
Hari demi hari berlalu dengan bahagia, bulan demi bulan juga berlalu dengan banyak kenangan indah. Banyak hari-hari yang mereka lalu bersama dan hanya ada kebahagiaan, tidak ada sedikitpun orang jahat di masa-masa Lisa saat ini.
Setiap hari Lisa di kelilingi dengan orang-orang yang baik dan sayang padanya.
Jatahnya yang dulu hanya 50 ribu satu minggu, kini sudah menjadi berlipat ganda dan sekarang menjadi puluhan juta, sungguh Lisa tidak menyangka entah amalan baik apa yang Lisa lakukan di masa lalu? Lisa saja tidak tahu, setiap hari Lisa selalu mengucap syukur dan syukur tak pernah lelah sedikitpun.
Dua tahun kemudian
Kini tidak terasa dua tahun telah berlalu, pernikahan Lisa dengan Faris di karuniai anak laki-laki yang yang begitu tampan, mirip dengan Faris hidungnya mancung dan tubuhnya putih, putra mereka di beri nama Elvan Ardiyansyah dan di panggil El.
Masa-masa kehamilan Lisa begitu menyenangkan, karena selama kehamilannya Faris begitu perhatian, ngidam apapun juga selalu keturutan, tambah di sayang juga sama suami.
Saat acara 7 bulanan, itu barengan dengan Ipah, ya siapa yang menyangka? Kalau mereka akan hamil bersamaan dan melahirkan juga di hari yang sama, sungguh kuasa Allah itu memang tidak terduga.
Ipah melahirkan anak perempuan yang begitu cantik, mirip dengannya dan di beri nama Tisya Anastasya. Jadi anak Ipah dan Fahmi ada dua yaitu Tasya dan Tisya.
Kehidupan keluarga Fahmi dan Ipah sangat bahagia, mereka di karuniai dua anak yang cantik-cantik, Fahmi juga kerjanya sudah menetap di kotanya dan tidak perlu LDR lagi, jadi bisa mengurus kedua putri mereka bersama-sama.
"Mas, lihat Tasya begitu sayang pada Tisya," kata Ipah, melihat Tasya begitu setia jagain adiknya yang sedang tidur, terlihat sekali kalau Tasya itu sangat sayang pada adiknya.
"Apa perlu kita buat anak satu lagi?" tanya Fahmi jail, membuat Ipah mendelik kesal.
Dasar Mas Fahmi, enak banget ngajakin buat lagi, di kira mudah kali ngurusin anak. Laki-laki mah enak tinggal tancap saja, lah kalau wanita kan masih banyak lagi, harus mengandung juga.
"Buat sana sama guling Mas!" cibir Ipah, ia beranjak dari sofa lalu menghampiri kedua putri mereka yang sedang asik bercanda ria.
"Tasya, pinter ya jagain adik," puji Ipah dengan nada lembut.
"Ma aa," panggil Tisya yang suaranya belum begitu jelas, wajar baru belajar bicara.
Fahmi tak mau kalah, ia beranjak dari tempat duduknya juga dan ikut bergabung dengan istri dan kedua anaknya.
Rasanya bahagia sekali karena akhirnya bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya.
"Ipah, makasih ya sudah selalu setia, jadi istri yang baik dan Ibu yang baik untuk anak-anakku," dengan lembut Fahmi mencium kening Ipah.
"Sama-sama Mas, makasih juga Mas sudah selalu menjadi suami dan Papa yang baik untuk kedua anak-anak kita," dengan senyum hangat Ipah memeluk suaminya, kedua anaknya juga berada di tengah-tengah pelukan mereka.
Dalam kehidupan berumah tangga itu hanya sekali terjadi, cobaan juga macam-macam, tapi itu semua bisa teratasi dengan baik ketika kita bisa sama-sama saling kompak dan saling mendukung satu sama lain.
__ADS_1
Aku bersyukur karena keluarga kecilku begitu bahagia, punya suami yang sayang padaku dan sangat baik padaku. Inilah cerita rumah tanggaku dengan Mas Fahmi yang tidak lain adalah suamiku.
Kehidupan keluarga Faris dan Lisa.
Kehidupan keluarga kecil Lisa begitu bahagia, Lisa juga sukses di dunia Pernovelan seperti Ipah.
Novel yang ia tekuni beberapa tahun ini, kini laris manis dan sudah menghasilkan uang ratusan juta. Sungguh bersyukur Lisa, hidupnya berubah dratis setelah berpisah dari Rizal sang mantan suami.
Kini Lisa sudah bahagia dengan Faris dan kedua anak mereka.
"Alena, Mas Faris, ayo makan dulu!" kata Lisa, sambil memangku El.
