Janjiku Kepadamu Anindya

Janjiku Kepadamu Anindya
Sang Ilahi


__ADS_3

Hari ini ku habiskan waktu dengan bermain game di rumah Irwan sampai malam, untuk menghilangkan sementara kegalauan yang aku rasakan saat ini.


"Wan, aku pulang dulu. Dah malam soalnya."


"Oke, hati-hati di jalan. besok jangan kesini lagi. Nyusahin aja lu." katanya.


"Set dah jadi gak ikhlas ni?"


"Hahaha canda cok, ih baperan amat sekarang."


"As* , dah aku pulang. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Skip.


Setelah sampai rumah, aku langsung mandi, dan bergegas tidur. Semoga dengan tidur, aku bisa melupakan perasaan sakit ini.


______________________________________________


"Anin.... jangan tinggalkan aku." kataku menggenggam kedua tangannya.


"Maaf lang, ini sudah takdir kita. Aku harus menikah dengan nya." perlahan dia melepaskan genggaman tanganku dan pergi bersamanya.


"Tidakk..!! Anin tidak... " isak tangis ku meneteskan air mata kesedihan.


"Aninn.......... "


Suara lolongan ****** menembus dinding kamar yang tebal dan keras. Perlahan mata ini ku buka untuk melihat apa yang ada di hadapan ku sekarang, air mata perlahan menjatuhkan diri dari pelupuk mata ini. Kenapa aku harus mendapatkan mimpi yang sangat menyakitkan itu. Apakah ini sudah pertanda, bahwa aku dan dia tidak bisa bersatu.


Perlahan, aku mengangkat tubuh ini. Ku melirik ke kiri dan kenan, menyapu sekeliling kamar yang berantakan. Karena tadi malam aku tidak merapikan baju dan buku yang berserakan di lantai, Jam dinding menunjukkan pukul 01:13, rupanya masih tengah malam.


Dengan menghembuskan nafas panjang, aku tau kepada siapa aku bisa meminta pertolongan. Ku langkahkan kaki ini menuju kamar mandi untuk berwudhu, Membentang kan sajadah dan langsung menghadap kepada Sang Pencipta Allah SWT.


Ku angkat dua tangan ini. memohon dan meminta kepada Sang Ilahi, agar rasa ini segera pergi dari kehidupanku. Supaya bisa melanjutkan hari seperti semula, tanpa beban akan sakitnya sebuah cinta.


Tapi perasaan sedih ini tidak memudar di kala sudah selesai berdoa, apa yang harus aku lakukan, agar rasa ini menghilang dari hati. Tanpa sadar mata ini melirik ke sebuah buku, buku itu sangat indah, mengeluarkan cahaya yang menyejukkan. Buku itu adalah Kitab Suci Al-Quran, aku tau aku harus apa selanjutnya.


Dengan Bismillah, aku membuka Al-Quran dengan hati yang damai. Perlahan lisan ini mengeluarkan suara nya untuk Mengaji, kuping mendengar, dan hati merasakan.


Ku luapkan semua emosi ini ketika membaca ayat-ayat suci Al-Quran.


(Disini author mengajak reader yang muslim untuk ikut mengaji Q.S Ar-Rahman 1 - 32)


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


اَلرَّحْمٰنُۙ


Yang Maha Pengasih,


عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ'


Yang telah mengajarkan Al-Qur'an.


خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ


Dia menciptakan manusia,


عَلَّمَهُ الْبَيَانَ


mengajarnya pandai berbicara.


اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ


Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.


وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ


dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).


وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ


Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,


اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ

__ADS_1


agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,


وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ


dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.


وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ


Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),


فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ


di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,


وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ


dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ


Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,


وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ


dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ


Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,


بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ


Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ


Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ


Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ


Semua yang ada di bumi itu akan binasa,


وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ


Tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.

__ADS_1


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ


Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ


Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!


فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


Perlahan air mata ini meneteskan kembali dari mata sembab ku ini. Mengingat kembali akan pemberiannya, baik kesehatan, rezeki, dan teman-teman yang baik. Perlahan-lahan rasa sedih ini mulai memudar, ketika aku menyelesaikan mengaji sampai ayat terakhir surah Ar-Rahman.


"Alhamdulillah." ucapku bahagia.


Ku lirik jam yang berada dinding kamar, ternyata sudah jam waktu 4:20. Tak terasa sudah tiga jam lebih aku sholat tahajud dan mengaji. Karena masih ada waktu, sebelum kumandang Adzan Shubuh datang, ku putuskan untuk membereskan kamar dan merapikan tempat tidur, serta menyiapkan buku pelajaran untuk nanti Sekolah.


"Untung kemarin belum ada di berikan pr, kalau ada, bakalan kesusahan aku menyelesaikan nya."


Setelah selesai merapikan kamar, kumandang Adzan Shubuh pun terdengar di seluruh penjuru bumi. Aku pun bergegas mengambil wudhu dan sholat shubuh berjamaah bersama keluarga, dan tak ketinggalan bersholawat sampai matahari menerbitkan sinarnya.


Hari ini perasaan hatiku telah membaik, tidak ada lagi kesedihan, ego dan pikiran buruk yang berasal dari bisikan setan dan jin. Seperti biasa hari ini tetap bercengkrama dengan keluarga saat sarapan, terus di lanjutin dengan mengantarkan mala ke sekolah.


Skip.


Tepat pukul 06:30, aku telah sampai di sekolah. melirikkan mata ini ke kiri dan ke kanan disaat telah memikirkan motor di parkiran sekolah, untuk mengetahui siapa saja sudah datang.


"Alangg...!!" teriak seseorang dari jauh, saat ku lihat ternyata si Irwan kucluk.


"Setdah pagi-pagi teriak-teriak lu, entar tu tenggorokan meledak." kataku meledek.


"Bise aje, pantat kuda. Eh gimana perasaan hati lu sekarang." tanya nya.


"Hmm... kayanya sudah baikan, gak galau lagi. Pokoknya plong aja gitu rasanya."


"Lah, kok bisa sih?"


"Iyalah, kan ada Allah SWT. tempat mengadu dan meminta pertolongan." ucapku sambil menunjukan jari ke atas.


"Oh iya ya, lupa gue." katanya.


"Yo dah yok, masuk kelas kita. Lu masih bawa bekal kan wan?" tanyaku.


"Tentu dong, entar aku ke kelas lu ya. makan bareng, plus nyicipin lauk temen keles lu."


"Seep..," ucapku dan kami pun langsung menuju kelas.


Tapi sebelum melangkah kan kaki beberapa meter, ku lihat Anin datang dengan Sandi. Dan memakirkan motornya tepat di samping motorku.


"Udah cuek aja lang, jangan di pikirkan lagi. Kalau lu masih galau, nanti pulang kita main game di rumah gua sampai malam. Gua masakin lah mie lagi." katanya menenangkan ku.


"Tapi harus tambah telor setengah matang, sosis dan kerupuk ya." ucapku ngelunjak


"Iye iye, ntar gua tambahin ayam K*C lah."


"Weh... banyak duit nih nampaknya."


"Santuy, tadi bapak ngasih uang lebih."


"Mantap...." balasku.


Aku dan Irwan langsung menuju ke kelas dengan cepat, seolah-olah tidak mengetahui kalau anin ada di belakang.


"Alang kenapa ya, kok cuek hari ini kepadaku. Biasanya langsung menyapa dengan senyuman yang ku suka." Ucap anin bingung.


( Terkadang walaupun sahabat itu suka jail, tapi ketika kita sedang sedih, dia akan selalu akan berada di paling depan untuk menemani )

__ADS_1


__ADS_2