Janjiku Kepadamu Anindya

Janjiku Kepadamu Anindya
Es Krim Cokelat


__ADS_3

"Perkenalkan nama Bapak Joni Simanjuntak, Bapak lah yang akan mengajar kan mata pelajaran matematika ke kalian.


"Nah sekarang buka buku paket kalian semua, sudah di kasih kan buku paket nya?"


"Sudah pak."


Pelajaran pertama pun dimulai, semua murid dikelas sibuk mencatat dan mendengar penjelasan dari pak joni tentang Matematika pada bab pertama.


Setelah selesai jam pertama, dilanjutkan lagi dengan jam kedua dan ketiga pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni budaya.


______________________________________________


Kringg..!!


Telah usailah waktu pelajaran pertama, kedua dan ketiga yang di gantikan waktu istirahat.


Semua anak langsung sibuk Masing-masing.


Ada yang keluar menuju kantin dan ada juga yang tetap di kelas karena mereka membawa bekal, termasuk diriku yang menyiapkan bekal buatan ummi untukku santap dengan lahap.


"Wih, Alang bawa bekal juga ya ternyata." tanya Anin.


"Iya dong, Ummi ku selalu memberikan bekal sekolah, agar bisa menghemat uang jajan."


"Ho'oh bener banget, lagian kalau masakan dari ummi lebih Heiginis ketimbang makanan luar."


"Iya, eh Ummi Anin buatin apa tuh." tanyaku.


"Eh gak kok, ini Anin sendiri yang buat."


"Widih... mau dong nyicipin." ucapku manja kepadanya, sungguh aku selalu meleleh jika di depan dia.


"Kalau gitu kita tukar tukaran aja lauknya."


"Oke... " jawabku.


Disaat asik saling tukar menukar lauk, Anak-anak yang lain memanggil kami untuk bergabung juga biar rame.


"Woy Lang,Anin gabung sini, makan rame-rame kita." teriak mereka memanggil kami berdua.


"Eh yuk gabung dengan mereka lang." ajak anin.


"Yuk...."


Dengan lahap kami memakan bekal bawaan dari rumah, apalagi bisa tukar tukaran lauk.


Skip.


Setelah selesai makan aku langsung keluar kelas untuk membeli minuman sama cemilan, tak pula aku menawarkan kepada Anin, apakah dia mau menitip cemilan atau minuman.


"Nin mau nitip gak?" tanyaku.


"Ehh ... apa ya?"


"Eh Lang, lu mau ke kantin ya? Aku nitip dong."


"Eh aku juga nitip."


"Aku juga."


'Setdah, aku nawarin cuma ke Anin doang. Malah yang lain ikut juga.' ucapku dalam hati.


"Ya udah Anin nitip cokelat aja ya." jawab anin.


"Siap tuan putri."


"Eh mana catatan yang mau kalian beli juga, uangnya jangan lupa."


"Sep ... temen sejati ni." ucap mereka.


Aku pun langsung pergi ke kantin dan membeli semua titipan temen-temen serta tak pula cokelat untuk anin.


Sumpah titipan mereka banyak sekali, aku seperti habis memborong makanan dan minuman dari kantin, banyak anak-anak lain melihat ku heran, ini orang mau jajan atau mau ngeborong pikir mereka.


"Wih cok lu banyak kali beli jajanan, minta atu ya." ucap Irwan.


"Pala mu minta-minta, bukan punyaku ini, ini punya temen kelas." jawabku.


"Ah elah kirain punya lu cok."

__ADS_1


"Udah ah aku mau ke kelas dulu, awas berat ni."


Kutinggalkan si anak kucluk itu dan menuju ke kelas , supaya aku bisa duduk istirahat.


"PUNTEN GOPUT DATANG!!" teriak ku di kelas.


"Asek.. goput kita udah datang."


Semua anak-anak yang menitip langsung mendekatiku dan mengambil makanan dan minuman mereka, aku pun juga langsung mengambil cemilan dan minuman ku, tak lupa juga cokelat untuk anin.


"Nih Nin cokelat nya, aku beli beng-beng sama Better." ucapku.


"Wah banyak amat, berapa ini semuanya."


"Udah gak usah, aku yang traktir."


"Ih ... gak usah atuh, nih aku bayar."


"Udah ah jangan bayar, anggap aja ini balas budi ku untuk yang kemarin."


"Hmm, ya udah maaci ya alang." jawabnya senyum yang membuatku dag dig dug melihat nya.


"Loh Alang ngapain senyum senyum, ih mikirin jorok nya." ucapnya


"E-enggak kok, hehe."


"Hahaha ya udah aku makan ya cokelat nya."


"Iya silahkan tuan putri."


"Ih ... kamu mah gombal terus."


Akhirnya waktu istirahat pun telah usai, dan kami semua melanjutkan mata pelajaran selanjutnya sampai akhirnya bel tanda pulang berbunyi.


"Siap grak."


"Sebelum pulang, marilah kita berdoa menurut ajaran dan agama masing-masing, berdoa dimulai." ucapku membimbing mereka.


....


"Doa selesai, beri salam."


"Waalaikumsalam dan selamat siang anak-anak." ucap Pak Guru sambil melangkah keluar kelas yang diikuti anak-anak untuk melangkah pulang kerumah.


