
setelah kejadian itu hubungan Meira dan Alfi mulai merenggang seperti pagi ini terlihat Alfi yang begitu dingin dengan Meira.
"mas aku sudah buatkan sarapan buat kamu kita sarapan dulu ya"ucap Meira
"aku sarapan di luar aja sekalian aku mau ketemu sama Klayen"jawab Alfi
"tapi mas aku sudah buatin kamu sarapan"ucap Meira
"kamu dengar enggak sih aku bilang aku sarapan di luar aja,lagian aku juga enggak minta kamu untuk menyiapkan ini semua"ucap Alfi
"kenapa kamu berubah mas kenapa kamu jadi kaya gini "ucap Meira dengan nada sendu
"kamu mau tahu kenapa aku berubah itu semua karena kamu "ucap Alfi
"aku"lirih Meira
"ya kamu jika kamu mau berkata jujur siapa sebenarnya kamu dan kenapa kamu bisa mempunyai semua barang-barang milik Melody"ucap Alfi
"mas aku sudah bilang kan sama kamu kalo aku itu memang Melody mas kenapa kamu enggak pernah percaya sih mas"ucap Meira
"kalo begitu buktikan jika kamu memang benar Melody "ucap Alfi
Alfi pergi begitu saja meninggalkan Meira sakit sekali rasanya orang yang dia cintai tidak dapat mengenali dirinya.
"andai saja kecelakaan itu tidak membuat wajah asli aku rusak mungkin kamu akan percaya dengan aku Al"batin Meira
kini di sebuah rumah mewah seorang wanita paruh baya sedang berjalan menuju dapur.
"Bik inem "panggil wanita paruh baya
"Iya nyonya Rosa ,ada apa?"tanya Bik inem
"Tolong kamu ke depan ambil paket saya"jawab Tante Rosa
"Baik nyonya"ucap Bik inem
Saat bik inem pergi Tante Rosa melihat ponsel bik inem yang di atas meja.
"Saya penasaran akhir-akhir ini inem sering banget bawa ponselnya kemana-mana"ucap Tante Rosa
Tante Rosa membuka ponsel bik inem dan mengecek setiap pesan dan panggil telpon,sebuah nama yang membuat Tante Rosa terkejut.
"Melody"lirih Tante Rosa
"Jadi Melody masih hidup dan selama ini inem terus berhubungan dengan Melody,tidak akan aku biarkan Melody hidup"batin Tante Rosa
Seorang laki-laki mendatangi seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri di taman.
"Siang bos"ucap laki-laki itu
"Saya mau kamu cari tahu perempuan ini,dan laporkan informasi apapun tentangnya sekecil apapun informasi itu sampaikan kepada saya"ucap wanita paruh baya
"Baik bos"ucap laki-laki itu
Laki-laki itu segera pergi meninggalkan wanita paruh baya itu, wanita paruh baya itu melepas kaca mata dan maskernya.
__ADS_1
"Melody sebentar lagi nasib kamu akan sama dengan kedua orang tua kamu"ucap Tante Rosa
perempuan itu adalah Tante Rosa dia berencana untuk mengusik Melody.
🦋🦋
Meira baru saja selesai belanja buah untuk dia bawa ke rumah bibi Laras,ya hari ini Meira akan ke rumah bibi Laras.
"Udah lama enggak ke rumah bibi Laras,jadi kangen banget semoga aja bibi Laras suka sama buah yang aku bawa"ucap Meira
Meira segera masuk ke dalam mobil,ya mobil yang dibeli Alfi waktu itu untuk Meira namun Meira tidak bisa menyetir mobil kini harus pakai sopir untuk mengantar Meira kemanapun.
"Jadi enggak sabar buat ketemu sama bi Laras,kangen juga sama suasana rumah bi Laras"ucap Meira
Mobil Meira baru saja berhenti di depan rumah kontrakan bibinya,Meira segara turun dan mengetuk pintu rumah kontrakan bibinya.
Tok
Tok
"Assalamualaikum bi laras"ucap Meira
Tok
Tok
"Assalamualaikum bi Laras"ucap Meira
Meira terus mengetuk pintu rumah kontrakan bibinya namun tidak ada sahutan sama sekali dari dalam.
Seorang anak kecil datang menghampiri Meira.
"Kakak cari bibi laras ya"ucap anak kecil itu
"Iya ,adik tahu bibi Laras kemana?"tanya Meira
"Ini ada surat buat kakak"ucap anak kecil itu
Meira mengambil surat itu dari tangan anak kecil itu, tiba-tiba anak kecil itu langsung lari meninggalkan Meira.
