
Waktu terus berjalan begitu saja kini usia kandungan Meira sudah memasuki bulan ke 8,Alfi sudah memutuskan untuk bekerja di rumah menemani Meira yang sudah hamil besar.
"Mas Alfi kenapa si enggak mau tahu jenis kelamin anak kita waktu pemeriksaan kemarin?"tanya Meira
"Buat apa"ucap Alfi yang fokus dengan laptop nya
"Kok buat apa si?ya biar tahu baby nya itu laki-laki atau perempuan"jawab Meira
"Itu enggak perlu yang terpenting baby sama kamu sehat,soal nanti dia perempuan atau laki-laki itu terserah tuhan mau kasih kita anak perempuan atau laki-laki"jawab Alfi
"Ya kan kalo kita tahu jenis kelamin nya kan bisa enak gitu kita buat namanya, terus buat milih baju-baju baby nya juga"ucap Meira
"Sayang dengar ya kalo kita tahu jenis kelamin nya sekarang tuh enggak seru,enggak jadi surprise"jawab Alfi
"Surprise"ulang Meira
"Iya surprise,nanti waktu baby lahir terus dokter bilang jenis kelamin nya kesan pertama kita tahu itu lebih dapet"jawab Alfi
"Tapikan penasaran baby nya cowok apa cewek"ucap Meira
"Justru itu karena penasaran itu yang buat kita semangat menyambut baby nya lahir nanti"ucap Alfi
"Gitu ya"ucap Meira
Alfi menutup laptopnya dan menaruhnya di atas meja,Alfi menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Meira.
"Halo baby kamu di dalam sehat-sehat ya sayang ,disini mama sama papa sudah enggak sabar buat ketemu kamu"ucap Alfi sambil mengusap perut Meira yang sudah membuncit
"Nanti kalo kamu sudah lahir papa akan ajak kamu main terus,kalo kamu perempuan papa akan menjadi orang pertama yang mencintai kamu dengan tulus tapi kalo kamu laki-laki mama lah yang akan menjadi cinta pertama kamu yang tulus setelah itu papa "ujar Alfi
Alfi mengusap perut Meira dan mengobrol dengan anaknya,Meira merasa senang dengan sikap Alfi yang penyayang dan perhatian kepadanya apalagi di saat dirinya sedang hamil Alfi lebih mengutamakan dirinya bahkan dirinya rela melakukan apapun untuk kebahagiaan Meira.
Kini Kiya baru saja selesai sidang skripsi dan bulan depan dirinya sudah boleh ikut wisuda.
"Akhirnya sebentar lagi aku sudah lulus dan Daddy harus menepati janjinya,awas aja nanti kalo Daddy sampai ingkar janji "ucap Kiya
Seorang laki-laki dengan pakaian rapi tanpa sengaja menabrak tubuh Kiya.
Bruk
Tubuh kiya sedikit terhuyung ke belakang untung saja dirinya bisa mengimbangi tubuhnya.
"Maaf-maaf saya enggak sengaja"ucap laki-laki itu
"Lain kali hati-hati dong mas, kalo jalan jangan main ponsel bahaya tahu"ucap Kiya
__ADS_1
"Iya sekali lagi saya minta maaf"ucap laki-laki itu
Setelah mengucapkan minta maaf laki-laki itu berjalan meninggalkan Kiya sendiri.
"Gitu tuh orang sekarang jalan sambil main ponsel,jadinya nabrak deh"ucap Kiya
Kiya langsung berjalan meninggalkan kampusnya dan segera pulang karena sudah tidak ada acara lagi di kampusnya.
Kiya sedang berjalan menuju mobilnya,saat di parkiran mobil Kiya bertemu lagi dengan laki-laki yang menabraknya yang juga ingin mengambil mobilnya.
"Itukan mas-mas yang tadi,dia itu dosen apa mahasiswa?ah enggak mungkin lah kalo mahasiswa penampilan nya aja kaya gitu formal,kalo dosen kok aku enggak pernah lihat apa dia dosen baru? tahu ah pusing "batin Kiya
Kiya segera masuk kedalam mobilnya dan mulai meninggalkan kampusnya.
