Janjiku Kepadamu Anindya

Janjiku Kepadamu Anindya
Galau


__ADS_3

Aku pun menuju kamar untuk belajar sambil membawa susu hangat dan roti cokelat yang tadi sore ku beli. Aku memang suka ngemil ketika belajar di rumah, supaya enjoy ketika membaca.


Ke hidupkan lagu 'Dear God' ciptaan Avenged sevenfold untuk menemani ku dalam belajar


Suasana ini membuat aku nyaman untuk belajar sampai kantuk mulai menyelimuti badan ini.


"Semoga hari esok dan seterusnya selalu lancar." ucapku sambil menutup mata untuk tidur.


______________________________________________


Kringgg...


Suara alarm membangunkan ku kembali, dari tidur lelap yang indah beserta kan mimpi-mimpi. Membuka dua bola mata ini untuk menyambut pagi yang indah.


"MasyaAllah tidur ku lelap sekali kali ini." ucapku senang.


Beranjak dari tempat tidur, langsung ku langkahkan kaki ini menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Menghadap sang Ilahi yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Terkadang kita lupa kepada siapa kita bersyukur, kepada siapa kita memohon, dan kepada siapa kita meminta pertolongan. Yah menurutku begitulah manusia, selalu tergoda untuk melakukan dosa.


Suara adzan berkumandang di seluruh penjuru dunia,


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)


Hayya 'alashshalaah (2x)


Hayya 'alalfalaah. (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)


Laa ilaaha illallaah (1x)


Aku pun beserta keluarga berjalan menuju masjid untuk bergegas melaksanakan sholat subuh berjamaah, sekaligus bersholawat sampai Sang Surya menerbitkan cahayanya.


Skip.


"Mari kita pulang." Ajak Abi kepada kami semua.


"Iya Abi." jawab kami.


Berjalan bersama sambil menikmati udara pagi yang sangat segar di kala menghirup nya. Sekilas ku berfikir, tabung berisikan oksigen yang ada di rumah di sakit, jika ingin menghirup nya,kita harus membayar mahal. Jika saja Allah SWT itu tidak adil, menyuruh kita umatnya membayar oksigen yang kita hirup setiap hari. Mungkin kita manusia tidak bisa bertahan dalam satu hari.


"Sungguh engkau Maha baik ya Allah." ucapku sambil menghirup dalam-dalam oksigen yang sangat menyegarkan hidung dan tubuhku ini.


Sampailah kami ke rumah dengan selamat, dan ummi langsung menyiapkan sarapan pagi untuk kami semua.


"Nanti jangan lupa antar Mala ya kak." ucap Ummi kepadaku.


"Iya ummi."


"Ya udah yuk mari kita sarapan." ucap Ummi.


Skip.


Setelah selesai sarapan, aku pamit untuk pergi sekolah kepada Abi dan Ummi.


"Abi ummi alang dan mala pamit pergi sekolah." ucap ku.


"Iya hati-hati ya di jalan dan jangan nakal, Mala ingat jangan beli es sembarangan."


"Iya ummi."


"Assalamu'alaikum." ucap aku dan mala serempak.


"Waalaikumsalam."


Aku dan mala langsung menaiki motor, tak lupa juga pakai helm sebagai safety dalam berkendara.


"Pegangan dek." ucapku


"Iya kak."


"Bismillah." ucapku untuk mengawali perjalanan ini agar selamat.


Dalam perjalanan menuju sekolah,aku melihat berbagai bentuk ekspresi manusia yang terukir pada pagi hari ini. ada yang tersenyum, cemberut, marah, dan menangis.


Sampailah aku di tujuan pertama, yaitu menghantarkan mala untuk bersekolah.


"Dek belajar yang bener ya, jangan sering ngobrol sama temen kalau lagi belajar." ucapku.


"Iya kak."


"Juga ingat pesan ummi, jangan beli es sembarangan!." ucapku sedikit menekan.


"Iya iya, ih bawel."


Mala menyalami tangan ku dan langsung masuk kedalam sekolah dengan wajah yang ceria.


"Sungguh beruntung aku mendapatkan adik seperti dia." ucap tersenyum dan melanjutkan perjalanan menuju sekolah ku.


Skip.


