
Meira baru saja pulang namun dia melihat barang-barang nya sudah berada di luar rumah.
"Kenapa barang-barang aku di luar"gumam meira
Pintu rumah terbuka ternyata itu adalah Alfi,dia keluar sambil membawa tas Meira.
"Mas kenapa barang-barang aku di luar?"tanya Meira
"Kamu pergi dari rumah ini"ucap Alfi
"Kamu serius mas mau kita pisah?mas aku mohon kamu percaya sama aku mas aku enggak ada hubungan apapun sama laki-laki tadi aku mohon percaya sama aku"ucap Meira dengan air mata yang sudah meluncur bebas
"Aku bukan anak kecil yang mudah dibujuk dan percaya begitu saja,mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi "ucap Alfi
"mas aku mohon percaya aku di jebak sama orang bahkan aku enggak kenal siapa laki-laki tadi"ucap Meira
"kamu pikir aku percaya enggak Meira,dan seharusnya aku enggak percaya sama kamu sedari awal harusnya aku enggak mengikuti saran konyol Kiya untuk pura-pura menjalin hubungan sama kamu, perempuan seperti kamu tidak pantas untuk di percaya Meira kamu penuh akan tipu muslihat"ucap Alfi
Alfi segera masuk kedalam rumahnya,Meira terus mengetuk pintu rumah Alfi agar Alfi mau membuka pintunya.
Tok
Tok
Tok
"Mas aku mohon percaya sama aku hiks aku enggak mau pisah sama kamu,hanya kamu yang aku punya aku mohon buka pintunya hiks aku mohon percaya sama aku hiks "tangis Meira
Alfi di dalam rumahnya terduduk lemas di depan pintu dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Kenapa kamu tega melakukan ini Meira bahkan hari ini aku berniat untuk meminta maaf atas sikap aku selama ini dan aku ingin belajar untuk mencintai kamu secara perlahan tapi apa kamu malah membuat aku semakin benci dengan kamu"batin Alfi
"Alfi buka hiks aku mohon Al aku mohon percaya sama aku hiks"ucap Meira
Meira mulai mengambil tas dan kopernya,Meira mulai berjalan meninggalkan rumah Alfi dengan mata yang masih terus mengeluarkan air mata.
Disepanjang jalan Meira masih terus menangis ,hingga kini hujan deras mengguyur tubuh Meira.
"Sekarang ketakutan ku sudah terjadi sekarang Alfi sudah enggak percaya sama aku dan sekarang rumah tangga aku juga sudah berakhir,kenapa semua kebahagiaan yang aku punya harus pergi secara bergantian apakah aku tidak boleh bahagia kenapa harus aku"batin Meira
🦋🦋
Pagi ini Meira akan datang ke kantor Alfi untuk menjelaskan kesalahpahaman kemarin.
"Semoga mas Alfi mau mendengarkan penjelasan aku"ucap Meira
Meira segera masuk kedalam kantor Alfi dan menuju resepsionis.
"Selamat pagi mbak,mas Alfi nya ada?"tanya Meira
__ADS_1
"Pagi Bu Meira,pak Alfi ada di ruangannya"jawab resepsionis kantor Alfi
"Terimakasih mbak"ucap Meira
Meira segera masuk kedalam lift dan segera menuju ruangan Alfi.
"Aku berharap mas Alfi mau percaya sama aku"batin Meira
Ting
Suara pintu lift terbuka,Meira segera keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Alfi namun saat Meira membuka sedikit pintu ruangan Alfi dia mendengar pembicaraan Alfi dengan Daddy nya.
"Keputusan Alfi sudah bulat Daddy,hari ini juga Alfi akan kirim semua berkas-berkas untuk perceraian Alfi dan Meira"ucap Alfi
Deg
Hancur sudah harapan Meira,Alfi masih bersikukuh untuk berpisah bahkan sedikitpun Alfi tidak ada lagi kepercayaan untuk Meira.
"Ternyata aku sudah terlambat,mas Alfi sama sekali tidak main-main dengan ucapannya "batin Meira
Meira segera pergi dari depan ruangan Alfi,meira keluar dari kantor Alfi dengan mata yang terus mengeluarkan air mata.
"Semuanya berakhir, bahkan rasanya Melody hidup pun sudah sia-sia"batin Melody
Melody terus berlari di sepanjang jalan menghiraukan orang yang berlalu-lalang di jalan.
