
1 bulan sudah berlalu namun hubungan Alfi dan Meira masih saja dingin bahkan kini Alfi lebih terlihat cuek terhadap Meira.
"mas hari ini aku mau izin ke rumah bibi Laras soalnya bibi lagi sakit"ucap Meira
"terserah kamu lagian aku juga enggak perduli kalo kamu mau pergi kemanapun,oiya satu hal lagi kamu harus ingat waktu kamu tinggal dua bulan lagi setelah itu kita pisah"ucap Alfi
Deg
Meira hanya terdiam perlahan air matanya menetes begitu saja apakah dirinya sanggup nanti jika berpisah dengan Alfi.
"iya mas aku masih ingat dengan perjanjian itu"ucap Meira
"baguslah kalo kamu masih ingat,aku berangkat"ucap Alfi
sebelum Alfi pergi Meira meraih tangan Alfi dan mencium tangannya hal itu berhasil membuat Alfi terdiam.
"hati-hati ya mas"ucap Meira
"hemm"
Alfi langsung pergi meninggalkan Meira yang masih memandangi punggung Alfi dengan tatapan sendu.
"aku berharap perpisahan itu tidak terjadi Al"batin Meira
kini Meira baru saja selesai membeli buah-buahan untuk bibinya dan juga beberapa makanan kesukaan bibinya,namun tiba-tiba dari belakang ada yang mendekap mulutnya Meira berusaha memberontak namun tiba-tiba pandangan menjadi buram dan pingsan.
"Cepetan bawa masuk mobil"ucap seseorang memakai baju serba hitam
Kini Alfi baru saja selesai meeting dengan karyawan nya untuk membahas tentang perusahaan.
"Permisi pak Alfi, ini saya membawa dokumen yang bapak minta tadi"ucap sekertaris Alfi
"Terimakasih,kamu bisa kembali ke ruangan kamu"ucap Alfi
Sekertaris Alfi segera pamit dan keluar dari ruangan Alfi,saat Alfi mengecek dokumen itu tiba-tiba ponselnya berbunyi.
"nomor siapa ini"gumam Alfi
+6250812xxxxx
datang ke hotel kenangan sekarang kalo Lo mau liat istri lo
__ADS_1
"Kenapa Meira ke hotel, bukannya tadi dia bilang kalo mau ke rumah bibinya"ucap Alfi
Alfi segera membereskan mejanya dan keluar dari ruangannya,dsn segera pergi ke hotel yang dimaksud Meira.
Sedangkan di hotel Meira masih tidak sadarkan diri,seorang laki-laki dan Tante Rosa yang menatap Meira yang tidak sadarkan diri.
"Alfi akan datang,kamu tunggu aba-aba dari saya baru kamu jalankan akting kamu"ucap Tante Rosa
"Baik bos"ucap laki-laki itu
Tante rosa segera keluar dari kamar hotel, sedangkan kini di dalam kamar itu hanya ada Meira dan laki-laki itu.
"Kalo bukan karena uang, gua enggak mau ngerusak hubungan orang"ucap laki-laki itu
Alfi baru saja sampai di hotel dia segera menuju resepsionis dan menanyakan kamar atas nama Meira.
"Selamat datang bapak di hotel kenangan,ada yang bisa kami bantu"ucap resepsionis hotel itu
"Saya Alfi El-Khasav,tadi istri saya sudah pesan kamar atas nama Meira"ucap Alfi
"Tunggu sebentar bapak akan saya Carikan"ucap resepsionis hotel itu
"Kamar atas nama ibu Meira ada di kamar nomor 304 di lantai dua bapak"ucap resepsionis hotel itu
Alfi segera menuju lift untuk menuju lantai dua ,Alfi memasuki lift hotel itu seorang wanita paruh baya segera menelpon laki-laki tadi.
"Alfi sudah masuk lift segera mulai akting mu"ucap Tante Rosa
Wanita paruh baya itu segera mengakhiri sambungan telpon itu.
"Selamat menikmati kehancuran kamu Melody"batin Tante Rosa
Kini Alfi baru saja keluar dari lift dan segera menuju kamar 304,setelah Alfi berada di depan pintu kamar 304 Alfi langsung membukanya Alfi benar-benar terkejut melihat apa yang dia lihat bahkan tangganya sudah mengepal.
"MEIRA"teriak Alfi
Laki-laki yang satu ranjang itu segera bangun dan memakai pakaiannya, sedangkan Meira dia sedikit perlahan membuka matanya.
"Mas Alfi"lirih Meira
Wajah Alfi sudah merah padam menahan amarah,Meira segera merubah posisinya dirinya melihat ada laki-laki lain di samping dirinya.
__ADS_1
"Kelewat kamu Meira,kamu bilang kamu ingin menjenguk bibi kamu yang sakit tapi apa kamu malah mesra-mesraan sama laki-laki lain di hotel"ucap Alfi
Meira segera menghampiri Alfi dan berusaha menjelaskan semua nya.
"Mas Alfi jangan salah paham,ini semua tidak seperti yang mas Alfi lihat aku enggak tahu siapa laki-laki ini bahkan aku juga enggak tahu kenapa aku tiba-tiba bisa di hotel ini"jelas Meira
"Lihat ini baju kamu, kancing baju kamu aja terbuka Meira kamu bilang enggak ada apa-apa"ucap Alfi
"Mas aku mohon percaya sama aku,aku mohon mas percaya sama aku ya"ucap Meira dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya
"Percaya aku harus percaya sama kamu,BUAT APA BUAT APA AKU PERCAYA sudah tidak ada lagi kepercayaan di hati aku buat kamu"ucap Alfi
Deg
Jantung Meira terasa terhenti mendengar ucapan Alfi barusan.
"Dan kamu dasar laki-laki brengsek"ucap Alfi yang langsung memukul laki-laki itu
Meira segera menghampiri Alfi dan menahan tangan Alfi agar tidak berkelahi lagi.
"Mas aku mohon jangan mas kasian"ucap Meira
Alfi menatap ke arah Meira dengan tatapan marah.
"Kamu kasian sama dia,KAMU KASIAN SAMA LAKI-LAKI INI SEDANGKAN KAMU TIDAK KASIAN SAMA AKU YANG STATUSNYA SUAMI KAMU bahkan kamu tega mengkhianati aku "marah Alfi
"Mas aku mohon percaya sama aku hiks,aku enggak kenal sama laki-laki ini bahkan aku enggak tahu kenapa aku bisa ada disini"tangis Meira
"Aku kecewa sama kamu mulai sekarang kamu bukan istri aku"ucap Alfi
Deg
Bagaikan disambar petir di siang bolong Meira mendengar ucapan Alfi membuat hatinya sangat sakit.
"Mas aku mohon hiks aku enggak mau pisah sama kamu aku mohon hiks"ucap Meira
"Mulai sekarang kamu aku talak,aku akan urus semua perpisahan kita"ucap Alfi
Setelah itu Alfi pergi meninggalkan Meira , Meira terdiam di sana setelah mendengar ucapan Alfi bahkan tubuh Meira terasa lemas hingga dirinya kini terduduk lemas di lantai.
"Pisah,disaat usia pernikahan ku yang masih 1 bulan aku harus pisah dengan Alfi "batin Meira
__ADS_1
Tangis Meira pecah mengingat Alfi yang sudah menjatuhkan talak kepada dirinya,bahkan di saat usia pernikahan mereka yang bisa di bilang seumur jagung harus kandas begitu saja.