
Faris mendorong troli sedangkan Lisa memasukkan belanjaan ke dalam troli.
Faris yang sedang mendorong troli ia tersenyum tipis, rasanya seperti sedang berbelanja dengan istri. Tapi saya Lisa bukanlah istrinya, ia hanya wanita yang saat ini di kagumi olehnya. Hanya saja Faris belum berani mengatakan perasaannya kepada Lisa. Lebih tepatnya takut di tolak oleh Lisa, apalagi Lisa menjadi janda belum lama.
"Mas, kok Alena tidak diajak?" Tanya Lisa sembari memasukan bermacam-macam snack untuk Alena dan cemilan dirinya nanti sambil menulis novelnya.
"Lena, Mas titipkan ke Ipah. Lagian aku dari kantor Lis, lalu mampir karena susu Alena sudah habis di rumah," jawab Faris dengan nada lembut.
Sebagai orang tua tunggal Faris mengurus semuanya sendiri termasuk kebutuhan Alena. Saat ini gelar Faris ada dua ia menjadi bapak satu anak dan ia juga harus bisa jadi ibu untuk Alena.
Lisa kembali melangkahkan kakinya, Faris juga dengan setia mendorong troli yang kini sudah mulai penuh dengan belanjaan mereka berdua.
"Oh gitu Mas, memang Ibunya Lena kemana Mas?" Tanya Lisa, ia mulai penasaran dengan kehidupan Faris.
"Sudah bahagia bersama laki-laki yang dia cintai, Lis," jawab Faris sembari memasukan minuman kaleng ke dalam troli.
"Oh iya, kamu sama mantan suamimu kenapa berpisah?" Faris tak kalah penasaran dengan kehidupan Lisa.
Lisa menghela nafas pelan, jika mengingat masa lalunya saat bersama Rizal, hatinya begitu sesak.
"Memang sudah takdirnya berpisah Mas, jika di pertahankan juga pasti tidak akan baik-baik saja," ujar Lisa dengan nada lembut.
__ADS_1
Faris mengangguk, sebenarnya Ipah sudah menceritakan tentang Lisa padanya. Hanya saja Faris ingin mendengar langsung dari mulutnya Lisa.
"Kamu benar Lisa. Hubungan yang sudah tidak sehat jika di pertahankan maka hanya akan membuat batin tersiksa," sembari menghela nafas pelan, ada rasa sesak di dadanya saat mengingat tentang masa lalunya bersama dengan mantan istrinya.
Mereka terlalu asik mengobrol, sampai-sampai tidak sadar troli mereka sudah berisi banyak makanan, minuman kaleng, susu Alena. Lisa juga membeli kue, naget, ayam potong, daging, bumbu instan. Dan itu semua untuk stok di rumahnya untuk satu minggu. Saat hidup bersama dengan Rizal boro-boro berbelanja sebanyak ini, yang ada mertuaku akan betriak padaku, mengatakan aku boros.
Bersyukur sekali aku walaupun aku seorang janda tapi kehidupanku jauh lebih baik. Aku harus kerja yang semangat biar bisa renovasi rumah, aku juga harus menyisihkan uangku untuk di tabung.
Faris dan Lisa menuju ke kasir untuk membayar belanjaan mereka berdua. Saat semuanya sudah di hitung jadi satu, Lisa mengeluarkan kartu ATM miliknya untuk membayar total belanjaan sebesar 475 ribu. Itu semua total belanjaan Faris dan Lisa.
Saat Lisa sudah mengulurkan kartu ATM nya dan hendak memberikan kepada Mbak Kasir. Tiba-tiba Faris lebih dulu memberikan uang cash sebesar 500 ribu kepada Mba Kasir. "Pakai ini saja Mba," kata Faris dengan nada lembut.
"Mas, aku saja yang bayar," pinta Lisa, tidak enak rasanya apalagi belanjaannya jauh lebih banyak dari belanjaan Faris.
"Tidak apa Lis, aku saja." Sahutnya sembari tersenyum kecil kepada Lisa.
Lisa menatap kagum Faris, ternyata masih ada laki-laki baik di dunia ini, salah satunya Mas Faris. Bodoh sekali wanita yang sudah meninggalkannya, padahal anaknya begitu lucu. Mudah-mudahan Alena menemukan ibu pengganti yang baik dan sayang sama Lena.
"Terimakasih Mas," kata Lisa membalas senyuman Faris.
Setelah selesai belanja, Lisa tidak langsung pulang karena Faris mengajaknya untuk makan siang berdua. Lisa menerima ajakannya karena menurutnya Faris laki-laki yang baik, apa salahnya jika aku dekat dengan laki-laki lain? Aku rasa tidak ada yang salah. Mas Rizal saja sudah bahagia dengan istri barunya, aku tidak tahu sih mereka bahagia atau tidak?
__ADS_1
Kini mereka berdua makan di restoran dekat dari Supermarket tadi. Lisa dan Faris sama-sama pesan makanan, lalu saat pesanan makanan mereka datang mereka menikmati makanannya dengan nikmat.
Setelah selesai makan siang, Lisa langsung pamitan untuk pulang, saat Faris ingin mengantarnya pulang, Lisa menolak karena ia membawa motor sedangkan Faris membawa mobil.
Akhirnya mereka pulang masing-masing mengunakan kendaraan mereka masing-masing.
***
Rizal tampak tidak bahagia, pulang dari Supermarket Rizal tampak murung dan lebih banyak diam. Tentu saja sikap itu membuat Mona geram dan tidak suka.
"Mas, itu tatain belanjaan ke kulkas, kok malah ngalamun. Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu mikirin Lisa?" oceh Mona menggebu-gebu. Awas saja jika kamu memikirkan mantan Istrimu itu.
"Kamu tata sendiri saja! Kenapa kamu malah nyuruh suami?" cebik Rizal kesal. Perasaan Lisa tidak pernah menyuruh-nyuruh aku.
"Mas aku itu capek," sahut Mona galak.
"Lalu, kalau kamu capek, kamu bisa menyuruh-nyuruh suamimu begitu saja?" cetus seseorang, membuat Mona dan Rizal langsung menoleh ke sumber suara.
Saat melihat seorang itu, Mona langsung berapi-api, rasanya tidak senang saat melihat orang itu.
"Ibu...."
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia