
Satu minggu kemudian, Faris hari ini di sibukkan dengan persiapan pernikahannya dengan Lisa. Memesan undangan, Dekorasi, Catring, dan lain-lain untuk acara nanti.
Untuk seragam keluarga juga Faris sudah siapkan dan sudah di bagikan oleh Ipah untuk seluruh keluarga besarnya.
Hari ini Faris dan Lisa baru saja selesai fitting baju pengantin, setelah itu mereka pergi membeli sovenir.
Faris mau membuat pernikahannya dengan mewah, ia tidak perduli akan mengeluarkan uang banyak yang penting Lisa bahagia.
Padahal Lisa hanya minta pernikahan yang sederhana saja tapi Faris tidak mau, biarpun Lisa sudah berstatus janda tapi Lisa berhak bahagia dan jangan sampai mertuanya dan mantan suaminya itu membuat ulah.
"Mas, aku izin mengundang mantan mertuaku, mantan suamiku dan istrinya, boleh tidak?" tanya Lisa, biar bagaimanapun ini semua butuh izin dari Faris.
"Boleh, tapi kamu yakin mau mengundang mereka semua?" jawab Faris tampak ragu, iya Faris tahu mantan suami Lisa menyebalkan.
"Yakin Mas," jawab Lisa.
***
Setelah selesai mengurus semuanya, Lisa meminta Faris mengantarkan dirinya ke rumah mantan mertuanya, lalu setelah itu ke rumah Rizal, tujuan Lisa datang ke rumah mereka untuk mengundang mereka ke acara pernikahannya dengan Faris. Kenapa Lisa meminta di antar oleh Faris? Ya biar tidak ada salah paham, apalagi sama Mona yang cemburuan. Bisa panjang urusannya saat Lisa datang sendiri ke rumahnya. Di kira mau godain Rizal pasti, padahal jelas-jelas dia sudah tidak ada rasa apa-apa sama Rizal. Tapi Mona masih saja curiga, dasar cemburuan.
Setelah beberapa lama menempuh perjalanan akhirnya sampailah di rumah Ratna.
Ratna yang sedang menggibah bersama para tetangganya, ia kaget saat melihat mobil mewah berhenti di depan rumahnya.
"Bukannya itu mobil yang waktu itu di depan rumahnya Lisa," gumam Ratna dengan suara lirih.
"Bu Ratna, itu tamu, mobilnya bagus sekali," kata salah satu temannya.
__ADS_1
Ratna akhirnya pulang ke rumahnya, saat melihat siapa yang turun dari dalam mobil itu semuanya tercengang, ia melihat Lisa begitu cantik dengan balutan gamis warna putih yang begitu anggun.
"Bukannya itu Mba Lisa," kata Rita yang tidak lain adalah tetangga dekat rumah Ratna.
"Iya itu Lisa, cantik sekali sekarang ya," sambung t
yang lainnya penuh kagum.
"Ibu-ibu permisi," sapa Lisa dengan sopan dan senyuman manis.
"Beda sekali dengan dulu ya, perasaan saat jadi istrinya sih Rizal, Lisa begitu kucel," timpal yang lainnya lagi.
"Iya Lis, silahkan," kata semuanya serempak.
"Bu Ratna, apa kabar?" sapa Lisa, lalu menyalami tangan Ratna dengan sopan. Padahal Ratna sering kali jahat padanya, tapi Lisa masih bisa bersikap sopan pada mantan mertuanya ini.
Faris dan Alena juga menyalami tangan Ratna dengan sopan.
Ingat sekali dulu saat aku datang jangankan di sambut, anakku Tiara mau makan saja di omelin, di sindirin, mau ambil lauk saja langsung tidak boleh, katanya itu Buat Lita. Jika ingat itu rasanya hati ini sakit sekali, sabar ya anak mama, mama pastikan hidup mama tidak akan terhina lagi.
"Duduk silahkan!" kata Ratna begitu hangat.
Faris duduk memangku Alena, lalu Lisa duduk di sebelah Faris. Mereka memang serasi, mudah-mudahan menjadi jodoh untuk selamanya dan maut yang memisahkan kalian.
"Lita buatkan minum untuk tamu!" titah Ratna, sungguh ini membuat Lisa kaget, lagi-lagi Ratna bersikap begitu hangat.
"Iya Bu," kata Lita.
__ADS_1
"Ada apa Lis? Tumben datang ke rumah Ibu," tanya Ratna dengan nada lembut.
"Aku hanya mau memberikan undangan pernikahanku dengan Mas Faris, Bu. Ibu Ratna nanti datang ya bersama Lita," kata Lisa dengan sopan.
Lita datang membawa meminuman dan cemilan, ia melihat sebuah undangan ia tersenyum senang.
"Ini undangan Mba Lisa?" tanya Lita dengan sopan, Lita juga sudah berubah dia jauh lebih sopan pada Lisa.
"Iya Lit, nanti datang ya bersama dengan Ibu!" pinta Lisa dengan nada lembut dan di anggukin oleh Lita dengan senang hati.
Ratna tampak tidak suka menerima undangan dari Lisa, ia cukup kesal karena tetap ingin Lisa kembali kepada Rizal.
"Lis, apa tidak sebaiknya kamu kembali pada Rizal?" tanya Ratna dengan entengnya.
"Maaf Bu, Lisa ingin bahagia. Hidup dengan Mas Rizal yang ada Lisa kurung kering dan tekanan batin, Lisa tidak mau kembali lagi ke masa suram itu," tolak Lisa dengan tegas.
Enak banget ngomong kembali kepada Rizal! Di kira jadi istri Rizal itu bahagia? Tidak, yang ada hanya tekanan batin dan kurus kering karena jatah saja hanya 50 ribu satu minggu.
"Mba Lisa jangan dengarkan Ibu, Mba Lisa berhak bahagia. Lagian Mas Rizal memang tidak baik Mba, tidak ada gunanya Mba kembali padanya," kata Lita dengan nada lembut.
Ratna semakin geram, ia menatap Lisa sengit. "Jika sudah tidak ada urusan lagi lebih baik kamu pulang Lis!" dengan ketus Ratna menyuruh Lisa untuk pulang.
Padahal minuman yang di buat oleh Lita belum sempat di minum tapi ya memang mau pulang, lagian masih harus ke rumah Rizal juga.
Saat Lisa dan Faris hendak pulang, Lita meminta maaf kepada Lisa atas kelakuan ibunya tadi.
Sesampainya di rumah Rizal, entah apa yang akan terjadi?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia