
Akhirnya selesai juga mencuci piring, duh badan ku rasa nya pegal-pegal semua karena berjoget-joget tadi di sekolah. aku tak mengira bahwa hari pertama sekolah ku mendapatkan kesenangan seperti ini, apalagi bertemu dengan dia, duh.... Ya Allah jadikan dia jodohku.
........꧁☆☬Salam Santuy☬☆꧂........
"Assalamu'alaikum Alang."
"Waalaikumsalam Anin."
"Anin kamu kenapa disini?"
"Loh bukannya kita mau menikah?"
"Ha.. menikah?"
Aku melihat disekeliling sudah banyak orang termasuk Ummi dan Abi serta pak penghulu, aku bingung? Ada apa ini?
"Siap Nak untuk ijab qobul nya?" tanya Pak Penghulu yang mengagetkan ku.
"E-eh si-siap Pak."
"Saya nikahkan kamu dengan anak saya Anindya bin Muhammad Ibrahim dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Sa-saya terima ni-nikahnya Anindya bin Muhammad Ibrahim dengan mas kawi seperangkat alat sholat tunai."
"Gimana saksi sah sah?"
"Sah ...!!" teriak para saksi
"Alhamdulillah sah, sekarang kalian boleh bersalaman."
"Ba-baik pak," ucapku senang.
Kringg!!
Suara alarm itu tiba-tiba membangunkan ku dari mimpi indah yang kudambakan menikah dengan dia.
"Setdah rupanya malah mimpi, ih padahal sedikit lagi bisa menyium kening dia." keluh ku sedih namun berubah jadi senyuman, karena membayangkan itu kembali.
"Hoam ... jam berapa ini."
04:30
Aku beranjak dari kasur nikmat itu untuk bersiap-siap sholat shubuh berjamaah dengan keluarga.
"Alang ayo adzan," seru abi.
"Iya abi."
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)
Setelah selesai sholat aku berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT supaya dijodohkan dunia akhirat sama Anindya.
"Ya Allah jadikan lah dia pendamping dunia akhirat ku, jodohkan lah dia denganku, kalau gak jodoh , paksa aja ya Allah , pokoknya dia harus jadi jodohku."
"Aamiin Allahuma Aamiin."
POV ANINDYA
"Ya Allah jodohkan lah aku nanti dengan lelaki yang sholeh serta lucu seperti dia, hihi."
"Hamba mohon ya Allah berilah petunjuk kepada hamba, jika dia jodoh hamba maka dekatkanlah kalau tidak maka pisahkan lah dalam keadaan yang baik."
"Lancarkan hari pertama belajar ku ya Allah, lindungi lah hamba dari perbuatan jahat dan bisikan syetan."
"Aamiin."
POV Balik lagi ke Gilang
Setelah selesai sholat, aku langsung bersiap-siap mandi dan menyiapkan perlengkapan sekolah dengan benar.
"Alang ayo sarapan Nak, Ummi sudah siapin Nasi goreng kesukaanmu ini."
"Woah nasi goreng Ummi."
__ADS_1
"Siap ummi."
Dengan bersemangat aku keluar kamar menuju ruang makan untuk menyantap nasi goreng kesukaanku.
"Ummi, Abang Satria mana?"
"Oh, Abangmu sudah pergi dari tadi."
"Oh.. sudah pergi ya, eh Mala hari ini kamu cantik banget." Gombalku sambil menyubit pipi tembem Adik kesayanganku ini.
.
"Ih A'ak apa sih, sakit tau pipiku."
"Udah atuh bercanda nya, cepat sarapannya udah jam 06:20 ini." ucap Ummi
"Iya Ummi."
Setelah selesai sarapan aku langsung berpamitan kepada Ummi dan Abi untuk meminta restu dan doa agar selamat dalam perjalanan.
"Ummi Abi, Alang pergi sekolah dulu."
"Iya hati-hati ya di jalan, jangan ngebut ngebut, nih bekal makanan mu."
"Iya ummi."
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
'Bismillah, moga selamat sampai tujuan.'
Ku hidupkan motor beat kesayangan—Acil—ini dan mengendarai dengan santai sambil menikmati suasana pagi yang cerah ini.
Skip.
Tepat pukul 06:40 aku telah sampai di sekolah dan langsung menuju parkiran, Setelah itu aku menuju mading pengumuman untuk mengetahui aku masuk kelas yang mana.
Sesampainya disana, Rupanya sudah banyak anak-anak berkumpul di depan mading pengumuman.
"Punten misi-misi, Aing mau lihat," ucapku menyeruduk masuk ke dalam kerumunan.
Ternyata aku masuk di kelas 1A, yang kata orang sih isinya pasti pintar-pintar. Eh tapi tunggu dulu? apa dia juga di kelas 1A.
'Alhamdulillah rupanya ada, ya Allah terima kasih.'
Sementara itu ada anak ngerusuh di dekat mading pengumuman karena dia datang kesiangan.
"MISI MISI AIR HANGAT AIR HANGAT, AKU MAU LIHAT, HARAP MENYINGKIR!"
Eh rupanya si sontoloyo, ya siapa lagi kalau bukan si Irwan—sahabatku dari SMP—, dia memang orangnya suka ngerusuh tapi hatinya baik.
"Eh Anjay, rupanya udah duluan. eh lu masuk kelas mana lang." ucapnya
"Etdah si kambing! Pagi-pagi udah ngajak ribut."
