
Kini Lisa dan yang lainnya sudah sampai di Yayasan tempat tujuan, ada kurang lebih 70 anak sudah berkumpul di lapangan.
Makanan prasmanan juga sudah siap, itu Lisa langsung pesan dengan beberapa menu dan ada 1 gerobak bakso, mie ayam, ada juga es krim, ini di panggil oleh Lisa secara langsung saat mereka sedang berdagang di pinggir jalan, dan Lisa lihat sepi, akhir di borong oleh Lisa tapi di saat Lisa mau membayar semuanya, tiba-tiba Faris mengeluarkan dompetnya dan akhirnya makanan 3 gerobak itu Faris yang bayar.
"Mas, aku ada uang," kata Lisa tidak enak hati. Mas Rizal saja cuek akan acaranya anaknya, ini Mas Faris yang orang lain malah begitu perhatian kepada Tiara.
"Tidak apa-apa Lis, iya ini semua kado ulang tahun untuk Tiara dari aku. Aku tidak bisa membelikan baju atau benda yang lainnya, tapi aku ingin acara berbagi hari ini menjadi amalan baik untuk Tiara," ujar Faris dengan nada lembut. Sungguh Lisa menatap Faris penuh haru. Sebaik inikah Mas Faris.
Kini semuanya sudah berkumpul, Lisa dan yang lainnya juga sudah berada di tengah-tengah para anak-anak yang begitu antusias untuk menyakinkan lagu ulang tahun untuk mendiang Tiara.
"Sebelum saya ucapkan terimakasih kepada anak-anak semua, terutama kepada pengurus Yayasan ini yang sudah mengizinkan kami semua mengadakan acara ulang tahun mendiang Tiara di sini, tema hari ini adalah Tiara berbagi. Walaupun Tiara sudah tidak ada di dunia ini, tapi aku ingin membuat anakku bahagia, buat semuanya mohon doanya untuk Tiara, agar Tiara di tempatkan di surga yang indah," sambutan demi sambutan di lanturkan oleh Lisa, biarpun nada bicaranya terdengar sendu tapi Lisa berusaha kuat untuk tidak menangis hari ini.
Setelah Lisa selesai berbicara, gini giliran pengurus Yayasan yang berbicara.
"Sama-sama Bu Lisa dan keluarga, kami semua senang sekali dengan kehadiran Ibu sekeluarga, untuk Almarhumah Tiara, anak-anak semuanya mari kita semua doakan agar Tiara bahagia di surga sana dan di terima amal baiknya, untuk seluruh keluarga yang di tinggalkan mudah-mudahan selalu diberikan ketabahan dan kesabaran," kata pengurus Yayasan dengan yang diiringi buliran air mata.
Dengan kompak semuanya mendoakan Mendiang Tiara dan di aaminnin oleh semuanya.
Setelah acara berdoa selesai, kini di lanjutkan dengan acara menanyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Tiara.
__ADS_1
Lisa bertepuk tangan sembari berusaha untuk tersenyum, tangisannya juga ia tahan karena tidak mau ada air mata di hari bahagia putrinya yang sudah tidak ada.
Setelah menyanyikan lagu ulang tahun dan tiup lilin, kue di bagikan pada semuanya, tak lupa bingkisan juga di bagikan kepada semuanya.
Semua yang ada di acara ini mendoakan Tiara, bahkan sebelum acara makan bersama pengurus Yayasan mengajak semuanya untuk mengaji bersama dan dengan kompak semua anak-anak begitu semangat.
Akhirnya sebelum acara makan bersama berlangsung, semuanya mengaji bersama.
Lisa sangat bersyukur dan ia yakin kalau Tiara di atas sana pasti bahagia melihat semua ini.
"Tiara, di masa hidup kamu, Mama tidak bisa membuatmu bahagia. Tapi sekarang mama sudah bisa mencari uang sendiri, mama hanya bisa mengadakan acara Tiara berbagi. Mudah-mudahan ini membuat kamu bahagia di surga sana Nak," gumam Lisa dalam hatinya.
Setelah acara selesai, semuanya menikmati makanan yang sudah Lisa pesan.
Melihat semua anak-anak antusias mengantri makanan, air mata Lisa akhirnya menetes juga. Dengan sigap Ipah langsung memeluk Lisa.
"Sabar ya Lis," kata Ipah di sela-sela pelukannya.
"Sedih rasanya Pah, aku bisa mendapatkan uang banyak tapi anakku...." Tangis Lisa semakin pecah.
__ADS_1
"Lis, Tiara pasti bangga punya Mama seperti kamu," kata Ipah menghibur.
Lisa mengangguk, berharap kata-kata Ipah itu benar.
Faris begitu antusias membagikan amplop yang sudah ia siapkan untuk anak-anak Yayasan.
Tasya dan Alena juga begitu asik makan, mereka ikut bergabung dengan semua anak-anak Yayasan.
Lagi-lagi Lisa di buat terharu oleh sikap Faris, padahal Mas Faris hanya orang lain. Tapi dia begitu antusias mengikuti acara demi acara berlangsung.
Terimakasih Mas, gumaman Lisa terdengar oleh Ipah membuat Ipah tersenyum kecil.
"Bukalah hatimu kembali!" Titah Ipah sebagai sahabat.
Lisa mengulas senyum kecil, akankah suatu saat nanti Lisa akan membuka hatinya untuk Faris?
Acara hari berlangsung sempurna tanpa ada halangan apapun, mungkin lain lagi kalau Rizal dan Mona datang, untung saja mereka berdua tidak datang jadi semuanya berjalan lancar.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia