Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu

Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu
Inikah Rasanya Piknik Bersama


__ADS_3

Ratna melangkahkan kakinya dengan rasa penasaran yang begitu dalam, ia menghampiri tetangga Lisa yang rumahnya berhadapan dengan rumah Lisa. Apalagi di depan ada ibu-ibu sedang kumpul, Ratna yakin pasti mereka juga sedang membicarakan Lisa.


"Maaf Ibu-ibu, kok rumah Lisa sepi ya," tanya Ratna penuh selidiki. Padahal Ratna melihat Lisa pergi naik mobil, tapi ia pura-pura tidak tahu saja.


"Bukannya Ibu ini mertuanya Lisa," ceteluk salah satu ibu-ibu.


"Iya saya mantan mertuanya, saya datang karena ada penting. Tapi rumah Lisa begitu sepi," ujarnya sembari mengulas senyum malas.


Memangnya kenapa jika aku mertuanya Lisa di masa lalu? Dasar kepo sekali, wajar ibu-ibu ini tidak ada yang mengenalku, karena di saat Lisa sudah menikah dengan Rizal, aku jarang sekali datang mengunjungi Lisa di rumahnya. Dulu aku begitu malas dan tidak suka pada Lisa, aku saja tidak pernah sayang dengan cucuku satu-satunya.


"Lisa sedang pergi Bu, dia pergi dengan laki-laki tampan. Mungkin laki-laki itu calon suaminya yang baru," jawab salah satu di antara mereka.


"Cocok sekali ya sama laki-laki yang tadi. Daripada sama Rizal, dia begitu pelit, kalau ingat Lisa belanja hanya tahu dan bayam. Rasanya kasian sekali, tapi sekarang dia sepertinya hidupnya jauh lebih bahagia," kata yang lainnya.


"Iyalah daripada sama Rizal, sudah pelit, dasternya saja sampai pada sobek, jarang sekali itu sih Lisa membeli baju baru," timpal yang lainnya lagi.


Mereka sama sekali tidak perduli dengan ibunya Rizal, padahal Ratna ada di depan mereka tapi mereka santai sekali mengibahi Rizal tanpa memikirkan perasaan ibunya itu.


"Mudah-mudahan Lisa segera bertemu dengan laki-laki baik, biar bisa bahagiain dia," harapan salah satu di antara mereka dan di aaminnin oleh yang lainnya dengan serempak.


Rasanya geram dan hatinya panas sekali, anak kesayangannya itu di buat jadi obrolan tetangga di tempat tinggalnya dulu.

__ADS_1


"Ehh Ibu-ibu, memangnya anak-anak Ibu-ibu ini sudah pada benar? Kalian ngomongin anak orang tanpa perasaan," celetuk Ratna geram dan tatapan matanya begitu tidak suka pada mereka yang membicarakan tentang Rizal.


"Eh Bu, anakku itu begitu sayang pada istrinya. Aku juga begitu sayang dengan kedua cucuku, memangnya Ibu Ratna mertua yang kejam lihat cucunya meninggal saja tidak ada rasa sedihnya sama sekali," jawabnya sembari memandang sengit Ratna.


"Iya Bu, lagian memang Rizal itu tidak baik jadi suami ko. Lisa dulu kucel, bajunya sobek-sobek, uang belanja Lisa hanya 50 ribu untuk satu minggu, pantes dia kekurangan gizi." Sindir yang lainnya.


"Kalian fitnah....!!"


Geram Ratna lalu berlalu pergi meninggalkan ibu-ibu itu semuanya, mereka yang ada di situ semuanya bicara fakta. Apalagi setiap hari melihat Lisa hanya belanja sayur bayam dan tahu, kalau tidak tahu ya tempe. Itu juga setiap hari hanya belanja 5 ribu. Bukan hal mengejutkan bagi-bagi ibu-ibu para tetangganya itu, hingga Lisa pernah bicara pada mereka karena uang belanja yang hanya 50 ribu untuk satu minggu, jadi harus irit. Saat itu para ibu-ibu begitu merasa kasian pada Lisa, mereka tahu kebutuhan rumah tangga itu tak semurah itu. Tapi Lisa bisa bertahan begitu lamanya dengan Rizal, laki-laki yang sudah sah menjadi mantan suaminya.


Setelah lelah mengibah, mereka juga harus masak akhirnya mereka bubar.


Sambil berjalan menuju ke rumahnya, Ratna terus komat-kamit sambil jalan. Sungguh dia sudah seperti Mbah Dukun saja.


****


Di saat telinga Ratna karena di omongin oleh para tetangganya Lisa secara langsung. Di sisi lain Lisa begitu bahagia dengan kebersamaanya bersama dengan Faris dan Alena.


Di Kebun Bintang yang begitu luas, mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.


Kini Lisa mengelar tikar, ya hari ini piknik bersama konsepnya. Alena dan Faris begitu bahagia melihat hewan-hewan, Alena berlari-lari kecil sanking senangnya dan antusiasnya.

__ADS_1


"Papa, itu gajah...!" Teriaknya kencang.


"Ayo Papa kasih makan Gajah!" Pintanya dengan antusias.


Faris menggelengkan kepalanya karena di Kebun Bintang ini para pengunjung tidak boleh memberikan makanan sembarangan kepada para hewan yang ada disini.


"Mas Faris, Alena, ayo makan dulu!" Kata Lisa, ia sedang sibuk menyiapkan makan untuk mereka bertiga.


Tanpa menunggu lama Alena langsung berlari ke tempat Lisa duduk, Faris juga mengejar Alena karena takut Alena jatuh.


"Wahh ada ayam goreng," kata Alena terdengar bahagia, lalu ia duduk di dekat Lisa.


Ini semua di beli oleh Lisa saat di tengah-tengah perjalanan tadi. Ada ayam goreng, nasi, berbagi macam snack dan berbagi minuman kaleng. Inikah rasanya piknik bersama, dulu saat Tiara masih hidup, jangankan piknik, makan enak saja jarang, sepatu yang ya minta sampai ia meninggal itu juga tidak di belikan oleh Rizal. Dasar bapak yang kejam dan tidak berguna.


"Besok adalah ulang tahun Tiara," gumam Lisa dalam hatinya. Aku sudah menyiapkan kado untuk dia, biarpun kamu sudah tidak ada nak. Tapi kamu selalu ada di hati mama.


Mereka bertiga menikmati makanannya dengan nikmat dan penuh kebahagiaan. Air mata Lisa hampir saja menetes tapi Lisa berusaha menahan air matanya dengan kuat.


Kado apa yang sudah di siapkan oleh Lisa untuk Tiara?


Di saat Lisa mulai hidup bahagia, di sisi lain Ratna sibuk dengan pikirannya dia yang tetap ingin menyatukan Rizal dan Lisa kembali, akankah bisa Ratna menyatukan dua sejoli yang sudah ia pisahkan dulu?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2