
Hari ini keluarga Alfi akan datang ke rumah Meira untuk melamar Meira.
"Saya tidak menyangka, jika saya bisa bertemu langsung dengan pak Jonathan dan Bu Sabrina"ucap bibi Laras
"Kami senang akhirnya kami bisa bertemu dengan keluarga Meira"ucap Sabrina
"Kita langsung ke intinya saja,begini Bu Laras kedatangan kami kemari untuk melamar nak Meira untuk menjadi pendamping anaknya saya Alfi"ucap Jonathan
Alfi melirik ke arah Meira yang terus menundukkan kepalanya.
"Kalo soal itu saya menyerahkan semuanya kepada keponakan saya, bagaimana pun dia yang akan menjalaninya, bagaimana Meira kamu mau menerima lamaran nak Alfi"ucap bibi laras
Meira hanya diam jujur dirinya bingung harus menerima atau tidak,Meira melirik ke arah Alfi dia melihat Alfi mengangguk pelan untuk memberi kode kepada Meira agar menerimanya.
"Sa-saya terima lamaran dari mas Alfi"jawab Meira
Semua orang bernafas lega karena Meira menerima lamaran Alfi.
"Syukurlah Meira mau menerima lamaran putra kami,dan acara pernikahan nya Minggu depan "ucap Jonathan
Bibi Laras terkejut kenapa acara pernikahan nya harus secepat ini.
"Maaf pak Jonathan apa tidak kecepatan?"tanya bibi Laras
"Saya rasa tidak Bu lebih cepat lebih baik, apalagi mereka sudah saling kenal juga"jawab Jonathan
Kini Meira dan bibinya hanya pasrah dengan hari pernikahan nya, apalagi semuanya sudah di atur oleh keluarga Alfi.
🦋🦋
Malam ini Alfi sedang menikmati indahnya malam di balkon kamarnya.
"Andai saja kamu masih disini Mel,ini semua tidak akan terjadi,dan aku tidak perlu pura-pura menjalin hubungan dengan orang lain"ucap Alfi
Pintu kamar Alfi terbuka ,Alfi segera menoleh ke arah belakang ternyata yang datang mommy nya.
"Mommy"ucap Alfi
"Mommy kesini mau bicara sama kamu"ucap Sabrina
"Mau bicara apa mommy?"tanya Alfi
__ADS_1
"Apa kamu yakin untuk menikah dengan Meira?"tanya Sabrina
Alfi terkejut kenapa tiba-tiba mommy nya bertanya seperti itu pikir Alfi.
"Kenapa mommy bertanya seperti itu?"tanya Alfi
"Mommy hanya ingin memastikan jika kamu tidak terpaksa dalam memilih pasangan kamu, mommy tahu kamu belum bisa melupakan Melody bahkan hati kamu nantinya juga akan sulit untuk menerima Meira, karena hati kamu sudah milik Melody"jawab Sabrina
Alfi terdiam dia memang membenarkan ucapan mommy nya, jika boleh jujur dirinya juga takut jika suatu saat melukai perasaan Meira.
"Mommy tidak akan memaksa kamu untuk menjawabnya,kamu sudah besar Al kamu tahu mana yang baik dan tidak untuk diri kamu"ucap Sabrina
"Mommy Alfi yakin suatu saat nanti Alfi akan mencintai Meira walaupun nantinya akan sulit,Alfi akan berusaha mencintai Meira"jawab Alfi
Sabrina tersenyum dia memeluk tubuh Alfi,entah dari mena Alfi bisa mengucapkan kata-kata itu bahkan dirinya juga heran dengan ucapannya kenapa dirinya bisa berucap seperti itu.
🦋🦋
Kini tinggal menunggu hari mendekati hari pernikahan Alfi dan Meira,kini Alfi dan Meira sedang fiting baju pengantin.
"Selamat datang di butik kami, silahkan di lihat-lihat beberapa model baju pengantin nya"ucap pelayan butik
"Kebetulan sekali baru saja ada model terbaru di butik kami,akan saya ambilkan"jawab pelayan butik
Pelayan butik itu pergi untuk mengambil kebaya pengantin yang dia maksud.
"Kenapa mas Alfi terlihat antusias untuk memilih baju pengantin nya"ucap Meira
Alfi menoleh ke arah Meira ,dia menatap wajah Meira .
"Masasi perasaan biasa aja"jawab Alfi
"Mas Alfi itu kelihatan banget kalo semangat nya memilih baju pengantin, buktinya mas Alfi mau yang terbaik bahkan disini banyak Lo baju pengantin nya tapi mas Alfi lebih memilih keluaran terbaru dari butik ini"ujar Meira
"Enggak lah perasaan kamu aja kali,lagian pernikahan ini cuman sandiwara dan kita sudah sepakat pernikahan ini bukan pernikahan selamanya hanya sesaat cuman 3 bulan"ucap Alfi
Meira terdiam sakit entah mengapa rasanya sakit saat Alfi mengucapkan kata-kata itu.
"Sakit Al rasanya aku ingin cepat pergi dari tempat ini agar aku tidak lebih sakit lagi menerima kenyataan kalo pernikahan kita hanya sandiwara"batin Meira
"Gua sendiri juga bingung jujur gua juga merasakan kalo gua sangat antusias memilih baju pengantin itu seakan-akan gua akan menikah dengan orang yang gua cinta"batin Alfi
__ADS_1
🦋🦋
Meira baru saja sampai dirumahnya di antar Alfi,dia segera masuk ke dalam kamar nya.
"Capek banget "ucap Meira
Saat dirinya sedang merebahkan tubuhnya di kasur,dia memikirkan ucapan Alfi tadi 3 bulan apakah waktu itu bisa dia gunakan dengan baik nanti.
"3bulan, apakah aku bisa melakukannya dengan waktu sesingkat itu"ucap Meira
Meira mulai merubah posisi nya menjadi duduk ,dia mengambil sesuatu di dalam tasnya.
"Seandainya aku bisa peluk kamu kaya dulu Al ,aku kangen banget pelukan kamu"ucap Meira sambil memandangi foto dirinya dan Alfi yang sedang berpelukan
Flashback On.
Alfi dan Melody sedang menikmati pemandangan di danau,mereka terlihat bahagia menikmati suasana di danau.
"Al kamu tahu enggak ,dulu aku pernah berpikir kalo aku cuman akan menjadi teman kamu saja"ucap Melody
"Kenapa mikir gitu?"tanya Alfi
"Iya ,karena aku merasa kamu itu terlalu sempurna untuk aku"jawab Melody
"Tapi buktinya kamu bukan teman aku saja tapi calon istri aku juga"ucap Alfi
Melody tersenyum ke arah Alfi,Alfi pun juga tersenyum dia memeluk tubuh Melody dari samping.
"Aku berharap kamu dan aku selamanya bersama baik di kelahiran sekarang ataupun di kelahiran berikutnya"ucap Melody
"Amin,aku akan selalu jadi milik kamu"ucap Alfi
Mereka kembali menikmati pemandangan danau yang indah.
Flashback off.
Tanpa terasa air mata Meira sudah meluncur bebas.
"Aku rindu kamu Al"lirih Meira
Meira memeluk foto polaroid itu dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
__ADS_1