
Pagi dengan sinar matahari dan langit cerah,kini Alfi dan Meira sedang menikmati sarapan mereka.
"Meira hari ini kamu ada rencana kemana?"tanya Alfi
"Hari ini aku mau ke supermarket,soalnya bahan-bahan di kulkas kosong jadi nanti waktu art datang semuanya sudah siap"jawab Meira
"Aku temani ya "ucap Alfi
"Memangnya mas Alfi enggak ke kantor?"tanya Meira
"Aku ambil cuti,jadi aku bisa temani kamu belanja hari ini"jawab Alfi
Meira hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti,mereka kembali menikmati sarapan mereka.
🦋🦋
Kini Alfi dan Meira sedang belanja di supermarket,Meira mengambil bahan-bahan yang sudah dia catat sedangkan Alfi dia mendorong troli.
"Pilih yang mana ya"gumam Meira
Alfi tersenyum melihat Meira yang bingung memilih minuman,Alfi mengambil ponselnya dan memfoto Meira yang sedang memilih minuman botol.
"Mas Alfi foto aku"ucap Meira
Alfi hanya tersenyum,Meira kesal karena Alfi diam-diam memfoto nya.
"Bagus tahu hasilnya cantik"ucap Alfi
Alfi menunjukkan hasil fotonya tadi kepada Meira.
"Lebih cantik lagi kalo tadi muka kamu enggak ke tutupan rambut,pasti hasilnya lebih cantik"ujar Alfi
__ADS_1
Meira benar-benar dibuat baper dengan ucapan Alfi,dia baru tahu jika Alfi sangat jago dalam membuat seseorang salting.
"Udah ah jangan foto lagi ,nanti kalo di foto terus belanjaannya enggak selesai-selesai "ucap Meira
Meira segera memasukkan botol minuman itu kedalam troli dan kembali mencari bahan-bahan yang lain,Alfi tersenyum lalu mengikuti Meira dari belakang sambil mendorong troli.
"Mas Alfi cari bahan yang lain,ini daftarnya aku mau kesana buat ambil daging"ucap Meira
"Yasudah biar aku yang cari,nanti ketemu lagi disini biar enggak susah nyarinya"ucap Alfi
Meira menganggukkan kepalanya,Meira segera berjalan ke arah tempat-tempat daging saat dirinya sedang memilih daging pandangan tanpa sengaja melihat seseorang yang tidak asing baginya.
"Itu kan..."
Meira segera menghampiri orang itu, yang sedang melihat-lihat di bagian bumbu.
"Bik inem"panggil Meira
"Maaf mbaknya kenal saya"ucap bik inem
"Bik ini aku Melody"ucap Meira
Bik inem terkejut melihat perempuan yang berdiri di hadapannya, dan mengaku sebagai Melody.
"Jangan ngarang kamu non Melody itu sudah meninggal"ucap bik inem
"Bik ini aku Melody aku belum meninggal,aku masih hidup BIK"ucap Meira
"Apa buktinya kalo kamu memang non Melody?"tanya BIK inem
Melody terdiam, bagaimana caranya dia bisa membuktikan kalo dirinya memang melody.
__ADS_1
"Kamu diam berarti kamu bukan non Melody"ucap bik inem
Saat BIK inem akan berjalan pergi tiba-tiba Meira menghentikan langkah BIK inem.
"Non Melody itu sudah bibik anggap seperti anak sendiri,jika non Melody sakit bibik juga merasakan sakit jika non Melody sedih bibik juga sedih kalo Melody bahagia bibik juga bahagia jika Melody Mati hati bibik juga mati"ucap Meira dengan menahan tangisnya
Bik inem langsung menoleh ke arah Meira bahkan air mata BIK inem sudah mengalir membasahi pipinya, Melody tersenyum dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Non Melody"lirih bik inem
Meira menganggukkan kepalanya,BIK inem langsung memeluk tubuh Meira dengan erat Meira membalas pelukan BIK inem dengan erat.
"Ya Allah terimakasih,engkau masih memberi kesempatan hamba untuk bertemu anak non Melody"ucap bik inem
Meira melepas pelukannya,dia tersenyum ke arah BIK inem.
"Bibik masih enggak yangka kalo non Melody masih hidup"ucap bik inem
"Maafin Melody BIK,Melody pasti buat bibik sedih"ucap Meira
"Non maafin bibik ya, tadi bibik tidak mengenali non karena wajah non Melody yang berbeda"ucap bik inem
"Enggak apa-apa kok BIK,oiya BIK ini ada kartu nama aku ini nama toko bunga aku besok pagi bibik datang ke sini ya besok Melody akan jelaskan semuanya"ujar Meira
"Iya non besok bibik pasti datang"ucap bik inem
"Yasudah BIK aku harus pergi sekarang,aku takut ada orang yang lihat nanti"ujar Meira
"Iya non kalo begitu bibik pamit non,jaga diri baik-baik ya non"ucap bik inem
Bik inem segera pergi meninggalkan Meira,Meira segera kembali ke Alfi dia takut nanti Alfi menunggu lama.
__ADS_1