Akhirnya sampailah aku disekolah, tepat pukul 06:30. Ku lihat sudah banyak anak-anak sudah duluan berada di sekolah. Ku pakirkan motor ku dan langsung menuju kantin untuk membeli cokelat. Di kantin banyak dari mereka membentuk kelompok, ada yang menceritakan kejadian tadi malam, sebuah film, tentang PR, dan salah satunya yaitu menceritakan aib orang apalagi kalau bukan ngegibah.


"Duh cewek-cewek gak pagi, gak siang, gak malam ngegibah teros." ucapku dalam hati.


"Bude beli cokelat Tim-T*m nya dua, permen karet 3 sama be*ter dua." ucap ku ke bude kantin.


"Nih, semuanya 5 ribu nak."


Aku pun memberikan uang lima ribu dan langsung menuju kelas, karena sebentar lagi jam pertama akan di mulai.

__ADS_1


Kringg...


Jam pertama pun di mulai dengan mata pelajaran kejuruan.


"Assalamu'alaikum dan selamat pagi anak-anak." ucap Ibu guru itu.


"Waalaikumsalam, pagi buk." balas kami semua.


"Ayo ketua kelas, berdoa dulu sebelum memulai pelajaran." ucapnya.


"Baik buk. Sebelum memulai pelajaran, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa di mulai." ucap ku memimpin.


"Ayo buka buku paket kalian.Hari ini kita akan membahas materi pertama kejuruan, tentang apa itu akuntansi.


"Baik buk." ucap kami dan segera membuka buku akuntansi.


Perlahan-lahan Ibu guru itu menjelaskan tentang apa itu akuntansi dan memberikan catatan dengan wajah yang ceria sampai selesai.


"Oke sekian dulu materi pelajaran yang ibuk berikan hari ini."


"Iya buk." jawab kami.


"Beri salam." ucap ku memimpin


"Assalamu'alaikum, terima kasih Buk."


"Waalaikumsalam." jawab ibu guru itu meninggalkan kelas.


Mata pelajaran pertama pun selesai dan di teruskan dengan mata pelajaran kedua sampai waktu istirahat tiba.


Kringg...


Waktu istirahat berbunyi, kami semua bersiap-siap untuk segera makan siang. Seperti biasanya, banyak anak-anak berlarian langsung menuju kantin dan ada juga yang tetap di kelas karena membawa bekal. Termasuk aku, Irwan dan Anin serta temen-temen yang lain.


"Weh tumben lu bawa bekal wan." tanyaku heran kepada irwan.


"Eh iya ni, soalnya lebih enak bawa bekal sendiri dari pada beli di kantin. Malas aku beli makan di kantin, lama ngantrinya."


"Hahaha iya bener tu." balas anin.


Kami pun langsung menyantap bekal dengan lahap sambil bertukar lauk agar saling berbagi nikmat, karena ada beberapa temen lauk bekalnya sederhana.


"Alhamdulillah kenyang juga, mantap kali ya makan kita ini. Eh Yu masakan Ibumu enak sekali." ucap irwan memuji.


"Waiya dungs, Ibuku gituloh." ucapnya tertawa.


"Temen-temen makasih ya, udah memberikan aku lauk tambahan." ucap clara kepada kami.


"Hmm iya santuy ae ra, kita harus saling berbagi kalau mempunyai rezeki." ucapku membalas.


"Besok-besok kalau dari kita ada yang diberikan bekal dengan lauk sederhana, kita wajib memberikan lauk enak kita pada dia." ucapku menasehati mereka.


"Iya itu mah harus, wajib lagi haha." balas irwan tertawa.


Setelah selesai makan, kami membereskan kembali meja dan kursi yang sebelumnya kami satukan untuk makan sama-sama.


"Gak lah, tadi aku sudah beli pas tadi pagi. kalau kamu Nin mau nitip gak." tanyaku.


"Hmm aku nitip jus mangga aja wan, nih uangnya."


"Oke, gue pergi dulu." ucap irwan meninggalkan kami.


"Eh nin, kamu mau tim-t*m gak?" tawarku.


"hmm mauu.. aku suka banget tim-t*m." jawabnya manja


Aku sangat senang ketika melihat anin berbicara manja seperti itu, wajahnya terlihat imut sekali. Membuat hatiku berdebar-debar karenanya.


