
Kini Alfi sedang menunggu Meira saat dia pulang ternyata Meira tidak berada di rumah.
"Kemana si kamu Meira kenapa nomor kamu enggak aktif"gumam Alfi
Alfi masih berusaha menghubungi Meira namun hasilnya masih tetap sama nomor Meira tidak aktif.
"Kemana kamu si Meira"gumam Alfi
Sebuah notifikasi masuk kedalam ponsel Alfi,sebuah pesan singkat namun berhasil membuat Alfi terkejut sekaligus khawatir.
Kalo mau anak sama istri Lo selamat temui gua sekarang di jalan kenari no.25
"Sial,pasti anak buah Raka sudah culik freya sama Meira"ucap Alfi
Alfi segera menuju alamat yang dikirim orang itu, sedangkan kini Jonathan dan Adinata sedang berusaha mencari Freya.
"Kamu yakin ini jalan tempat Freya di culik?"tanya Jonathan
"Iya Daddy tadi Adinata minta teman adinata untuk melacak mobil itu dan titik mobil itu di jalan kenari ini"jawab Adinata
Kini Alfi berjalan masuk kedalam ruangan itu,ruangan itu terlihat Meira yang sedang duduk di kursi dengan tubuh terikat.
"Meira"lirih Alfi
Meira menatap ke arah Alfi dengan tersenyum,Alfi segera mendekati Meira dan melepas semua tali yang mengikat tubuh Meira.
"Sayang kamu enggak apa-apa kan,Raka sama anak buahnya enggak lukai kamu kan?"tanya Alfi
"Aku baik-baik saja Al,tapi Freya masih sama Raka"jawab Meira
Suara langkah kaki membuat keduanya menoleh ke arah pintu masuk.
"Wauw, pertemuan yang mengharukan"ucap Raka
"Mana anak gua Raka"dingin Alfi
"Sabar dong Al,kan Lo baru datang masa mau langsung pergi saja kita main-main lah sebentar"ucap Raka
"Mau Lo apa dari gua,gua bakal kasih apapun buat Lo asalkan Lo jangan pernah ganggu keluarga gua"ucap Alfi
"Lo mau tahu apa yang gua mau dari Lo,gua mau Lo mati Alfi"ucap Raka dengan menekankan kata mati.
"Asala Lo tahu gara-gara Lo gua harus kehilangan Adik kesayangan gua"dingin Raka
"Adik,gua enggak tahu soal adik Lo"jawab Alfi
"Citra,Lo pasti ingat nama itukan"ucap Raka
Deg
Alfi terdiam nama itu adalah nama perempuan yang terang-terangan mengutarakan isi hatinya bahkan meminta dirinya meninggalkan Melody.
Flashback On.
Alfi baru saja keluar dari ruangan OSIS, seorang perempuan cantik berambut pendek menghampiri dirinya.
"Kak Alfi"sapa perempuan itu
Alfi menoleh ke arah perempuan itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Citra,kamu di sini"ucap Alfi
Ya perempuan itu adalah Citra, perempuan yang selalu mendekati Alfi bahkan dirinya pernah terang-terangan mengutarakan isi hatinya ke pada Alfi.
"Bisa bicara sebentar kak"ucap Citra
"Iya bisa,mau bicara soal apa?"tanya Alfi
"Kak Alfi,kak Al tahukan kalo aku suka sama kak Alfi"ucap Citra
Alfi hanya diam, Citra memegang tangan Alfi hal itu membuat Alfi menatap tangan Citra.
"Kak Al mau enggak ninggalin kak Melody terus kak Al jadi pacar aku"ucap Citra
Alfi langsung menarik tangannya dari genggaman Citra.
"Citra sudah berapa kali aku bilang aku cuman anggap kamu seperti seorang adik,dan soal Melody maaf aku enggak bisa ninggalin dia bahkan aku enggak akan pernah meninggalkan dia"ucap Alfi
"Tapi aku cinta sama kak Alfi,aku enggak mau kak Alfi sama kak Melody"ucap Citra dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
"Cukup Citra,jangan buat aku ilfiel dengan sikap kamu ini dan kamu harus tahu sampai kapanpun aku enggak akan pernah meninggalkan Melody"tegas Alfi
Alfi meninggalkan Citra yang masih menangis dengan menatap punggung Alfi yang mulai menjauh.
Flashback off.
"Bagaimana sudah ingat dengan nama itu"ucap Raka
"Gua enggak pernah nyakitin adik Lo,oke gua tahu adik Lo suka sama gua bahkan dia pernah minta secara terang-terangan untuk gua meninggalkan Melody tapi gua enggak akan melakukan hal bodoh itu"ucap Alfi
"Karena penolakan Lo adik gua bunuh diri dan hal itu membuat nyokap gua depresi sampai meninggal"ucap Raka dengan emosi
Deg
" Dan hari ini gua mau membalaskan dendam gua karena kematian adik gua"dingin Raka
Bugh
Raka langsung menyerang Alfi begitu saja,Alfi yang belum siap pun terkena pukulan tepat di wajahnya.