Hari ini mereka piknik bersama di sebuah taman, ya biasa setiap hari libur Faris memang mengajak anak-anaknya dan istrinya itu untuk berlibur, biarpun hanya piknik keluarga tapi itu selalu Faris lakukan.
"Iya Mama," sahut Alena dan berlari ke arah Lisa yang sedang duduk di tikar.
Kini semuanya sudah berkumpul untuk menikmati bekal piknik hari ini.
"Alen, makan dulu sayang," kata Lisa, Alena mengangguk lalu makan makanan yang sudah di siapkan oleh Lisa.
Tidak lupa Lisa juga menyiapkan makan untuk Faris juga.
Pemandangan hari ini begitu indah, langit tampak mendung tapi tidak hujan.
"Lis, aku mencintaimu," kata Faris membuat Lisa tersipu malu padahal sama suami sendiri.
"Aku juga mencintaimu Mas," jawab Lisa malu-malu, padahal sudah punya anak dua tapi masih saja malu-malu.
Mereka saling berpelukan, lalu Faris mencium kening Lisa, Alena juga langsung menghambur ke pelukan Papanya, kini keluarga kecil itu berpelukan seperti Teletubbies.
Dalam hatinya Lisa tak henti-hentinya mengucapkan kata syukur, kehidupan yang sekarang jauh lebih bahagia dari kehidupannya di masa lalu.
Sekarang tidak ada lagi "Jatah 50 Ribu Satu Minggu"
Karena Mas Faris selalu memberikan lebih dari itu, sampai aku bisa menabung, setiap bulan kalau Mas Faris rejekinya lebih juga selalu memberikan santunan untuk para anak yatim.
Bersyukur sekali punya suami sebaik Mas Faris, dia juga begitu setia dan tidak pernah menyakiti hati dan perasaanku.
Rumah tanggaku begitu berliku-liku, tapi akhirnya bahagia dan aku berharap kebahagiaan ini untuk selamanya, sampai maut memisahkan kita nanti.
__ADS_1
Rizal
Rizal yang malang pada akhirnya dia tetap menjadi pengangguran, bahkan Mona saja ninggalin dia dan memilih laki-laki lain yang lebih mapan dari Rizal, tentu saja Mona tidak mau hidup miskin apalagi harus menanggung bulanan Ibunya Rizal juga, sungguh Mona tidak ikhlas.
"Zal, mau sampai kapan kamu nganggur terus?" tanya Ratna geram sekali setiap hari melihat Rizal malas-malasan sambil main game di hp.
"Aku sudah mencari pekerjaan kemana-mana Bu, tapi tidak ada yang mau menerimaku kerja," sahut Rizal begitu enteng.
Sambil berlalu meninggalkan Rizal, Ratna mengoceh sambil jalan.
Punya anak dua tapi tidak ada yang bisa di andelin, Rizal malah jadi beban keluarga, Lita hamil duluan dan tidak tahu siapa bapak dari anaknya? Lalu sekarang aku harus kerja serabutan untuk menghidupi kedua anakku dan satu cucuku, entah salah apa aku di masa lalu?
Dasar Nenek Lampir, masih tanya salah apa? Padahal jelas kesalahan di masa lalu begitu banyak, bahkan minta maaf saja tidak pernah.
"Lita, itu anakmu mandiin!" sentak Ratna, anak kucel banget kaya kain lap tapi Lita malah sibuk dengan hpnya.
Kalau seperti ini setiap hari bisa cepat mati aku.
Kehidupan keluarga Ratna tidak sebahagia Lisa. Mungkin ini semua balasan dari yang Maha Kuasa untuk Ratna yang angkuh, sombong dan jahat.
Mona
Mona akhirnya menikah lagi tapi dia menjadi istri kedua, hidupnya juga tidak bahagia karena istri pertama selalu menjadikan Mona sebagai babu di rumahnya.
Salahnya Mona mau jadi istri kedua dan mau tinggal satu rumah dengan istri pertama suaminya yang sekarang, impiannya ingin menjadi orang kaya dan ratu itu tidak kesampaian, karena pada akhirnya Mona seperti babu di rumah suaminya sendiri.
"Mon, cuci itu baju!" sentak Mira ketus.
"Mba, kan Mba lagi santai," jawabnya kesal.
"Eh kamu itu hanya istri kedua, jika kamu tidak mau menurut, maka aku pastikan Mas Heru akan segera menceraikanmu," ancam Mira tegas.
Daripada di ceraikan dan kembali hidup susah, akhirnya Mona menuruti apa kata istri pertama suaminya, biarpun dalam hati tidak ikhlas.
Akhirnya cerita ini selesai, dalam berumah tangga itu kita harus sabar, harus ikhlas, harus saling menghargai, harus saling sayang dan yang paling utama adalah setia. Jangan sakiti hati pasangan kita masing-masing, kita harus jaga hati dan perasaannya.
TAMAT
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1