Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu

Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu
Kabar Bahagia Dari Lisa


__ADS_3

Sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya Rizal dan Mona, Lisa tiba-tiba menatap Faris penuh cinta dan ketulusan.


"Mas, tidak apa-apa kan?" Lisa memastikan, biar bagaimanapun Mas Faris adalah calon suaminya dan harus di jagad perasaannya.


"Tidak apa-apa, ayo ketuk pintunya!" Faris tersenyum begitu lembut, ia percaya dengan Lisa dan Lisa tidak akan macam-macam di dalam sana nanti. Pasti dia tahu cara menjaga perasaan calon pasangannya.


Lisa mengangguk, lalu ia menarik nafasnya dengan pelan dan di ketuklah pintu rumahnya Rizal dan Mona.


"Tok...tok..."


Saat mendengar suara ketukan pintu Mona langsung tidak enak hati. "Pasti itu Ibu yang datang," tebaknya dalam hatinya.


"Mas, ada orang, bukain pintu sana!" titah Mona dengan berani menyuruh suaminya pada Faris sedang menikmati kopinya.


"Dek, Mas kan sedang ngopi. Kamu saja yang buka pintunya," sahut Rizal dengan nada lembut.


"Disuruh malah nyuruh, cepat bangun! Buka pintunya!" titah Mona kasar, karena tidak mau bertengkar akhirnya Rizal menaruh kembali kopinya ke atas meja, lalu ia pergi membuka kan pintu rumahnya.


Dulu saat dengan Lisa, biarpun Lisa sering kali mengalami tekanan batin tapi dia tidak pernah menyuruh-menyuruh Rizal, apalagi dengan nada kasar seperti Mona. Mentang-mentang Rizal mencintainya, Mona selalu bersikap ingin menang sendiri, dia mudah sekali marah dan sering kali Rizal menjadi sasaran empuk oleh wanita yang telah menjadi istrinya itu ya biarpun di nikahi secara siri dan sampai sekarang belum di resmikan karena Rizal tidak punya biaya untuk resepsi dan Mona menginginkan resepsi yang mewah, padahal sudah berstatus janda tapi Mona itu gayanya selangit.


"Ceklek..."


Pintu terbuka terlihat wanita cantik bergamis putih, melihat kecantikan membuat Rizal terpana, ia tersenyum pada wanita itu ya wanita yang sudah sah menjadi mantan istrinya.


"Lisa," tatapan matanya terlihat kalau Rizal itu masih ada rasa pada Lisa.

__ADS_1


"Mas Rizal, Istrimu ada di rumah?" tanya Lisa dengan nada lembut. Faris setia mendampingi Lisa sambil menggendong Alena, tapi Rizal tak mau melihat Faris, ia bahkan tidak menyapa Faris sama sekali.


"Ada, ayo masuk!" dengan senang hati Rizal mempersilahkan Lisa masuk, tapi tidak pada Faris.


"Kamu tunggu diluar saja!" titah Rizal, saat Faris mau masuk ke dalam rumahnya di halangi oleh Rizal.


"Maaf Mas, jika Mas Faris tidak boleh masuk, maka ngobrol diluar saja!" pinta Lisa, tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.


Rizal menghela nafas kasar, akhirnya ia mengizinkan Faris untuk ikut masuk ke dalam rumahnya.


Saat melihat kedatangan Lisa, tatapan Mona begitu sinis. Wanita ini memang dari dulu tidak pernah suka pada Lisa, baginya Lisa adalah penganggu di dalam rumah tangganya padahal jelas-jelas dia yang pelakor sudah merebut Rizal dari Lisa.


"Eh, ada apa kamu datang ke rumahku?" bukannya tamu di sambut dengan baik, ini malah di tatap dengan tatapan semakin sinis.


"Mona, ada tamu itu di suruh duduk!" titah Rizal menjadi tidak enak pada Lisa.


Ya biarpun sebenarnya rasanya malas, Lisa, Faris dan Alena duduk juga, Lisa juga enggan basa-basi karena tidak mau lama-lama di rumahnya Mona.


"Mas kami datang kesini hanya untuk memberikan ini pada kalian, kami harap kalian bisa datang di acara pernikahan kami nanti!" Lisa memberikan selembar undangan yang cukup mewah, mahal pasti harganya tapi ya wajar Lisa dapat suami laki-laki kaya raya.


Rizal terlihat tidak suka melihat undangan itu, hatinya masih tidak rela jika Lisa bersanding dengan laki-laki lain.


"Oh, kalian kesini cuma mau pamer to," cetus Rizal dengan ketus.


"Iya dasar tukang pamer," sambung Mona sangat tidak suka.

__ADS_1


Dalam hati Lisa, pamer bagaimana sih? Aku hanya ingin kalian menyaksikan kebahagiaan aku secara langsung, dulu kalian menyakiti hatiku tanpa memikirkan perasaanku, apalagi anakku.


"Tidak ada maksud buatku pamer padamu Mas dan Mona, aku hanya ingin kalian ikut menyaksikan kebahagiaanku," ujar Lisa dengan nada lembut.


"Iya kami kesini untuk memberikan kabar bahagia akan pernikahan aku dan Lisa," lanjut Faris memperjelas semuanya.


Tetap saja Rizal dan Mona tampak tidak suka, Rizal yang masih menaruh hati pada mantan istrinya dan Mona yang iri karena nasib Lisa begitu baik darinya.


"Jika tidak ada urusan lainnya, silahkan keluar dari dalam rumahku!" usir Mona dengan tatapan sinis.


Tanpa menunggu lama Lisa dan Faris langsung keluar dari rumah mereka, lagian siapa juga yang mau lama-lama disini? Aku saja tidak mau Mona.


Setelah Faris dan Lisa pergi, Mona dan Rizal saling menatap satu sama lain.


"Dia datang kesini maksudnya untuk pamer," cetus Rizal tampak geram.


"Mentang-mentang dapat suami kaya," sambung Mona geram juga.


Dasar pasangan aneh, serasi sekali bukan.


Faris langsung melajukan mobilnya pergi dari depan rumahnya Rizal dan Mona.


Saat orang-orang jahat mendapatkan kabar bahagia bukannya senang, mereka malah tidak jelas seperti itu. Tapi semua itu tidak masalah bagi Lisa yang penting kabar bahagia ini sudah sampai pada mereka yang selalu menghinanya selama ini.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2