Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu

Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu
Faris & Fitri


__ADS_3

Kini satu minggu telah berlalu kedekatan Lisa dan Alena begitu terlihat, Faris saja sampai di buat kagum oleh Lisa, karena tidak biasanya putri kecilnya ini akan nyaman dengan orang lain. Dan saat dengan Lisa, Alena begitu anteng tidak rewel sama sekali.


Faris di sibukkan dengan pekerjaan kantornya, tapi ia tenang biarpun meninggalkan Alena di rumah Ipah, selain Ipah yang begitu sayang dengan Alena. Faris juga yakin kalau Lisa juga ada di rumahnya Ipah dan ikut menjaga Alena dengan baik.


"Tok....tok...."


"Masuklah!"


Seorang wanita masuk ke dalam ruangan Faris, saat Faris melihat siapa yang datang ia cukup kaget dan tatapannya juga begitu datar.


"Fitri, ada apa datang ke kantorku?" Tanya Faris, ia terlihat tidak senang dan tidak senyum sama sekali kepada Fitri. Fitri adalah mantan istriku, kita sudah lama berpisah karena dia berselingkuh dan akhirnya meminta cerai dariku.


Fitri duduk di kursi yang terhalang meja kerjanya Faris, padahal Faris belum mempersilahkan ia untuk duduk. Tapi Fitri terlihat begitu santai, namun raut wajahnya begitu sendu dan terlihat tidak semangat sama sekali. Mungkin mantan istrinya itu sedang ada masalah.


"Mas, pinjamkan aku uang 50 juta. Aku butuh banget Mas," kata Fitri terdengar nadanya di buat sedih.


Kedua mata Faris melotot kaget, uang sebanyak ini Fitri untuk apa? Kan ada suaminya, kenapa dia datang padaku? Dasar mantan istri giliran butuh saja datangannya ke mantan suami.


"Uang sebanyak itu untuk apa, Fit?" Tanya Faris ingin tahu, ya aku sangat penasaran saja. Katanya suaminya lebih kaya raya dariku, tapi dia datang meminjam uang 50 juta padaku.


"Suamiku kalah main judi Mas," jawabnya begitu enteng. Sungguh tidak ada malunya sama sekali.


Lahh suamimu yang kalah main judi, lalu kenapa kamu datang padaku?


"Bukannya suamimu itu orang kaya raya, masa uang 50 juta minjam padaku. Apa kamu tidak malu," sindir Faris dengan nada datar tapi begitu menekan.


"Suamiku yang sekarang memang lebih kaya raya darimu Mas," tekan Fitri dengan tegas.


"Ya kalau seperti itu jangan minjam uang 50 juta padaku, maaf aku tidak bisa bantu," kata Faris dan ia tersenyum kecil kepada Fitri.

__ADS_1


Fitri menatap Faris sinis. Sombong sekali kamu Mas, aku minjam uang cuma 50 juta saja kamu tidak memberikannya. Dasar pelit kamu mas.


"Kenapa takut tidak di balikin," tantang Fitri bersungut-sungut.


"Nah itu kamu tahu," sahut Faris begitu santai.


"Brengsek kamu Mas!" Serunya, lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan Faris begitu saja.


Saat Fitri sudah berlalu pergi, Faris tersenyum miris. Entahlah mantan istriku itu benar-benar mendapatkan suami lebih kaya raya dari aku atau tidak? Namun nyatanya ini bukan pertama kalinya dia datang padaku untuk meminjam uang.


Beberapa waktu lalu Fitri juga datang padaku meminjam uang padaku sebesar 5 juta, katanya sih anaknya sakit. Entah itu benar atau tidak? Aku juga tidak tahu dan sampai sekarang uang 5 juta itu belum juga di balikin oleh Fitri. Waktu itu aku kasih karena aku kasih anaknya sedang sakit, Ya anaknya dia bersama dengan selingkuhannya yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.


Kadang suka mikir, kalau suaminya kaya raya tapi kok Fitri sering kali meminjam uang?


****


"Gimana Fit, di kasih sama mantan suami itu?" Tanya Herlan penasaran. Berharap mantan suami Fitri yang bodoh itu memberikan pinjaman pada Fitri.


"Tidak Mas," sahut Fitri lemas.


"Aduh, lalu bagaimana? Aku sangat butuh uang itu sekali," geram Herlan bersungut-sungut. Tatapannya begitu marah pada Fitri.


"Aku tidak tahu Mas," dengan nada lirih Fitri hanya pasrah.


Herlan mengepalkan kedua tangannya dengan sempurna, lalu tatapannya semakin geram pada Fitri.


"Ikut denganku!" Dengan kasar Herlan menarik tangan Fitri, membuat Fitri merasakan sakit dan nyeri di bagian pergelangan tangannya.


"Mau kemana Mas?" Tanyanya, saat Herlan menarik dirinya keluar dari rumah.

__ADS_1


"Aku tidak punya pilihan lain, kamu harus aku jual kepada laki-laki hidung belang, malam ini aku harus dapat uang itu," tandasnya dengan tegas.


Fitri meronta-ronta, ia menolak untuk di jual. Sungguh suamiku ini sudah gila, masa istri sendiri mau di jual.


"Mas..."


"Tidak usah kebanyakan melawan!" Herlan dengan kasar memasukkan Fitri ke dalam mobilnya.


Kini ia pergi membawa Fitri ke laki-laki yang sudah di telponnya lebih dulu. Dan laki-laki itu berani membayar mahal, membuat Herlan langsung semangat.


****


Sore menunjukkan pukul 4 sore, Lisa datang ke acara pengajian yang tempatnya dekat dari rumah Ratna yang tidak lain adalah mantan mertuanya.


Saat Ratna sedang duduk dan memperhatikan wanita cantik yang ada di hadapannya, ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Apakah ini mimpi?


"Lisa.....!!" Masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Lisa tampak cantik dengan balutan gamis warna biru dongker dan kerudung warna hitam.


Ratna begitu lekat menatap Lisa, dia begitu cantik dan wajahnya begitu tertawat. Gamis yang di pakai itu juga begitu bagus, aku yakin itu pasti mahal, tapi Lisa dapat uang darimana? Apa aku suruh Rizal kembali pada Lisa saja, Lisa juga masih menjanda sampai saat ini. Aku yakin kalau dia masih sangat mencintai Rizal. Yakin sekali kamu Ratna.


Ratna mendekati Lisa yang sedang duduk.


"Lisaa," panggilnya begitu manis.


"Ibu," sahut Lisa cuek. Tumben banget suaranya merdu.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2