
Pagi ini Meira sedang bersiap-siap untuk ke toko bunganya,sebuah pesan masuk dari ponsel Meira.
"Non hari ini nyonya Rosa akan bertemu dengan seseorang di Garden Cafe"isi pesan itu
"Jadi Tante Rosa akan bertemu dengan seseorang hari ini"gumam Meira
Meira segera mengambil sweater dan tasnya lalu keluar dari kamarnya,saat Meira keluar tanpa sengaja dia berpapasan dengan Alfi yang juga baru keluar dari kamarnya.
"Kamu mau kemana kok buru-buru banget?"tanya Alfi
"Aku mau ke toko bunga,soalnya hari ini ada pesanan bunga banyak jadi aku harus buru-buru ke toko"bohong Meira
"Yasudah hati-hati ya di jalan"ucap Alfi
"Iya mas aku berangkat ya"ucap Meira
Meira mencium tangan Alfi laku segera berangkat,saat Alfi akan jalan tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sebuah buku diary yang tergeletak di lantai.
"Buku diary,apa ini punya Meira"gumam Alfi
Alfi membuka buku diary itu,Alfi dibuat terkejut melihat buku diary itu di halaman pertama sebuah foto waktu dirinya dan Melody saat mereka masih duduk di bangku SMA.
"Bagaimana bisa Meira punya foto ini,yang punya foto ini cuman Melody dan gua"batin Alfi
Alfi membawa buku itu,dan segera berangkat ke kantor karena hari ini dia ada janji dengan rekan bisnis nya.
🦋🦋
Kini di Garden Cafe, seorang wanita paruh baya sedang mengobrol dengan seorang laki-laki memakai jas rapi.
"Bagaimana pak wisman ,apa semua sudah siap surat-suratnya?"tanya wanita paruh baya itu
"Berdasarkan surat wasiat yang di tulis oleh almarhum pak Wicaksana,semua aset akan diberikan kepada putrinya Melody Almeira berhubung putri almarhum pak Wicaksana sudah meninggal maka semuanya akan diserahkan kepada panti sosial"ucap pak wisman
Wanita paruh baya itu kesal setelah mendengar penjelasan dari pengacara itu.
"Kenapa harus di kasi ke panti sosial,kan saya masih ada saya yang urus Melody setelah kedua orangtuanya meninggal"ucap wanita paruh baya itu
"Bu Rosa saya tahu anda yang merawat Melody setelah kedua orangtuanya meninggal,anda masih mendapatkan warisan dari almarhum pak Wicaksana karena sudah merawat Melody"jawab pak wisman
Ya perempuan itu adalah Tante Rosa dia adalah Tante Melody, mendengar hal itu Tante Rosa langsung kembali berbinar-binar.
"Berapa bagian saya dari almarhum adik ipar saya?"tanya Tante Rosa
__ADS_1
"Bu Rosa hanya mendapatkan sekitar 30% dari harta almarhum pak Wicaksana"jawab pak wisman
"30%,hanya itu"ucap Tante Rosa
"Benar Bu Rosa 30%itu adalah rumah yang Bu Rosa tempati sekarang dan sisanya akan di sumbangkan ke panti sosial"jawab pak wisman
"Tidak bisa gitu dong,saya yang rawat Melody dengan susah payah masa cuman dapat 30% saya tidak terima"ucap Tante Rosa
"Maaf Bu Rosa itu sudah sesuai dengan isi surat wasiat dan juga hukum,kalo begitu saya permisi"ucap pak wisman
Pak wisman segera pergi meninggalkan Tante Rosa yang masih kesal dengan surat wasiat itu.
"Enak saja semua harta Wicaksana mau di sumbangkan ke panti sosial,dengan susah payah aku melakukan segala cara agar mendapatkan semuanya dan sekarang malah mau disumbangkan begitu saja tidak akan aku biarkan"batin Tante Rosa
Tante Rosa segera pergi meninggalkan kafe itu,setelah Tante Rosa pergi Meira membuka masker dan kaca mata hitamnya.