               🦋🦋
"Ma pa,Melody gagal buat buktiin ke Alfi hiks Melody gagal buat mencari bukti-bukti kejahatan Tante Rosa Melody gagal semuanya hiks"tangis Meira
"Semua yang melody lakukan sia-sia,maafin Melody hiks"ucap Meira
Meira berdiri dan berjalan meninggalkan pemakaman kedua orangtuanya, diperjalanan Meira masih terus memikirkan ucapan Alfi tadi di ruangannya.
"Jika aku dan mas Alfi pisah,maka tidak ada lagi harapan aku untuk bertahan di dunia ini "batin Meira
Meira berjalan dengan tatapan kosong bahkan dirinya tidak menyadari jika ada sebuah mobil berhenti di pinggir jalan,dua orang berpakaian tertutup tiba-tiba menangkap Meira.
"Apa-apa an ini siapa kali lepasin"berontak Meira
"Diam,cepat masuk"ucap orang itu
Meira masuk kedalam mobil tersebut,di dalam mobil Meira berusaha melawan mereka namun tenaga Meira kalah dengan mereka.
"LEPASIN KALIAN INI SIAPA, LEPASIN SAYA"teriak Meira
Salah satu dari mereka membungkam mulut Meira dengan sapu tangan yang sudah ada obat bius, perlahan Meira kehilangan kesadarannya dan jatuh pingsan.
Mobil itu segera melaju pergi dan membawa Meira ke suatu tempat,di sebuah gudang seseorang di ikat di kursi dengan kepala yang ditutup kain hitam.
__ADS_1
"Kita apain nih orang bos?"tanya seorang laki-laki berkumis
"Kita akan bunuh dia tapi sebelum itu,kita akan bermain-main sebentar dengan dia"ucap wanita paruh baya
Wanita itu berjalan mendekati orang yang di ikat itu dan membuka kain hitam itu.
"Halo Melody"ucap wanita paruh baya itu
Ya orang di Sandra itu adalah Melody,Melody menatap wanita paruh baya itu dengan lemas.
"Tente Rosa"lirih Meira
Ya wanita paruh baya itu adalah Tante Rosa,Tante Melody sendiri.
"Gimana perasaan kamu setelah ditinggal oleh orang yang kamu cintai,dan sebentar lagi kamu akan menjadi janda tidak hanya itu kamu juga akan menyusul kedua orangtua kamu "ucap Tante Rosa
Meira tersenyum namun matanya malah menumpahkan air mata.
"Aku sudah siap jika Tante mau bunuh aku,semua yang aku punya di dunia ini sudah tidak ada lagi "ucap Meira
"Ck ck ck sangat menyedihkan,kalo begitu kita mulai permainan nya"ucap Tante Rosa
Tente Rosa menyuruh anak buahnya untuk menyiksa Meira,anak buah Tante Rosa mulai memukuli tubuh Meira kini tubuh Meira sudah penuh dengan luka bahkan tenaga Meira rasanya sudah habis pandangan Meira mulai mengabur.
"Aku tidak akan meminta kamu datang Alfi,mungkin di kelahiran ini kamu bukan milik aku tapi aku berharap di kelahiran berikutnya kamu milik aku selamanya"batin Meira
Mata Meira mulai menutup,Tante Rosa melihat Meira yang sudah tidak berdaya segera menyuruh anak buahnya untuk membawa Meira ketempat yang sudah di rencanakan.
Sebuah kolam renang dengan kedalaman 5±M,tubuh Meira di lempar kedalam kolam renang.
BYUR
"Selamat tinggal Melody,setelah ini kamu akan bertemu dengan kedua orang tua kamu"ucap Tante Rosa
"Pastikan dia mati di kolam renang,dan ingat setelah dia mati buang mayatnya ke jurang"ujar Tante Rosa
Anak buah Tante Rosa hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti,Tante Rosa meninggalkan tempat itu.
Tubuh Meira semakin turun kebawah,mata Meira mulai terbuka sedikit.
"Air,kenapa ada air"batin Meira
Meira tersadar dia menyadari jika dirinya berada di kolam renang,Meira berusaha meminta bantuan.
"Bagaimana ini aku tidak bisa berenang,siapapun tolong aku"batin Meira
Anak buah Tante Rosa melihat gelembung-gelembung kecil di kolam.
"Sepertinya gadis itu masih hidup"ucap laki-laki memakai jaket kulit
__ADS_1
"Biarkan saja bos bilang dia enggak bisa berenang,pasti dia akan kehabisan nafas dan tenaga di air"ucap laki-laki berkumis
Mereka semua hanya terdiam di pinggir kolam tanpa ada niatan untuk menolong Meira di kolam renang.