
........꧁☆☬Salam Santuy☬☆꧂........
BOSAN, entah kenapa hari ini terasa sangat bosan. Bermain game di HP juga bosan, mau nyanyi bosan, mau tidur juga bosan. Aku hanya terduduk lesu di taman komplek perumahan.
'Arghh!! Mau ngapain lagi ini,' gumamku kesal.
"Bosan ya," ucap Irwan datar yang membuat aku kaget.
"Setdah cok, sejak kapan lu ada di mari."
"Ha ... entahlah."
"Lu bosan juga?" tanyaku heran.
"Iye, entah mengapa hari ini apa yang di lakukan selalu merasa bosan." Kedua tangannya menahan dagu sambil menghembuskan napas.
"Iya, gua juga bosan nih."
"Lah lu juga, Lang?"
"Iye."
Seketika suasana menjadi hening, karena aku dan dia sama-sama merasa bosan. Selama 30 menit hanya duduk terdiam di taman komplek.
Dari kejauhan ada seorang anak yang merengek minta di belikan mainan kepada mamanya. "Hwaaaaa! Gak mau!!! Pokoknya Belikan Abang mainan itu."
"Mainan punya Abang sudah banyak di rumah," ucap mamanya mencoba menenangkan, namun tak kunjung mereda rengekan anaknya.
Entah bisikan atau ide apa yang terlintas di pikiran Ibu itu, dia melihat aku dan Irwan yang sedang duduk. "Kalau kamu Bandel ... nanti di marahin sama Om itu lho."
Seketika si anak menatapku dengan wajah sedih bercampur bingung. "Hwaa!! Belikan mainan, pokoknya belikan mainan!!"
"Nanti kamu beneran di marahin Om itu loh."
__ADS_1
"Hwaaa!!"
"Om marahin dia, Om."
Mendengar itu membuat aku sedikit jengkel. "Woiii bocah!!" Anak itu langsung menatapku diam.
"Lu bisa diam gak sih!! Mainan mulu di pikiran lu, belajar sana dirumah!!"
"Hwaaaa!! Mama Om itu marah!! Hwaaa!!"
Bukan ucapan terima kasih yang aku dapat melainkan ucapan tidak terima. "Mas!! Jangan gitu dong!! Nanti anak saya malah mimpi buruk karena bentakan, Mas!"
'What the hell!!"
"Lah?? Kan Ibu sendiri yang menyuruh saya marahin anaknya?" Dengan wajah kebingungan aku menatap mereka berdua.
"Iya bener itu yang di bilang temen saya, kan Ibu sendiri yang suruh!" ucap Irwan membela.
"Udah tau lagi badmood, malah suruh saya marahin anaknya ...."
Mendengar ucapan itu, membuat sang Ibu menyadari kesalahannya. "Kalau masih merengek minta belikan mainan, Mama marah!! Ayo pulang!!"
"Hwaaa!!" rengek si anak.
Setelah mereka pergi, Irwan berkata, "Cie yang lagi PMS, kesel ni ye."
"Gimana gak kesel? Gak ada sebab lu jadi kambing hitam dan membuat orang takut."
'Mana di panggil Om lagi, segitu tuanya kah wajahku?'
"Emangnya, muka gua seserem itu apa, di jadikan bahan nakutin anak-anak."
30 menit setelahnya, lewat lagi seorang ibu dan anaknya yang juga merengek karena minta di belikan es krim.
__ADS_1
"Hwaaa!! Belikan Adek es krim!!"
"Haduh Anak ini.!!" Dia melirikku dan berkata, "Lihat tuh, kalau kamu masih nangis dan merengek. Nanti di pukul Bapak itu loh."
"Hwaaa, mana ma?"
"Itu yang lagi duduk di kursi taman, Bapak itu kalau marah akan mukul loh."
"Pak pukul ni, Pak! Bandel dia nih pukul, Pak!!"
Dengan tatapan datar, aku membunyikan jari-jari tanganku.
"Lang jangan, Lang ...," ucap Irwan memperingati.
Aku mendekati mereka dan berkata, "Ibu nyuruh saya pukul anaknya? Sini saya pukul!"
"Eh!! Itu hanya candaan, Pak. Untuk nakutin anak saya."
"Tolong ya, Buk! Jangan bawa-bawa orang lain untuk mendiamkan anak ketika sedang menangis. Mencemarkan nama baik orang lain itu!"
"I-iya maaf, Pak."
"Saya bukan Bapak-Bapak! Saya masih anak sekolahan, Buk ...."
"Kok kamu marah-marah sih, gak sopan tau dengan orang yang lebih tua! Dasar anak jaman sekarang gak ada sopan santunnya." Ibu itu mengajak anaknya pulang, meninggalkan aku yang sedang keheranan.
'Lah piye iki, kenapa aku yang jadi salah?!"
........꧁☆☬Salam Santuy☬☆꧂........
Hey ho, Guys 👋, Bagaimana perasaan kalian ketika di jadikan kambing hitam untuk mendiamkan anak mereka yang sedang menangis.
Jaga kesehatan kalian guys (´∧ω∧`*), jangan lupa mencuci tangan dan pakai masker ya ketika sedang keluar rumah.
__ADS_1
#StayHome
#RebahanAja