Janji Cinta(Aku Hanya Untukmu)

Janji Cinta(Aku Hanya Untukmu)
24


__ADS_3

Pagi ini Alfi sedang berusaha membujuk Meira agar mengizinkan nya untuk pergi ke kantor.


"Sayang hari ini aku ada rapat penting di kantor"ucap Alfi


"Enggak mau pokoknya kamu harus di rumah temani aku"ujar Meira yang terus memeluk tubuh Alfi yang sedang duduk di sofa


"Sayang tapi rapat ini penting,enggak enak kalo aku enggak datang kan aku CEO nya"jawab Alfi


Meira melepaskan pelukannya dari tubuh Alfi.


"Jadi pekerjaan kamu lebih penting dari pada aku"kesal Meira


"B-bukan gitu sayang tapi..."


"Yasudah pergi aja"potong Meira


Meira meninggalkan Alfi di ruang tamu dan berjalan menuju lantai atas,Alfi menghembuskan nafas panjang dan mulai mengikuti Meira ke lantai atas.


Meira di dalam kamar duduk di pinggir kasur sambil terisak tangis,Alfi yang melihat Meira menangis langsung memeluk tubuh Meira.


"Sayang aku hanya pergi sebentar nanti setelah rapatnya selesai aku langsung pulang"bujuk Alfi


"Hiks kamu enggak sayang ya sama aku,kamu lebih mentingin pekerjaan kamu dari pada aku hiks hiks"tangis Meira


"Sayang enggak gitu aku sayang sama kamu, yasudah gini aja kamu ikut aku ke kantor gimana"ucap Alfi


"Enggak mau aku mau ke rumah mommy"ucap Meira


"Yasudah aku antar kamu ke rumah mommy,jangan nangis lagi ya kasian baby nya kalo kamu nangis nanti dia ikut sedih"ucap Alfi


Meira menganggukkan kepalanya,Alfi menghembuskan nafas lega karena berhasil membujuk Meira Alfi harus ekstra sabar menghadapi mood Meira yang suka berubah-ubah karena hamil.


Kini di dalam perjalanan Meira terlihat lebih ceria dia menikmati perjalanan menuju rumah kedua orangtua Alfi,saat lampu merah tiba-tiba pandangan Meira tertuju pada pedagang rujak buah di pinggir jalan.


"Mas Alfi"panggil Meira


"Hemm"gumam Alfi


"Mau itu,beli ya"ucap Meira sambil menunjuk pedagang rujak


"Kamu mau rujak buah?"tanya Alfi


Meira menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Yasudah bentar lagi lampu hijau kita berhenti di depan ya"ucap Alfi


Meira nampak gembira karena Alfi mau membelikan rujak buah untuk dirinya,setelah lampu hijau menyala Alfi meminggirkan mobilnya dan turun untuk membeli rujak buah.

__ADS_1


"Kamu tunggu disini ya biar aku yang beli"ucap Alfi


Meira menganggukkan kepalanya,Alfi keluar dari mobil dan berjalan menuju penjual rujak buah.


"Pak saya beli rujak buahnya"ucap Alfi


"Baik mas saya bikinkan dulu,masnya duduk saja dulu"jawab penjualan rujak buah


Alfi pun duduk di bangku dekat gerobak penjual rujak buah, ponselnya berbunyi sebuah pesan dari Meira.


Mas Alfi mangga mudanya dibanyakin ya terus jangan pakai nanas


"Pak mangga mudanya dibanyakin ya terus jangan dikasih nanas soalnya buat istri saya lagi hamil"ucap Alfi


"Baik mas"jawab penjual rujak buah


Rujak buah pesanan Alfi sudah jadi,Alfi memberikan uang Rp.100.000 kepada penjual rujak buah.


"Aduh mas rujak buahnya cuman Rp.5000,enggak ada uang kecil mas soalnya saya baru jualan belum ada kembalian"ucap penjual rujak buah


"Enggak apa-apa kembaliannya ambil saja"jawab Alfi


"Makasih mas"ucap penjual rujak buah


Alfi segera kembali ke dalam mobil,Meira yang melihat Alfi masuk kedalam mobil langsung terlihat gembira.


