
Jonathan dan lainnya baru saja sampai di rumah sakit, Jonathan melihat Kevin yang menghampirinya.
"Kevin kenapa kamu suruh saya kesini?"tanya Jonathan
"Maaf pak sebelumnya,saya yakin bapak sudah melihat berita itu dua korban kecelakaan itu adalah Alfi dan istrinya"jawab Kevin
Deg
Jonathan terdiam dia tidak menyangka jika korban kecelakaan itu adalah putranya.
"Enggak mungkin,pak Kevin jangan bercanda enggak mungkin itu Alfi"ucap Sabrina
"Itu memang benar Bu Sabrina,sekarang mereka masih di UGD"ucap Kevin
Tubuh Sabrina terasa lemas untung Kiya bisa menahan tubuh Sabrina agar tidak terjatuh.
"Dimana ruang UGD?"tanya Jonathan
"Saya antar pak "ucap Kevin
Mereka mengikuti Kevin menuju ruang UGD, Jonathan terus menatap ruang UGD itu dia berharap putranya baik-baik saja.
"Ya Allah hamba mohon semoga kondisi Alfi dan Meira baik-baik saja"batin Jonathan
Mereka menunggu cukup lama di luar hingga seorang dokter keluar.
"Dokter bagaimana kondisi putra saya?"tanya Jonathan
Dokter terlihat menghela nafas panjang, Jonathan dan lain makin deg-degan menunggu kabar kondisi Alfi.
"Kecelakaan tadi mengakibatkan komplikasi pada pak Alfi,kami minta maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan lebih sayang dengan pak Alfi"jelas dokter
Sabrina terduduk lemas di kursi tunggu, Sabrina sudah menangis di dalam pelukan Kiya begitupun Kiya air matanya sudah tumpah mendengar jika kakaknya sudah meninggal.
"Dokter jangan bercanda anak saya enggak mungkin meninggal"ucap Jonathan
"Maaf pak sekali lagi kami minta maaf,saya permisi"ucap dokter
Jonathan langsung masuk kedalam, Jonathan menatap tubuh Alfi yang sudah di tutup kain putih.
__ADS_1
"Alfi bangun Al ini Daddy Al"ucap Jonathan
Jonathan perlahan membuka kain putih itu, Jonathan menatap wajah Alfi yang sudah pucat seketika air mata Jonathan mengalir begitu saja membasahi pipinya.
"Pengecut kamu Al,kamu pergi ninggalin Daddy hiks kamu sudah enggak sayang sama Daddy Al hiks "tangis Jonathan
"MANA JANJI KAMU ALFI,KAMU BILANG KAMU BAKAL SELALU DI SAMPING DADDY HIKS .... BANGUN ALFI JANGAN BERCANDA KAMU ALFI HIKS...BANGUN ALFI"teriak Jonathan dengan tangisnya
Jonathan memeluk tubuh Alfi yang sudah terbujur kaku, Jonathan mengusap kepala Alfi dengan mata yang terus mengeluarkan air mata.
"Daddy sayang sama kamu Alfi,kenapa kamu juga harus pergi meninggalkan Daddy hiks kenapa kamu harus seperti mommy mu hiks yang juga pergi meninggalkan Daddy hiks.."tangis Jonathan
Jonathan memeluk tubuh Alfi dengan erat,dia belum siap untuk kehilangan Alfi.
Sabrina dan Kiya baru saja memasuki ruangan Alfi,di sana terlihat Jonathan yang masih memeluk jenazah Alfi.
"Mas Jonathan"panggil Sabrina
Jonathan menoleh ke arah Sabrina, Jonathan langsung memeluk tubuh Sabrina mereka sama-sama terluka yang harus kehilangan Alfi.
"Kak Alfi bangun,kak Alfi sudah janji hiks kak Alfi sudah janji sama Kiya buat datang di wisuda Kiya hiks ,Kiya sudah lulus Kiya sudah selesai kuliahnya bulan depan Kiya wisuda kak Alfi sudah janji buat datang hiks"tangis kiya
"Kak Alfi bangun kak Alfi sudah janji kalo Kiya sudah wisuda kak Alfi bakal ajak Kiya jalan-jalan keluar negeri,kak Alfi juga bakal kasih mobil kesayangan kak Alfi buat Kiya bangun kak Alfi hiks .."ucap Kiya
"Maafin mommy ya kalo mommy ada salah sama kamu,dan terimakasih karena kamu mommy bisa merasakan jadi seorang ibu hiks... sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi putra kesayangan mommy hiks"ucap Sabrina dengan mata yang terus mengeluarkan air mata
Sabrina mencium kening Alfi dengan mata yang masih mengeluarkan air mata.
"Selamat tidur putra mommy,semoga kamu mimpi indah ya tunggu mommy ya sayang suatu saat kita akan bertemu kembali di surga hikss..."ucap Sabrina
Sedangkan kini bib Laras baru saja datang di rumah sakit,tadi dia datang ke rumah Meira untuk menemani Meira melahirkan nanti tapi saat dirinya datang dia dibuat terkejut dengan kabar jika Meira dan Alfi mengalami kecelakaan.
"Suster ruangan atas nama Meira korban kecelakaan tadi dimana ya?"tanya bib Laras
"Pasien kecelakaan atas Bu Meira sedang di ruang operasi ibu"jawab suster
"Ruang operasi nya dimana?"tanya bibi Laras
"Ibu lurus saja lalu belok kanan "jawab suster
__ADS_1
"Terimakasih"ucap bi Laras
Bi Laras segera menuju ke ruangan operasi,saat bi Laras berjalan ke arah ruang operasi dia melihat Sabrina dan yang lain keluar dari ruangan UGD.
"Bu Sabrina pak Jonathan, bagaimana kabar Alfi?"tanya bi Laras
"Alfi dia tidak tertolong,Alfi sudah meninggal"jawab Sabrina
Deg
Bi Laras sepontan menutup mulutnya,separah itukah kecelakaan itu hingga menewaskan Alfi pikir bi Laras.
"Bu Sabrina dan pak Jonathan yang sabar ya,saya yakin Alfi pasti akan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah"ucap bi Laras
"Amin"ucap Jonathan dan Sabrina bersama
"Lalu kondisi Meira?"tanya bi Laras
"Kami belum melihat kondisi Meira"jawab Sabrina
"Ya Allah semoga Meira dan bayinya baik-baik saja"batin bi Laras
Seorang dokter menghampiri mereka semua.
"Maaf keluarga pasien atas nama Meira?"tanya dokter
"Saya bibinya, bagiamana kondisi Meira dan bayinya?"tanya bibi Laras
"Kondisi bayinya sehat ,tapi saya mohon maaf akibat kecelakaan tadi membuat ibu si bayi mengalami pendarahan dan juga mengalami komplikasi dan hal tersebut membuat ibunya tidak tertolong"jelas dokter
Deg
Bagikan disambar petir di siang bolong,semua orang di buat terkejut untuk kedua kalinya sekarang Meira juga pergi meninggalkan semuanya.
"Enggak mungkin dokter,Meira pasti masih hidup dokter bercanda kan"ucap bi Laras dengan mata yang berkaca-kaca
"Sekali lagi kami minta maaf,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan lebih saya g terhadap pasien"jawab dokter
Tubuh bi Laras luluh begitu saja di lantai,dia masih tidak menyangka jika Meira akan meninggalkan dirinya begitu cepat.
__ADS_1
"Meira hiks"lirih bi Laras
Sabrina memeluk tubuh bi Laras,hari ini mereka semua harus kehilangan orang yang mereka sayangi di waktu bersamaan.