"Lawan gua Alfi"ucap Raka
Raka kembali menyerang Alfi namun kali ini Alfi bisa menangkis setiap serangan Raka,hingga kini Raka sudah kehabisan tenaga melawan Alfi.
"Raka gua enggak mau lukai Lo,Lo harus bisa berdamai dengan keadaan Lo sekarang"ucap Alfi
"Enak saja gua enggak akan pernah menyerah gitu saja sebelum Lo mati Alfi"ucap Raka
Raka mengeluarkan pistol dari balik jas nya,Alfi terkejut yang melihat Raka mengarahkan pistol kepada dirinya.
"Raka gua mohon taruh pistol Lo sekarang"ucap Alfi
"Kenapa,Lo takut kalo gua tembak Lo dengan pistol ini"ucap Raka
Alfi masih diam dengan menatap pistol tersebut,suara langkah membuat Alfi dan Raka terdiam.
"Jangan bergerak tempat ini sudah terkepung"ucap polisi
"Pengecut Lo Al bawa-bawa polisi"ucap Raka
__ADS_1
"Gua enggak pernah telpon polisi,gua enggak tahu kenapa polisi kesini"jawab Alfi
Raka mengerutkan keningnya jika bukan Alfi yang memanggil polisi lalu siapa pikir Raka.
Jonathan dan Adinata masuk kedalam ruangan itu, Jonathan terdiam melihat sosok laki-laki yang sangat dia rindukan.
"Alfi"lirih Jonathan
Alfi terdiam dia meneteskan air matanya,kini Alfi kembali melihat wajah Daddy nya orang yang sangat dia rindukan selama ini.
"Jangan bergerak,letakkan senjata anda"ucap polisi
Perlahan Raka menurunkan pistolnya, polisi segera menangkap Raka dan anak buahnya.
"Alfi"ucap Meira
Meira langsung memeluk tubuh Alfi,Alfi membalas pelukan Meira dengan erat Alfi bersyukur Meira dan anaknya baik-baik saja.
"Alfi"ucap Jonathan
Perlahan Alfi melepaskan pelukannya,mereka berdua menatap ke arah Jonathan dan Adinata.
"Daddy"lirih Alfi
Jonathan langsung memeluk tubuh Alfi dengan erat bahkan dirinya meneteskan air matanya,Alfi membalas pelukan Daddy nya.
"Ini bukan mimpi kan Al,kamu beneran masih hidup"ucap Jonathan
"Iya Daddy Alfi masih hidup,ini semua bukan mimpi"jawab Alfi
Jonathan melepas pelukannya dia mengusap wajah Alfi memastikan jika di hadapannya ini memang putranya.
"Kenapa kamu Melakukan ini semua,jika kamu bilang sama Daddy pasti Daddy akan membantu kamu jangan pernah kamu melakukan sendiri Alfi ada Daddy, Daddy siap kapanpun kamu butuh Daddy pasti Daddy akan selalu ada buat kamu"ucap Jonathan
"Alfi minta maaf Daddy,Alfi tidak mau menyusahkan kalian semua dan Alfi berterimakasih sama Daddy dan Adinata karena sudah mau merawat Freya dengan baik"ucap Alfi
"Dasar anak nakal,pasti mommy kamu senang melihat kalian masih hidup"ucap Jonathan
Seorang polisi mendekati mereka dengan menggendong seorang anak perempuan.
"Permisi ini putri anda"ucap polisi
Alfi segera menerima tubuh Freya dari polisi tersebut dan menggendongnya.
"Terimakasih pak "ucap Alfi
"Sama-sama ini sudah tugas kami,kalo begitu saya permisi selamat siang"ucap polisi
"Siang"ucap Alfi
Alfi tersenyum ke arah Freya yang juga menatapnya,Meira memegang tangan kecil milik putrinya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hai sayang, sekarang Freya sudah enggak sendiri lagi sekarang papa sama Mama akan selalu ada buat Freya"ucap Alfi
"Papa"satu kata yang keluar dari mulut Freya yang membuat Alfi meneteskan air mata
"Iya sayang ini papa "ucap Alfi
"Mama"ucap Freya sambil menunjuk ke arah Meira
__ADS_1
"Iya sayang ini mamanya Freya"ucap Meira
Kini kebahagiaan Alfi dan Meira sudah kembali,dan kini Alfi bersyukur dirinya masih bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan anaknya.