"Eh lu bawa gitar ya gus." tanyaku pada agus karena melihat di samping kursinya ada gitar akustik.


"Oh iya nih, kamu mau minjam?" tanya Agus.


"Boleh." jawabku


"Nih ambil," ucapnya memberikan gitar.


"Wah kamu bisa main gitar juga lang?" tanya anin.


"Hehehe iya, aku hobi bermain gitar, kamu mau request lagu?" tanyaku.


"Hmm lagu apa ya." ucapnya berpikir.


"Lagu Perfect, penyanyinya ed sheeran. Bisakan?" tanya nya.


"Oh bisa bisa." jawabku


Dengan percaya diri nya, aku memulai memetik gitar ini. Melantun melodi yang indah yang membuat semua mata tertuju kepadaku.


(Jika kalian tau lagunya, mari kita bernyanyi bersama ^_^ ~Author)


*I found a love for me


Darling just dive right in


And follow my lead


Well I found a girl beautiful and sweet


I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was

__ADS_1


I will not give you up this time


But darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight*


Dengan tatapan kagum anin memandangku, sumpah hati ini serasa mau meledak. Karena melihat tatapannya yang indah itu.


*Well I found a woman, stronger than anyone I know


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


I found a love, to carry more than just my secrets


To carry love, to carry children of our own


We are still kids, but we're so in love


Fighting against all odds


I know we'll be alright this time


Darling, just hold my hand


Be my girl, I'll be your man


I see my future in your eyes


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When I saw you in that dress, looking so beautiful


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


I have faith in what I see


Now I know I have met an angel in person


And she looks perfect


I don't deserve this


You look perfect tonight*


Suara tepuk tangan pun mengisi ruangan kelas ini, karena mendengar aku bermain gitar dan bernyanyi.


"Wah suara mu bagus sekali lang, juga petikan mu hebat." ucap Agus.


"Iya nih keren kamu lang." kata beberapa dari mereka yang menonton dan mendengarkan aku bernyanyi.


"Hehehe makasih ya, jadi malu aku." jawabku tersenyum.


Anin terus saja menatap ku kagum, dan itu sungguh membuat aku salting di depannya. Bagaimana tidak, seorang wanita cantik berhijab dengan wajah nya yang indah bagai bidadari, menatap aku seperti itu.


"Aninn.. ih jangan tatap aku begitu, maluu.." ucapku.


"Eh maaf-maaf, soalnya aku kagum dengan suara kamu lang juga permainan gitarmu. Itu indah banget, sampai aku tak bisa berpaling." ucapnya tersenyum.


"Ih anin bisa aja ngegombal nya." ucapku malu.


"Serius loh aku lang, kamu hebat." balas anin penuh kagum.


"Tuh kan ngegombal lagi, ngakak serius pula. Aku belum siap loh." jawab ku bercanda.


"ihh... nyebelin." ucapnya mencubit badan ku sambil tersenyum manja.


Aku dan dia pun tertawa dan saling bercanda, membuat yang lain menjadi iri. Ya begitulah Manusia ketika melihat sesuatu yang Indah dan menyenangkan.


Kringg..


Suara bel menandakan istirahat telah usai, Anak-anak kembali masuk kelas masing-masing dan bersiap melanjutkan mata pelajaran selanjutnya sampai waktu pulang sekolah tiba.


"Eh nin kamu nanti pulang sama siapa?" tanya ku padanya.


"Hmm nanti aku pulang sama temen." jawabnya yang membuat aku lesu mendengar itu.


"Hmm sama temen ya..."


"Ya udah yuk pulang, ntar tungguin aku ya sampai temen ku datang." ucap anin.


"I-iya." jawab ku singkat dengan senyum penuh kecewa.


Kami pun menuju parkiran untuk menunggu teman nya anin. Aku penasaran siapa kah dia, apakah cewek atau cowok.


"Semoga bukan cowok," pikirku.


Tak selang beberapa lama, ada seseorang memanggil anin dari kejauhan.


"Aninn...! panggilnya dari kejauhan.

__ADS_1


Ternyata temen yang dia tunggu adalah seorang cowok, hati ku pun saat itu langsung hancur. Mengetahui siapa temen yang di tunggu untuk pulang bareng.


"Siapa itu, apakah dia mempunyai hubungan dengan anin?" pikirku lesu.


__ADS_2