Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu

Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu
Akhirnya cerai


__ADS_3

Ratna memasang kuda-kuda, berani sekali dia berceramah di hadapanku, dasar mantu kurang ajar.


"Ibu, ada apa sih?" tanya Rizal yang baru saja keluar dari dalam kamar.


Tatapan Ratna semakin berapi-api saat melihat Rizal, entah apa yang akan terjadi selanjutnya?


"Pagi-pagi sudah berisik sekali, tidak enak Bu di dengar oleh tetangga," lanjut Rizal tampak kesal.


"Kamu bilang ada apa? Gara-gara kamu tidak mau menceraikan Lisa yang miskin ini, Mona sedih dia datang ke rumah nangisnya," rutuk Ratna dengan wajah yang bersungut-sungut.


"Aku memang tidak mau bercerai dengan Lisa," sahut Rizal mantap.


Lisa tersenyum sinis, tidak mau bercerai denganku? Aku tidak sudih punya suami seperti kamu, sungguh jijik rasanya.


"Apa yang kamu harapkan dari wanita miskin itu? Kamu mau selamanya hidup miskin? Mending sama Mona yang kerjanya jelas dan tentunya tidak akan menjadi beban untukmu Rizal," sedikitpun Ratna tidak memikirkan hati dan perasaan Lisa.


Rizal menatap Lisa, ia berharap Lisa mau mempertahankan pernikahannya? Pernikahan yang seperti apa? Pernikahan tidak sehat seperti ini untuk apa juga aku pertahankan?


"Ibu..."


"Ibu tidak usah kawatir, Mas Rizal akan segera menandatangani surat cerai, lagian aku juga sudah bosan menjadi istrinya Mas Rizal mending aku jadi janda," dengan tegas Lisa memotong kata-kata Rizal.


"Lis, apa yang kamu katakan?" Rizal bertanya menggebu-gebu, ia tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Lisa.


"Mas, aku sudah lelah menjadi istrimu, aku akan melayangkan gugatan cerai," pungkas Lisa dengan tegas.

__ADS_1


"Nah gitu dong," kedua mata Ratna berbinar bahagia.


Rizal menggelengkan kepalanya, tapi Ratna tersenyum bahagia.


Akhirnya mereka berpisah juga, aku akan mendapatkan mantu yang kerjanya mapan, Mona juga cantik, dia juga banyak duit. Sering kali ia membelikan aku baju mahal, tas mahal, ia juga sering memberikan uang secara cuma-cuma, mantu idaman itu seperti Mona bukan seperti Lisa.


***


Ratna pulang ke rumahnya sesampainya di rumahnya Ratna melihat Mona sudah menunggu dirinya di depan rumahnya dengan mata yang tampak sembab.


Mata Mona sembab karena ia nangis terus saat mendengar Rizal tidak akan menceraikan Lisa.


"Calon mantuku kenapa menangis?" tanya Ratna, lalu duduk di samping Mona sembari mengusap punggung Mona dengan lembut.


"Ibu, Mas Rizal tidak akan menceraikan wanita itu, lalu bagaimana nasibku Bu?" isak tangis Mona, membuat Ratna merasa ibah.


"Sudah jangan menangis, mereka akan bercerai secepatnya," ujar Ratna dengan nada lembut.


Mona langsung sumringah, matanya langsung berseri-seri karena bahagia.


"Ibu yakin?" Mona bertanya tidak yakin.


"Iya yakin," jawab Ratna mantap.


***

__ADS_1


Satu minggu kemudian akhirnya Lisa dan Rizal sudah sama-sama menandatangani surat perceraian mereka.


Mereka juga pisah rumah, Rizal tinggal di rumah Ibunya sedangkan Lisa tetap tinggal di rumah miliknya.


Kini mereka hanya menunggu ketok palu saja setelah itu mereka akan resmi bercerai secara hukum dan agama.


***


Di saat ketok palu belum di laksanakan, Mona kekeh meminta Rizal untuk menikahinya. Akhirnya mereka menikah secara siri.


Kini setelah menikah siri Rizal akhirnya tinggal di rumahnya Mona.


"Mas kok bengong," tanya Mona dengan nakal Mona mengelus-elus keris pusaka milik Rizal. Sebagai pengantin baru rasanya tidak sabar untuk melakukan malam pertama tapi Rizal tampak tidak bahagia.


Karena paksaan dari Ratna, akhirnya Rizal mau menikahi Mona. Padahal dulu Rizal begitu suka pada Mona, tapi semenjak Mona suka belanja dan hobby sekali menghabiskan uang, sejak saat itu rasanya pada Mona mulai pudar.


Bohong jika Rizal tidak menikmatinya, nyatanya terdengar suara de sa han dari dalam mulutnya.


"Mon, jangan seperti ini!" titahnya terdengar suaranya begitu menggoda Mona.


"Kenapa? Kita kan sudah sah menjadi suami-istri," dengan nakal Mona naik ke pangkuan Rizal. Astaga aku tidak bisa menahannya lagi, biarpun hati ini katanya tak lagi mencintai Mona tapi yang bawah sana sangat merindukan permainan dari Mona.


Tanpa menunggu lama, Rizal langsung mengangkat tubuh Mona dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka, Mona senang sekali.


Sesampainya di dalam kamar akhirnya pertarungan panas malam ini berlangsung dengan penuh hasrat dan nafsu dari keduanya.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2