Disaat mau keluar kelas, aku bertanya kepada anin, apakah dia di jemput atau tidak.


"Nin kamu pulang di jemput gak sama abi?" tanyaku.


"Hmm bentar anin telepon dulu." ucapnya dan menjauh dariku.


POV ANIN


"*Assalamu'alaikum Abi."


"Waalaikumsalam."


"Abi hari ini bisa jemput Anin gak?"


"Nampaknya gak bisa Nak, Abi masih ada kerjaan, disitu ada Alang gak? Kalau ada, minta tolong aja sama dia untuk antarmu pulang."


"Ada Abi, iya Abi. Anin pulang sama Alang."


"Hati-hati ya Nak, assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam, Nak*."


POV KEMBALI KE GILANG


"Gimana, apakah Abi bisa jemput?"


"Gak bisa Lang, kata Abi. Anin pulangnya sama kamu aja."


"Ya udah yok kita pulang." ajak ku.


Kami berdua langsung menuju motor di parkiran sekolah, dalam perjalanan ke sana aku dan anin saling mengobrol dan bercanda layaknya candaan anak sekolahan +62.


"Nih nin pakai helmnya." Aku selalu membawa 2 helm, untuk jaga-jaga ketika ada yang mau numpang. Ya karena aku tidak ingin berurusan dengan pihak kepolisian.


"Iya." ucapnya memakai helm dan langsung naik ke motorku.

__ADS_1


"Ya udah yuk pulang, Bismillah."


Dalam perjalanan pulang kami melanjutkan bercanda gurau, di pertengahan jalan aku melihat dan berhenti karena ada penjual Es krim.


"Eh Nin, kamu mau es krim gak?" tanyaku.


"Hmm mau..." jawabnya manja.


"Mau rasa apa Nin?"


"Rasa yang pernah ada, hahahah." jawabnya


"Aduh duh ngajak gombal gombalan nih."


"Mau rasa apa serius nih loh?" tanyaku lagi.


"Hmm cokelat vanilla aja, nih uangnya."


"Ih udah ah simpen uang mu, aku yang belikan." ucapku.


"Maaci hehehe." jawabnya gemes membuatku salting.


Aku langsung turun dan menuju ke penjual es krim dan membeli 2 eskrim cokelat vanilla dan cokelat kacang.


"Nih es krim nya, mau makan sambil jalan atau berhenti dulu." tanya ku.


"Hmm berhenti aja dulu bentar, kita makan es krim nya di depan aja, itu ada tempat duduknya." ucapnya menunjuk ke tempat itu.


"Ya udah yok."


Sampai sana kami berdua segera menyantap es krim sambil menikmati pemandangan sekitar dan bersenda gurau. Saat sedang asik asiknya ngobrol, tiba-tiba irwan muncul dan mengagetkan kami berdua.


"Cie yang lagi pacaran, gak di sekolah gak di luar pacaran teros..." ucap irwan.


"Ih kami gak pacaran kok, kami hanya temen." ucap anin.


"Hahaha, kasihan oh sungguh kasihan. Hanya di anggap teman, sabar ya Lang." ledek nya yang membuat ku kesal.


"Dih emang kita cuma temenan, tapi temen hidup." jawab ku bercanda sambil menatap mata anin.


"Ih ... apa sih alang." jawabnya tersipu malu.


"Hahaha ya udah mending aku pergi dari sini, dari pada jadi obat nyamuk." ucap Irwan meninggalkan kami berdua.


Aku dan Anin melanjuti menghabiskan es krim karena sekarang sudah jam setengah tiga sore. Setelah selesai kami pun langsung menaiki motor dan menuju pulang ke rumah.


Skip.


Akhirnya kami pun sampai di rumah anin dan aku langsung mengantarkan dia sampai depan pintu rumah, supaya ummi nya tau dia pulang dengan siapa.


TOK TOK TOK.


"Assalamu'alaikum Ummi."


"Waalaikumsalam, tunggu bentar!" jawab ummi nya dari kejauhan.


"Eh udah pulang Anak Ummi, sama siapa pulangnya."


"Sama Alang Ummi, tadi sudah bilang sama Abi." jawab anin


"Wah sama Alang ya pulangnya." ucap ummi nya tersenyum.


"Ya udah Ummi, Alang izin pulang dulu ya."


"Eh gak mampir dulu, Nak?" tanya Ummi nya.


"Udah sore Ummi, juga Alang mau bantu Ummi alang di rumah." ucapku halus.


"Oh ya udah, makasih ya udah antar Anin pulang kerumah. Hati-hati ya nak di jalan."


"Iya ummi, Nin aku pamit pulang, assalamu'alaikum." ucapku pamit.


"Waalaikumsalam." jawab anin dan ummi nya.


Akupun langsung pulang pulang kerumah dengan hati yang sangat senang karena bisa mengantarkan dia pulang juga makan eskrim dengan dia berdua. Sungguh hari yang indah hari ini.


" JANGAN LUPA BERSYUKUR HARI INI TEMAN "


ᕕ( ՞ ᗜ ՞ )ᕗᕕ( ՞ ᗜ ՞ )ᕗ

__ADS_1


Salam SANTUY...... 😁


__ADS_2