"Kok mas Alfi beli satu?"tanya Meira


"Iya kan buat kamu "jawab Alfi


"Mas Alfi enggak mau?"tanya Meira


"Enggak usah kamu aja sama baby nya yang makan"jawab Alfi


Meira tersenyum ke arah Alfi,Meira merasa beruntung mempunyai suami seperti Alfi yang selalu perhatian dengan dirinya.


                               🦋🦋


Meira dan Alfi baru saja datang di rumah kedua orangtua Alfi,mereka mulai masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum"ucap Meira dan Alfi bersamaan


"Wa'alaikumsalam,aduh anak-anak mommy main kesini juga akhirnya"jawab Sabrina


"Mommy Alfi titip Melody disini ya,Alfi mau kekantor"ucap Alfi


"Iya tenang aja mommy jagain istri kamu"jawab Sabrina

__ADS_1


"Yasudah Alfi berangkat"ucap Alfi


Alfi mencium tangan mommy nya dan Meira juga mencium tangan Alfi,Alfi keluar dari rumah kedua orangtuanya dan segera berangkat ke kantor.


"Gimana kondisi kamu sayang,kamu enggak ada keluhan apa-apa kan?"tanya Sabrina


"Alhamdulillah enggak ada mommy cuman mual aja si"jawab Meira


"Itu wajar kan kandungan kamu masih muda"ucap Sabrina


Sabrina membawa Meira menuju ruangan santai,mereka mengobrol banyak hal mulai dari kehamilan Meira dan lainnya.


"Dulu mommy waktu hamil Alfi sama Kiya pernah ngidam yang aneh-aneh enggak?"tanya Meira


Sabrina terdiam sesaat lalu dia tersenyum kepada Meira.


"Dulu waktu mommy hamil Kiya, mommy enggak pernah ngidam yang aneh-aneh palingan mommy cuman suka makan makanan asam"jawab Sabrina


"Kalo pas hamil mas Alfi?"tanya Meira


"Alfi belum cerita sama kamu ya"ucap Sabrina


"Cerita soal apa mommy?"tanya Meira


"Mommy enggak pernah hamil Alfi"jawab Sabrina


"Maksud mommy apa?"tanya Meira


"Mommy itu bukan ibu kandung Alfi, mommy hanya ibu sambung Alfi"jawab Sabrina


Meira terdiam dia baru tahu ternyata Sabrina bukan ibu kandung Alfi.


"Dulu waktu mommy nikah sama Daddy, waktu sudah ada Alfi dan mommy kandung Alfi sudah meninggal karena kecelakaan"ucap Sabrina


"Maaf mommy aku enggak bermaksud buat mommy sedih"ucap Meira


"Enggak apa-apa,kamu juga berhak tahu siapa ibu kandung Alfi walaupun Alfi bukan anak kandung mommy tapi Alfi sangat menyayangi mommy, bahkan waktu dia kecil dia lebih dekat dengan mommy dari pada Daddy nya"ujar Sabrina


"Berkat Alfi juga mommy bisa belajar jadi ibu yang baik bahkan Alfi adalah segalanya bagi mommy"ucap Sabrina


Meira memeluk tubuh Sabrina, Sabrina mengusap pundak Meira.


"Mommy memang pantas mendapatkan kasih sayang dari Alfi,karena mommy orang baik dan tulus menyayangi Alfi"ucap Meira


"Mommy berharap kalian menjadi pasangan yang bahagia dan nanti setelah adanya baby kalian bisa menjadi orang tua yang baik juga buat anak kalian nanti"ucap Sabrina


"Amin"jawab Meira

__ADS_1


Meira memeluk tubuh Sabrina dengan erat,dia merasa nyaman di dalam pelukan Sabrina seakan-akan dirinya sedang di peluk oleh mamanya sendiri.


__ADS_2