
Sebuah ruangan dengan bau obat-obatan khas rumah sakit, seorang laki-laki yang sedang duduk di brankar sambil bercermin.
"Lo kasih bedak apa si ke muka gua putih banget kaya mayat"kesal laki-laki itu
"Kan Lo emang mayat Al"ucap seorang dokter
Ya laki-laki itu adalah Alfi El-Khasav,ya dia baru saja dinyatakan meninggal namun nyatanya dirinya masih hidup.
"Gua masih bernyawa"dingin Alfi
"Iya iya,Al Lo kenapa si minta di palsuin kematian Lo sama Meira Lo enggak kasian sama keluarga Lo apa"ucap dokter tersebut
"Gua lebih kasian lagi sama keselamatan anak gua ris,gua enggak mau dia terluka karena masalalu gua"jawab Alfi
Ya dokter itu adalah dokter Aris,dia seorang dokter sekaligus sahabat Alfi dulu saat kuliah.
"Ok,gua cuman bisa berdo'a yang terbaik buat Lo dan keluarga Lo"ucap Aris
"Thanks,gua juga bakal kirim anak buah gua buat selalu pantau keluarga gua termasuk anak gua nantinya "ucap Alfi
Aris menepuk pundak Alfi sambil tersenyum.
"Gua bakal support Lo Al,gua yakin secepatnya Lo bakal bersatu lagi sama keluarga Lo terutama sama anak Lo"ucap Aris
"Thanks gua juga berharap begitu,eh btw Lo masih akur kan sama tunangan Lo itu siapa namanya lupa gua"ucap Alfi
"Nadira, emangnya kenapa?"tanya Aris
"Enggak apa-apa nanya aja, takutnya Lo sudah ganti lagi"ucap Alfi
"Enak saja,dengan susah payah gua dapetin dia masa gua tinggalin dia"ucap Aris
__ADS_1
"Ya kan Lo dulu play boy cap kakap"ucap Alfi
"Gua sudah insaf,gua sekarang cukup satu cewek saja "ujar Aris
"Sudah gua keluar dulu Lo buruan tiduran biar mereka percaya kalo Lo beneran sudah meninggal "ucap Aris
Alfi mengancungkan jempolnya,setelah Alfi merebahkan tubuhnya Aris langsung keluar dari ruangan tersebut,saat Aris keluar terlihat keluarga Alfi yang sangat cemas dengan kondisi Alfi.
"Dokter bagaimana kondisi putra saya?"tanya Jonathan
Aris langsung menghela nafas panjang, Jonathan dan lain makin deg-degan menunggu kabar kondisi Alfi.
"Kecelakaan tadi mengakibatkan komplikasi pada pak Alfi,kami minta maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan lebih sayang dengan pak Alfi"jelas Aris
Sabrina terduduk lemas di kursi tunggu, Sabrina sudah menangis di dalam pelukan Kiya begitupun Kiya air matanya sudah tumpah mendengar jika kakaknya sudah meninggal.
"Alfi seandainya Lo lihat keluarga Lo sekarang Lo pasti nyesel ngelakuin hal ini"batin Aris
"Maaf pak sekali lagi kami minta maaf,saya permisi"ucap Aris
Jonathan langsung masuk kedalam, Jonathan menatap tubuh Alfi yang sudah di tutup kain putih.
"Alfi bangun Al ini Daddy Al"ucap Jonathan
Jonathan perlahan membuka kain putih itu, Jonathan menatap wajah Alfi yang sudah pucat seketika air mata Jonathan mengalir begitu saja membasahi pipinya.
"Pengecut kamu Al,kamu pergi ninggalin Daddy hiks kamu sudah enggak sayang sama Daddy Al hiks "tangis Jonathan
"Baru kali ini gua lihat Daddy nangis kaya gini,maafin Alfi Daddy"batin Alfi
"MANA JANJI KAMU ALFI,KAMU BILANG KAMU BAKAL SELALU DI SAMPING DADDY HIKS .... BANGUN ALFI JANGAN BERCANDA KAMU ALFI HIKS...BANGUN ALFI"teriak Jonathan dengan tangisnya
__ADS_1
Jonathan memeluk tubuh Alfi yang sudah terbujur kaku, Jonathan mengusap kepala Alfi dengan mata yang terus mengeluarkan air mata.
"Astaga Daddy rasanya gendang telinga Alfi mau pecah dengar teriakan Daddy"batin Alfi
"Daddy sayang sama kamu Alfi,kenapa kamu juga harus pergi meninggalkan Daddy hiks kenapa kamu harus seperti mommy mu hiks yang juga pergi meninggalkan Daddy hiks.."tangis Jonathan
Jonathan memeluk tubuh Alfi dengan erat,dia belum siap untuk kehilangan Alfi.
Sabrina dan Kiya baru saja memasuki ruangan Alfi,di sana terlihat Jonathan yang masih memeluk jenazah Alfi.
"Mas Jonathan"panggil Sabrina
Jonathan menoleh ke arah Sabrina, Jonathan langsung memeluk tubuh Sabrina mereka sama-sama terluka yang harus kehilangan Alfi.
"Haduh jadi enggak tega gua dengar tangisan mommy sama Kiya"batin Alfi
"Kak Alfi bangun,kak Alfi sudah janji hiks kak Alfi sudah janji sama Kiya buat datang di wisuda Kiya hiks ,Kiya sudah lulus Kiya sudah selesai kuliahnya bulan depan Kiya wisuda kak Alfi sudah janji buat datang hiks"tangis kiya
"Kak Alfi bangun kak Alfi sudah janji kalo Kiya sudah wisuda kak Alfi bakal ajak Kiya jalan-jalan keluar negeri,kak Alfi juga bakal kasih mobil kesayangan kak Alfi buat Kiya bangun kak Alfi hiks .."ucap Kiya
"Nih bocah ingatannya tajam juga ya, tapikan gua juga sudah janji maafin kakak ya Kiya nanti kakak bakal tepati janji kak Alfi tapi bukan sekarang"batin Alfi
Sabrina melepas pelukan Jonathan, Sabrina mendekati jenazah Alfi.
"Maafin mommy ya kalo mommy ada salah sama kamu,dan terimakasih karena kamu mommy bisa merasakan jadi seorang ibu hiks... sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi putra kesayangan mommy hiks"ucap Sabrina dengan mata yang terus mengeluarkan air mata
Sabrina mencium kening Alfi dengan mata yang masih mengeluarkan air mata.
"Selamat tidur putra mommy,semoga kamu mimpi indah ya tunggu mommy ya sayang suatu saat kita akan bertemu kembali di surga hikss..."ucap Sabrina
"Maafin Alfi ya mommy,Alfi juga sayang sama kalian semua"batin Alfi
__ADS_1
Setelah keluarganya keluar dari ruangan kamarnya Alfi langsung merubah posisinya menjadi duduk dan menatap pintu ruangannya dengan tatapan sendu.