"We selow dong, lu masuk kelas mana?"
"Masuk kelas 1A, noh cek lu dimana, di kelas 1A gak ada nama lu tu."
"Yah as*, gak sekelas kita."
Irwan mengecek pengumuman di mading dengan teliti, dan ternyata dia masuk kelas paling akhir yaitu kelas 1D.
"Eh buset kelas paling akhir."
"Hahahaha, ****** kau dapat kelas pojokan hahaha," ucap ku tertawa melihat wajah irwan masem seperti buah yang sudah busuk.
"Senang lo senang, lihat kawannya menderita."
"Hahaha senang lah, dari kemarin kau menertawai aku terus. Ya sekarang gantian hahaha."
"Udah ah aku mau ke kelas dulu, udah jam tujuh kurang lima nih."
Lantas aku langsung meninggal kan irwan yang sedang kesal karena masuk ke ruangan kelas paling akhir.
Skip
Setibanya di kelas aku langsung mengambil tempat duduk paling depan, karena ya aku suka di depan, soalnya kalau di belakang gak bisa konsen kalau belajar. Ya tau sendiri kan tempat duduk di belakang itu isinya calon anggota DPR—Kiasan—semua, yang hobinya ngerumpi, main sama molor.
"Eh Alang masuk kelas 1A juga ya?" tanya seorang wanita mengagetkan ku.
"Eh Anin rupanya, iya Nin alhamdulillah dapat kelas 1A."
"Ya udah siap-siap , bentar lagi Wali kelas kita akan masuk tuh."
__ADS_1
"Iya sayang, eh anin." candaku membuat anin tersenyum.
Kring...!!
tanda bel masuk sekolah berbunyi.
Kami semua pun bersiap-siap menunggu Wali kelas, semoga wali kelas nya baik dan pengertian.
"Assalamu'alaikum, Anak-Anak."
"Waalaikumsalam, Buk," balas kami serempak.
Ternyata Wali kelas kami adalah seorang wanita, dengan tampilan muslimah terus kelihatannya umurnya masih muda.
"Perkenalkan nama Ibu Dwi Susanti."
"Halo Ibu Susan," ucap kami ramah.
"Ibu ditunjuk menjadi wali kelas kalian, nah kata orang dulu itu tak kenal maka tak sayang, maka dari itu silahkan kalian perkenalan diri masing-masing , dimulai dari paling kanan depan ya." ucap Buk Susan.
Kami mulai memperkenalkan diri Masing-masing, baik nama , tanggal lahir, tempat tinggal dan hobi.
Skip.
Setelah selesai perkenalan diri, aku mengetahui tanggal dan bulan lahir Anindya serta hobinya ternyata suka bernyanyi dan membaca novel.
"Baik Anak-Anak, sekarang kita akan tentukan siapa aja yang menjadi ketua kelas, wakil, sekretaris dan bendahara ya."
"Nah ayo siapa yang bersedia menjadi ketua kelas?" tanya ibu susan.
Kami semua terdiam , saling pandang siapa yang mau menjadi ketua kelas.
"Hayo apakah ada yang bersedia?" tanya Ibu Susan kembali.
"Wah ternyata gak ada yang berani, oke kalau gitu Ibu yang pilih, Ibu akan lihat dari biodata kalian."
Beberapa menit kemudian, Ibu Susan sudah menemukan nama-nama yang akan di tunjuk.
"Oke Ibu memilih Gilang Sanjaya menjadi ketua kelas."
Aku terkejut ketika ibu susan menyebut namaku untuk menjadi ketua kelas.
"Nah untuk Wakilnya Dewi Puspita Sari."
"Terus sekretaris nya Anindya."
"Dan bendahara nya Tasya Lestari."
"Oke Anak-Anak, nama-nama yang sudah Ibu pilih harap berdiri."
"Iya bu," jawab kami.
"Ibu meminta kalian untuk amanah ya dalam tanggung jawab yang di berikan."
"Iy bu."
"Ya udah silahkan duduk kembali, nah selanjutnya Ibu akan bagikan daftar pelajaran tahun ini untuk kalian, diharapkan kalian mencatat ya."
"Iya buk."
Kami semua pun langsung mengeluarkan buku catatan untuk menyatat daftar pelajaran dari hari senin sampai sabtu.
Skip.
Setelah selesai, Ibu Susan langsung pamit keluar kelas karena dia akan segera mengajar. Beberapa menit setelah ibu Susan keluar, masuklah guru selanjutnya untuk mengisi jadwal pelajaran jam pertama yaitu Matematika.
"Selamat pagi semua." ucap Pak Guru itu.
"Selamat pagi Pak."
"Perkenalkan nama Bapak Joni Simanjuntak, Bapak lah yang akan mengajar kan mata pelajaran matematika ke kalian.
"Nah sekarang buka buku paket kalian semua, sudah di kasih kan buku paket nya?"
"Sudah pak."
Pelajaran pertama pun dimulai, semua murid dikelas sibuk mencatat dan mendengar penjelasan dari pak joni tentang Matematika pada bab pertama.
Setelah selesai jam pertama, dilanjutkan lagi dengan jam kedua dan ketiga pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni budaya.
........꧁☆☬Salam Santuy☬☆꧂........
"Hai teman, pelajaran apakah di hari pertama belajar kalian, apakah mata pelajaran menyenangkan atau tidak?"
Selamat membaca (☞ ͡ ͡° ͜ ʖ ͡ ͡°)☞**
__ADS_1