucap Alfi
__ADS_1
"entah kenapa aku merasa jika kak Meira itu sama seperti kak Melody dari sikapnya dan juga tutur katanya itu sama persis dengan kak Melody"jawab Kiya
Alfi hanya diam dirinya juga merasakan hal yang sama seperti Kiya dirinya merasa jika ada sosok Melody di dalam diri Meira.