"Ternyata Tante Rosa hanya ingin harta papa,aku pikir Tante Rosa memang tulus menyayangi aku ternyata itu semua hanya sandiwara"batin Meira
Meira segera memakai masker dan kaca mata hitamnya, lalu pergi dari kafe itu.
🦋🦋
Sore ini Meira baru saja pulang dari toko bunga nya,saat masuk kedalam rumah dia melihat Alfi yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kamu sudah pulang mas"ucap Meira lalu dia mencium tangan Alfi
"Yasudah kalo gitu aku ke kamar dulu ya mas,aku mau bersih-bersih"ucap Meira
Meira baru saja melangkah,namun Alfi menghentikan langkah Meira.
"Tunggu"ucap Alfi
Meira langsung berhenti dan menghadap ke arah Alfi,Alfi berjalan ke arah Meira.
"Ada apa mas?"tanya Meira
"Ini punya kamu kan?"tanya balik Alfi
Meira terkejut melihat buku diary nya berada di tangan Alfi.
"Mas Alfi dapat buku itu dari mana?"tanya Meira
"Itu enggak penting ,sekarang jawab ini punya kamu kan"ucap Alfi
__ADS_1
Meira hanya diam dia takut jika semuanya akan terbongkar,bahkan dirinya masih belum bisa mendapatkan bukti apa-apa.
"Kenapa diam,jadi benar ini punya kamu"ucap Alfi
"I-itu memang punya aku mas"jawab Meira
Alfi tersenyum,lalu dia membuka diary itu dan mengambil sebuah foto dari buku itu.
"Dari mana kamu dapat foto ini?"tanya Alfi
Deg
Jantung Meira terasa berhenti saat Alfi menunjukkan sebuah foto dari buku diary nya.
"I-itu..."
"Ini foto aku sama Melody saat SMA,dan yang punya foto ini hanya aku dan Melody kenapa kamu bisa punya foto ini"potong Alfi
"A-aku bisa jelasin semuanya,foto itu..."
"Bahkan tulisan di diary kamu ini sama dengan tulisan Melody,bahkan isi diary ini banyak tentang diri aku dan Melody"potong Alfi
Sekarang Meira sudah terpojokkan,dirinya bingung untuk memberikan alasan bahkan dirinya belum siap untuk mengakui semuanya.
"Mas Alfi aku akan jelaskan semuanya,tapi aku mohon kamu jangan marah"ucap Meira
"Ok sekarang kamu jelaskan semuanya tanpa ada yang kamu tutupi dari aku"ucap Alfi
"Se-sebenarnya a-aku Melody"ucap Meira
Deg
Alfi dibuat terkejut dengan ucapan Meira,apakah ini hanya lelucon yang dibuat Meira atau benar-benar sungguhan pikir Alfi.
"K-kamu Melody"ucap Alfi
Meira menganggukkan kepalanya,dia mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang dia tutupi bahkan air matanya sudah meluncur bebas dari matanya begitupun dengan Alfi dia juga ikut meneteskan air mata setelah mendengar cerita dari Meira.
"J-jadi kamu selamat dari kecelakaan itu"ucap Alfi
Meira hanya menganggukkan kepalanya,sekarang Meira merasa takut jika Alfi akan membencinya karena sudah membohongi nya.
namun seketika Alfi tertawa dan hal itu membuat Meira bingung apakah yang lucu sehingga Alfi tertawa seperti itu.
__ADS_1
"ha ha ha ha ,wow bagus sekali ekting kamu sangat bagus Meira kalo begitu aku bukan Alfi melainkan orang lain apakah kamu pikir aku bodoh dan mudah tertipu dengan cerita palsu kamu itu"ucap Alfi
hancur ya hancur sudah hati Meira laki-laki yang dia cintai tidak bisa mempercayai dirinya bahkan Alfi mengira jika dirinya mengarang akan semua cerita itu.