Janjiku Kepadamu Anindya

Janjiku Kepadamu Anindya
Hayalan sebuah Lagu


__ADS_3

........꧁☆☬Salam Santuy☬☆꧂⁩........


Karena ulah ibu-ibu dan anaknya itu, membuat aku badmood, aku berkata kepada Irwan, "Wan, gua mau jalan-jalan dulu, mau cari udara segar. Biar hilang ini badmood gua."


"Ya." Dengan mengangkat tangan kanannya dengan wajah yang datar.


Sebelum jalan, aku memutar musik secara random di HP dengan memakai headset. Aku tinggalkan dia sendirian yang masih termenung lemas di bangku taman.


Lagu pertama langsung membuat pikiran dan tubuh rileks, karena lagu—ThreeSixty:Sampai Nanti—itu adalah salah satu lagu kesukaan. Alunan suara biola berpadu gitar dan piano yang indah. Menurutku ini adalah lagu untuk orang perpisahan dari sepasang pasangan, namun berpisah dengan cara yang baik-baik.


Lirik demi lirik aku nyanyikan dalam hati sambil berjalan santai mengitari komplek perumahan.


'Dimana akan ku simpan semua harapan ini


Disaat ku temui jalan yg tak bertepi


Seiring redup hati selimuti senyummu


Tak mampu ku bergerak di sudut sempi ini.'


'*Jadilah pelita di kala redup hatimu


Disaat tak mampu lagi diriku


Terangi gelapmu seperti dulu.'


'Teruslah melangkah walau kini ku tak berjalan di sampingmu


Hingga kau pun berlabuh di akhir ujung jalanmu*.'


Ketika mau masuk ke reff lagu, pikiranku melayang-layang berpikir kalau yang tampil itu aku dan teman-teman di acara panggung sekolahan


'*Sampai nanti kelak esok kan kembali ini tentang kita.Tentang bagaimana cara kita mampu melangkah. Tanpa alasan yg sama.'


'Dan sadari kini napasmu pun tak seirama denyut nadiku ,amat dalam ku terjatuh

__ADS_1


Hingga kau pun berlabuh di akhir ujung jalanmu*.'


Hati ini langsung damai mendengar lagu itu, apalagi setelah reff lagu selesai, permainan petikan dan genjrengan gitar yang membuat aku seketika menghayal untuk bisa melakukannya.


'Kupahami setiap langkah dari waktu yang tlah tersisa


Akan berjuta kata tak bermakna


Bungkam semua ambisi walaupun kini ku tak lagi menemani kelam ini.'


Setelah itu dilanjutkan lagi dengan petikan gitar yang sangat indah, ditambah lagi suara biola yang sangat romantis. Dan ketika Reff terakhir, seluruh bulu roma yang ada di kuduk berdiri secara menantang, karena mendengar permainan musik yang sangat indah dan romantis.


'*Sampai nanti kelak esok kan kembali ini tentang kita.Tentang bagaimana cara kita mampu melangkah. Tanpa alasan yg sama.'


'Dan sadari kini nafasmu pun tak seirama denyut nadiku ,amat dalam ku terjatuh


Hingga kau pun berlabuh di akhir ujung jalanmu*.'


Permainan biola itulah yang membuat pikiran ini melayang-layang karena lantunan keindahan yang di bunyikan. Badmood ini perlahan-lahan berkurang, dari titik 100 menjadi 60.


"Lagu yang indah," ucapku.


Sebuah lagu yang meminta kesempatan kembali kepada Tuhan untuk membahagiakan seorang mantan kekasihnya yang sangat dia cintai. Ketika itu terbayang di benakku, semoga aku tetap bisa membahagiakan Anindya sampai maut memisahkan dan di pertemukan kembali di jannah.


'Bersamamu kulewati


Lebih dari seribu malam


Bersamamu yang kumau


Namun kenyataannya tak sejalan.'


'Tuhan bila masih ku diberi kesempatan


Izinkan aku untuk mencintanya

__ADS_1


Namun bila waktuku telah habis dengannya


Biar cinta hidup sekali ini saja.'


'Tak sanggup bila harus jujur


Hidup tanpa hembusan nafasnya.'


'Tuhan bila waktu dapat kuputar kembali


Sekali lagi untuk mencintanya


Namun bila waktuku telah habis dengannya


Biarkan cinta ini


Hidup untuk sekali ini saja.'


Note : Lagu ini untuk mengenang atas meninggalnya sang maestro jazz dengan suara sangat indah. Rest in Peace Glenn Fredly T_T


Sebuah makna kerinduan yang terdalam dan harapan untuk kembali bersama mantan kekasihnya, tertuang di dalam reff lagu itu. Entah kenapa sebuah hayalan kembali terngiang di pikiranku, jika suatu saat memang aku dan dia tidak berjodoh. Ingin sekali bernyanyi lagu ini di depan dia dan orang lain, agar dia mengetahui besarnya rasa cinta ini untuknya.


Nafas panjang aku hembuskan. "Haaa ... aku harap perpisahan itu tidak terjadi."


Dari lagu sedih yang sudah di putar, berganti dengan lagu dari penyanyi solo dengan gaya musik yang selalu ada gendangnya. Apalagi kalau bukan Denny Caknan : Kartoyono medot janji.


Lagu ini mengingatkan aku saat kejadian waktu MOS, kena hukuman berulang kali. Namun ketika itulah awal pertemuan aku dengan dirinya, wanita pertama yang membuat hati ini bergetar dan wanita pertama yang membuat aku salah tingkah.


Suara gendang koplonya membuat pinggul ini perlahan-lahan mulai bergerak, karena terbawa suasana lagu itu, tanpa kusadari seluruh badan ini bergoyang-goyang kesana kemari. Meluapkan semua rasa di dalam goyangan itu.


Ketika sedang asik berjoget dengan senyuman yang terukir, aku tidak menyadari kalau ada seorang wanita melihat kelakuanku dan kami saling bertatap wajah.


"Eh-."


........꧁☆☬Salam Santuy☬☆꧂⁩........

__ADS_1


__ADS_2