Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu

Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu
Resmi Jadi Janda


__ADS_3

Di sebuah Mall yang ada di kotanya Lisa terlihat begitu bahagia, akhirnya dia bisa menikmati hidup yang begitu bahagia dan punya uang sendiri tidak seperti dulu yang selalu pusing karena tidak pernah mendapatkan nafkah materi yang cukup dari mantan suaminya.


Ipah dan Lisa berbelanja bersama, lalu setelah belanja mereka mengajak Tasya dan Alena ke tempat permainan anak-anak. Sungguh bahagia hidup menjanda tak ada tekanan batin dan mental juga sehat setiap hari.


Setelah selesai bermain Lisa mengajak semuanya untuk makan siang. Ini adalah gajian pertamaku dari menulis novel, Ipah yang telah membantuku menulis sehingga aku bisa menghasilkan uang sendiri.


"Lis, kita harus pulang sekarang!" ajak Ipah membuat Lisa kaget karena raut wajah Ipah begitu panik.


"Kenapa Pah? Apa ada masalah?" tanya Lisa mencoba untuk tenang.


"Mas Faris datang mau menjemput Alena, katanya beberapa hari lagi pulangnya ini malah tiba-tiba dan kunci rumah aku bawah," cecar Ipah agak kesal.


Lisa tersenyum kecil, seperti inilah sahabatnya di saat kesal pasti akan ngedumel seperti burung beo.


Tanpa menunggu lama akhirnya mereka pulang padahal makannya belum selesai, tapi Faris terus menelpon Ipah dan membuat Ipah geram.


"Apa Mas Faris itu tidak bisa menunggu diluar beberapa lama apa? Dia terus menorku dengan telponnya," cebik Ipah saat sedang menyetir dan mengabaikan telpon dari Faris. Saat sedang menyetir itu tidak boleh sambil menelpon.


"Mungkin Mas kamu itu terlalu merindukan putrinya yang lucu ini, Pah," ujar Lisa. Alena begitu anteng di pangkuannya, mungkin batita kecil itu merasakan kenyamanan seorang ibu.


Ipah mengangguk ada benar juga Lisa, sesampainya di depan rumahnya ia langsung memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya.


Saat turun dari dalam mobil, ia melihat Faris duduk di depan rumahnya dengan wajah yang tampak begitu lelah.

__ADS_1


"Mas Faris," Ipah dan Lisa berjalan ke Faris sedangkan Tasya sudah turun lebih dulu, setelah Ipah membuka pintu rumahnya Tasya langsung masuk ke dalam kamarnya karena sangat mengantuk.


Kini Lisa menyerahkan Alena kepada Faris, dengan tatapan penuh makna Faris menerima Alena dari uluran tangan Lisa.


"Mas jangan lama-lama lihatnya, ingat dia baru saja resmi jadi janda," cecar Ipah dengan sengaja. Ipah ingin Faris tahu kalau Lisa sudah resmi menjadi janda yang sah dan ada surat-suratnya pulah.


Dalam hati Faris, doaku terkabul, wanita cantik ini akhirnya resmi menjadi janda. Faris kamu harus berusaha mendekatinya, iya aku harus menjadikan dia sebagai mamanya Alena. Sabar ya anak papa, papa pasti akan mencarikan mama baru yang baik buat kamu.


"Lis, apakah benar yang dikatakan oleh Ipah?" tanya Faris memastikan.


"Tidak baik mengobrol diluar, ayo masuk!" ajak Ipah dan semuanya masuk ke dalam rumah.


Tak terasa ternyata Alena terlelap di gendongan Faris, mungkin karena terlalu capek jalan-jalan akhirnya batita kecil itu tidur dengan nyenyak.


Ipah mengambil Alena dari gendongan Faris, lalu membawanya masuk ke dalam kamar.


Saat Ipah sudah tidak terlihat, Faris mengarahkan pandangannya ke arah Lisa dengan tatapan lembut, sungguh itu membuat Lisa sangat canggung.


"Maaf Lis, pertanyaanku belum kamu jawab tadi," dengan tatapan penasaran Faris ingin tahu.


"Aku memang sudah resmi menjanda Mas, mantan suamiku juga sudah menikah lagi," jawab Lisa.


Dalam hati Faris ia terus tersenyum bahagia, sungguh sudah menjadi janda. Pokoknya aku harus mendekatinya sampai dapat.

__ADS_1


Obrolan mereka berdua begitu asik, di tambah ada Ipah yang siap menjadi Mak Comblang bagi kakak dan sahabatnya itu. Ipah yakin Mas Faris itu laki-laki yang baik untuk Lisa.


Tidak terasa hari semakin sore, Lisa akhirnya berpamitan untuk pulang. Faris hendak mengantarkan Lisa tapi Lisa menolak. Akhirnya Lisa pulang sendiri, karena tidak mau ada omongan tetangga yang tidak enak.


***


Di saat Lisa mulai bisa menikmati hidupnya dengan bahagia, uang juga bisa ia hasilkan sendiri. Di sisi lain ada Ratna yang uring-uringan karena Rizal tak lagi memberikan uang bulanan yang cukup padanya seperti saat bersama dengan Lisa.


"Rizal, kamu hanya memberikan Ibu uang 500 ribu, ini tidak akan cukup Zal, biasanya juga satu juta lima ratus Zal," protes Ratna saat menerima uang pemberian dari Rizal yang hanya 500 ribu. Dulu saat dengan Lisa, keuangan Rizal yang mengatur Mona, ini sungguh terlalu sih Mona.


"Bu, Mona terus berbelanja ini dan itu, aku saja pusing," aduh Rizal geram.


"Berikan saja dia 50 ribu untuk satu minggu, jangan terlalu memanjakan dia!" geram Ratna bersungut-sungut.


"Dia bukan Lisa Bu," sahut Rizal.


"Ke marikan semua uang gajianmu," pinta Ratna dan dengan mudahnya Rizal memberikan amplop coklat gajiannya kepada Ratna.


Ratna mengambil semua uang itu, lalu hanya menyisakan uang 300 ribu saja di dalam amplop itu.


"Ini, berikan pada Mona!" titah Ratna tegas.


Rizal mengangguk, ia lalu pulang membawa amplop gajian yang sudah tidak utuh lagi. Entah akan seperti apa reaksi Mona?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2