"Surat dari siapa,apa ini surat dari BI Laras"gumam Meira
Meira membuka surat itu dan mulai membaca isi suratnya,Meira sangat terkejut membaca isi surat itu.
Jika kamu ingin melihat bibi mu hidup maka datanglah ke bangunan tua di jalan kenari no 23
"Siapa yang mengirim surat ini,kenapa mereka menangkap bi laras"batin Meira
Meira segera menuju mobilnya dan segera menuju alamat yang di tulis di surat itu.
"Pak kita ke jalan kenari ya pak"ucap Meira
Sopir tersebut mengangguk kepalanya dan segera menjalankan mobilnya menuju alamat yang di tuju,Meira sekarang sangat cemas dengan kondisi bibinya.
"Semoga saja bi Laras baik-baik saja"batin Meira
__ADS_1
kini Meira baru saja sampai di alamat yang tertulis di kertas tadi sebuah bangunan yang di penuhi rumput liar.
Semoga saja bi Laras baik-baik saja di dalam"ucap Meira
Meira segera masuk ke dalam bangunan tua itu,saat Meira masuk dia melihat bi Laras yang di ikat di kursi dengan mulut yang di sumpal kain.
"Bi Laras"ucap Meira
Meira segera menuju ke bibinya dan membuka ikatan tali yang mengikat tubuh bi Laras.
Prok
Prok
"Akhirnya kamu datang"ucap seseorang dari arah samping
Meira melihat ke arah itu perlahan orang itu mendekati Meira dan bibinya,Meira terkejut melihat siapa orang itu.
"Tante Rosa"lirih Meira
"Halo Melody,apa kabar kok kamu enggak bilang kalo kamu masih hidup"ucap Tante Rosa
"Kenapa Tante Rosa lakuin ini sama bi Laras,kenapa Tante Rosa bisa sejahat ini"ucap Meira
"Melody kamu tahu kehadiran kamu itu bisa menghancurkan rencana saya"ucap Tante Rosa
"Kenapa Tante jahat sama aku,kenapa Tante bisa Setega ini sama aku"ucap Meira dengan mata yang berkaca-kaca
"Kamu tahu saya itu tidak suka dengan mama kamu dan juga kamu,karena mama kamu sudah merebut orang yang saya cintai"ucap Tante Rosa
"Maksud Tante Rosa apa?"tanya Meira
"Harusnya saya yang jadi istri papa kamu sekaligus ahli waris dari kelurga saya,tapi semua karena mama kamu semuanya berantakan mama kamu memang adik kandung saya tapi saya tidak suka dengannya"ujar Tante Rosa
"Seharusnya Tante tidak melakukan ini,atau jangan-jangan kecelakaan mama sama papa waktu itu rencana Tante juga"ujar Meira
"Iya itu semua rencana Tante, termasuk kecelakaan kamu harusnya kamu juga mati tapi sayangnya kamu malah hidup dan itu membuat saya semakin benci sama kamu"ucap Tante Rosa
Air mata Meira sudah tidak dapat dia bendung,Meira sangat kecewa dengan tantenya.
"Tante Rosa jahat,bahkan dengan bodohnya aku dulu percaya dengan ucapan Tante Rosa dan aku percaya kalo Tante rosa sayang sama aku ternyata itu semua hanya sandiwara"ucap Meira dengan menatap Tante Rosa dengan tatapan kecewa
"Tante enggak peduli,kamu lihat bibi kesayangan kamu itu"ucap Tante Rosa sambil menunjuk ke arah bibi Laras yang masih pingsan
"Jika kamu masih sayang dengan dia maka tinggalkan keluarga El-Khasav, terutama Alfi"bisik Tante Rosa
Deg
Meira terdiam bagaimana mungkin dirinya meninggalkan keluarga yang sangat menyayangi nya,apalagi harus meninggalkan Alfi orang yang paling berharga dalam hidupnya.
"Jangan pernah bawa-bawa keluarga El-Khasav,jika Tante memang mau aku pergi aku akan pergi Tante memang mau cuman mau harta kan ambil saja semuanya aku enggak akan pernah minta sedikit pun harta itu dari Tante"ucap Meira dengan amarah
"Sekarang kamu berani ya sama Tante,jika kamu tidak meninggalkan keluarga El-Khasav maka mereka yang akan meninggalkan kamu bahkan kamu akan kehilangan Alfi untuk selamanya"ujar Tante Rosa
Meira menatap Tante Rosa dengan tatapan terkejut,apalagi yang akan dilakukan tante Rosa terhadap Alfi dan keluarganya pikir Meira.
__ADS_1