
Kini semenjak kepergian Melody sikap Alfi berubah, dia menjadi laki-laki yang dingin bahkan dia sering menyibukkan dirinya.
"Al nanti kamu pulang jam berapa?"tanya Sabrina
"Al lembur mommy"jawab Alfi
Sabrina menatap putranya itu yang terlihat berbeda dari biasanya,dia lebih banyak diam dan mengurung diri.
"Nanti mau mommy antar makan siang ke kantor "tawar Sabrina
"Enggak usah mommy ,nanti Al makan di luar aja sekalian meeting sama klayen"jawab Alfi
"Yasudah ,kamu harus jaga kesehatan Al jangan Samapi sakit "ucap Sabrina
"Iya mommy"jawab Alfi
Sedangkan di sisi lain seorang perempuan baru saja turun dari angkutan umum dan berhenti di sebuah rumah mewah.
"Wah rumahnya besar juga "gumam perempuan itu
Perempuan itu segera memanggil penjaga rumah yang sedang duduk di pos.
"Permisi pak"ucap perempuan itu
Satpam itu segera menghampiri perempuan itu.
"Ada yang bisa saya bantu mbak"ucap satpam
"Begini pak saya mau tanya apa benar alamat ini di sini?"tanya perempuan itu
Satpam itu melihat alamat yang tertulis di kertas putih itu.
"Benar mbak rumah ini milik keluarga El-Khasav,ada perlu apa ya mbak"ucap satpam
"Begini pak saya mau antar pesanan bunga atas nama Bu Sabrina,benar kan ini rumahnya"ujar perempuan itu
"Benar mbak ,kalo begitu silahkan masuk kebetulan Bu Sabrina ada di dalam"jawab satpam
Perempuan itu mengikuti satpam untuk masuk kedalam rumah besar itu, sungguh isi rumah itu terlihat mewah mungkin perabotan di rumah ini memiliki harga yang mahal pikir perempuan itu.
"Maaf Bu ini ada orang yang mau menghantarkan bunga pesanan ibu"ucap satpam
__ADS_1
"Astaga saya sampai lupa kalo ada yang mau hantar bunga,langsung di bawa ke taman samping rumah aja mbak"ujar Sabrina
"Baik Bu"jawab perempuan itu
Deg
Alfi menghentikan gerakannya yang sedang menikmati sarapannya, dia langsung menatap perempuan penghantar bunga itu, pandangan mereka bertemu cukup lama hingga perempuan itu memutus kontak mata mereka.
Saat perempuan itu akan berjalan menuju tempat yang di bilang Sabrina,tiba-tiba Jonathan menghentikan langkahnya.
"Tunggu"ucap Jonathan
Perempuan penghantar bunga itu berhenti dan menghadap ke arah Jonathan.
"Ada apa ya pak"ucap perempuan penghantar bunga itu
"Siapa nama kamu?"tanya Jonathan
"Nama saya Meira "jawab Meira
"Daddy ini kenapa kepo banget si "ucap Kiya
"Bukan kepo Kiya, Daddy cuman mau tanya aja siapa tahu nanti toko bunga milik Meira bisa jadi langganan mommy kamu"jawab Jonathan
Meira menganggukkan kepalanya, dia langsung membawa bunga-bunga itu ke taman samping rumah Sabrina dan menatanya dengan rapi.
Sedangkan Alfi dia merasa tidak asing dengan suara Meira entah kenapa mendengar suara Meira dan saat melihat bola mata milik Meira dirinya teringat akan sosok Melody.
🦋🦋
Kini Alfi sedang mengadakan meeting dengan klayen nya di sebuah kafe.
"Saya sangat puas bekerjasama dengan perusahaan anda tuan Alfi "ucap klayen Alfi
"Syukurlah kalo anda sangat puas bekerjasama dengan perusahaan saya,dan soal kontrak besok saya akan kirimkan surat kontraknya kalo begitu saya pamit tuan Johan"ucap Alfi
"Terimakasih tuan Alfi, akan saya tunggu surat kontrak dari anda"ucap tuan Johan
Setelah mereka berjabat tangan Alfi dan sekertaris nya segera meninggalkan kafe itu,namun pandangan nya tertuju pada toko bunga di seberang jalan seorang perempuan yang sama yang datang ke rumahnya tadi pagi.
"Kamu kembali ke kantor duluan saya masih ada urusan"ucap Alfi
__ADS_1
"Baik pak kalo begitu saya permisi"jawab sekertaris Alfi
Setelah sekertaris nya pergi Alfi segera mendatangi toko bunga di seberang jalan,dia melihat perempuan itu yang sangat telaten menata bunga-bunga itu.
"Permisi"ucap Alfi
Perempuan itu langsung menoleh ke arah Alfi ,perempuan itu terkejut melihat Alfi yang ada di hadapannya.
"Alfi"lirih Meira
Mata Meira mulai berkaca-kaca hal itu membuat Alfi mengerutkan keningnya, pasalnya bagaimana Meira tahu nama dirinya bahkan dirinya belum mengenalkan namanya.
"Bagaimana kamu tahu nama saya?"tanya Alfi
Seketika Meira terkejut bagaimana dirinya bisa keceplosan memanggil nama Alfi.
"Ah i-itu saya.."
"Mbak saya mau beli bunga mawar ini"potong pembeli
"Baik Bu"jawab Meira
Meira segera melayani pembelinya,dirinya bernafas lega karena ada pembeli yang menyelamatkan dirinya dari pertanyaan Alfi.
                  🦋🦋
Sedangkan kini Sabrina dan Jonathan dalam perjalanan untuk pulang setelah dari pemakaman mama Jonathan, ya saat Kiya masuk SD mama Jonathan meninggal dunia karena sakit.
"Aku enggak tega melihat Alfi seperti ini terus, aku merasa Alfi berubah setelah kepergian Melody"ucap Sabrina
"Aku juga merasakan hal yang sama apa perlu kita mencarikan pengganti untuk Melody"ujar Jonathan
"Tapi siapa yang akan menjadi pengganti Melody ?"tanya Sabrina
Jonathan terdiam ,dia juga bingung siapa perempuan yang akan menggantikan Melody dan cocok untuk menjadi pendamping putranya itu.
"Apa perlu kita ikutkan Alfi biro jodoh"ucap Jonathan
Sabrina tercengang dengan ucapan Jonathan, bagaimana bisa pikiran itu terlintas di pikiran Jonathan.
"Enggak-enggak aku enggak setuju ,biro jodoh itu belum tentu akurat iya kalo perempuan itu baik kalo jahat gimana kita juga yang rugi"ucap Sabrina
__ADS_1
"Ya terus gimana, kalo kita jodohkan Alfi dengan anak rekan bisnis aku pasti dia akan terang-terangan menolak"jawab Jonathan
Sabrina juga bingung kira-kira siapa perempuan yang cocok menjadi pendamping Alfi nanti.