🦋🦋
Malam dengan sinar rembulan yang terang,Meira sedari tadi bolak-balik ke kamar mandi.
"Meira kamu masih di dalam?"tanya Alfi di depan kamar mandi
"Iya Akau di dalam"sahut Meira di dalam kamar mandi
"Kamu kenapa si,kamu tadi makan apa?"tanya Alfi
"Shh enggak makan aneh-aneh kok,perut aku sakit benget Al"jawab Meira
Pintu kamar mandi terbuka terlihat Meira yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
"Masih sakit perutnya?"tanya Alfi
"Shh sakit banget Al"lirih Meira
"Yasudah kita ke rumah sakit ya"ucap Alfi
Meira menganggukkan kepalanya,Alfi membantu Meira berjalan mereka segera menuju ke rumah sakit Alfi takut jika terjadi sesuatu dengan Meira dan bayinya karena sedari tadi Meira terus bolak-balik kamar mandi.
"Al sakit banget shh huh huh perut aku sakit banget Al"ucap Meira yang merasakan sakit pada perutnya
"Sabar ya kita ke rumah sakit sekarang"ucap Alfi
Alfi menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali dirinya melirik ke arah Meira yang terlihat kesakitan.
"Huh *** huh sakit banget Al huh shh"ucap Meira
Alfi tidak tega melihat Meira yang kesakitan seperti itu,sedangkan dari arah lain sebuah mobil box yang jalannya ugal-ugalan karena sopirnya yang mengantuk.
__ADS_1
Mobil box itu berjalan ugal-ugalan dan mengarah kepada mobil Alfi,Alfi terkejut melihat mobil itu mengarah kepada mobil Alfi.
"MAS ALFI AWAS"teriak Meira
"AAAAA"
Bruak
Mobil milik Alfi bertabrakan dengan mobil box itu membuat mobil Alfi terbalik karena kencangnya benturan yang terjadi,tubuh Alfi dan Meira sudah berlumuran darah.
"Me-meira"ucap Alfi yang terbata-bata
Sedangkan Meira sudah tidak sadarkan diri,Alfi berusaha meraih tangan Meira.
"Me-meira to-tolong"ucap Alfi terbata-bata
Setelah tangan Alfi berhasil meraih tangan Melody,kini mata Alfi mulai terpejam dan Alfi sudah kehilangan kesadaran.
Kini keluarga Jonathan sedang menonton tv,sebuah liputan berita yang berhasil membuat semuanya terkejut.
"Pemirsa baru saja terjadi sebuah tragedi kecelakaan di jalan kertasana,sebuah mobil box menabrak sebuah mobil BMW di ketahui dari saksi mata mobil box tersebut berjalan ugal-ugalan disebabkan karena sopir mengantuk hingga menabrak mobil BMW"
"Itu kaya mobil kak Alfi"batin Kiya
"Terdapat dua korban satu korban seorang laki-laki yang diketahui seorang pengusaha muda ternama dan seorang perempuan yang sedang mengandung"
"Itu bukan kak Alfi kan"lirih Kiya
Sabrina mendengar ucapan Kiya langsung menghubungi Alfi namun tidak di angkat, Sabrina masih berusaha menghubungi Alfi tapi tetap saja tidak di angkat.
"Kenapa enggak di angkat"gumam Sabrina
Sabrina tidak menyerah begi saja dia mencoba menghubungi nomor Meira namun hasilnya sama juga tidak di angkat sama Meira.
"Kenapa merek tidak mengangkat telpon mommy"ucap Sabrina
Ponsel Jonathan berbunyi sebuah pesan masuk dari Kevin.
Maaf mengganggu waktu bapak,saya harap bapak dan sekeluarga segera ke rumah sakit permata
"Kita ke rumah sakit permata"ucap Jonathan
"Mau ngapain Daddy?"tanya Kiya
"Sudah kita kesana saja"jawab Jonathan
__ADS_1
Jonathan dan yang lain langsung segera ke rumah sakit yang di ucapkan Kevin tadi.