
Sepulang dari rumahnya Lisa, Ratna mampir ke rumahnya Rizal. Ya siapa tahu Rizal punya simpanan uang, kan bisa aku pakai dulu.
Ratna melangkahkan kakinya dengan gontai, sesampainya di rumahnya Rizal dan Mona. Ia tampak kesal, tapi mau bagaimana lagi? Saat ini dirinya sangat butuh uang untuk arisan. Jika aku sampai tidak membayar arisan, aku bisa malu nanti sama ibu-ibu yang lain.
Emas yang aku punya juga sudah mulai habis, karena aku sering kali menjualnya. Bahkan aku pergi ke acara arisan memakai perhiasan palsu agar tidak malu dengan ibu-ibu yang lainnya.
"Tok...tok..." Ratna mengetuk pintu dengan kasar, ia tak mengucapkan salam sama sekali.
Mona beranjak dari tempat duduknya. "Pasti Mas Rizal pulang," gerutu Mona sambil berjalan untuk membukakan pintu rumah.
"Ceklek..."
Saat pintu terbuka, Mona tampak geram, apalagi melihat ibu mertuanya yang datang. Bukannya senang, Mona malah meliriknya dengan kesal.
"Ada apa Bu?" tanya Mona ketus.
"Mertua datang itu di suruh masuk, ini belum masuk malah sudah di tanya-tanya, dasar tidak punya sopan santun," sahut Ratna dengan tatapan sinis.
"Masuklah!" titah Mona cuek. Lagian mau ngapain lagi sih ibu datang?
Ratna masuk begitu saja ke dalam rumah Mona, bahkan ia menyikut Mona dengan lengan tangannya dengan kasar.
__ADS_1
Mona semakin geram di buatnya, sebenarnya aku atau ibu sih yang tidak punya santun?
Ratna duduk di sofa tanpa di persilahkan lebih dulu, ya ini sudah menjadi kebiasaan ibu mertuanya jadi Mona sudah tidak kaget.
"Mona, Ibu pinajam uang dong 1 juta," kata Ratna tanpa malu sama sekali.
"Satu juta, aku gak punya uang segitu Bu," sahut Mona. Minjam uang lagi, pekik Mona dalam hati.
Ini bukan pertama kalinya Ratna meminjam uang pada Mona, dulu juga waktu Mona belum nikah dengan Rizal, ya sering kali Ratna meminjam uang pada Mona dan belum di kembalikan sampai sekarang.
"Rizal kan gajiannya gede, masa tidak punya uang, kamu itu boros sekali. Perasaan dulu Lisa begitu irit," lagi-lagi Ratna tanpa sengaja membawa-bawa nama Lisa lagi.
"Ibu juga punya hutang banyak padaku, balikin dulu uangnya! Nanti baru aku pinjamkan lagi," ujar Mona dengan sinis. Dasar Emak Lampir, sudah mau pinjam tapi banding-bandingin aku sama mantan menantunya itu.
"Kalau tidak mau memberikan pinjaman itu tidak usah banyak ngomong!" sentak Ratna, ia pun berlalu pergi dari hadapan Mona.
Beginilah kehidupan, orang yang lain yang butuh tapi dia juga yang lebih galak.
Ratna ngedumel sambil jalan, kasian tidak mendapatkan pinjaman dari Lisa maupun Mona.
Saat Ratna hendak berjalan pulang ke rumahnya, tiba-tiba ada rombongan ibu-ibu arisan yang sudah siapa dengan gamis-gamis mereka yang cantik-cantik, emas yang melekat di tubuh mereka gede-gede, kali ini Ratna hanya bisa ngiler melihat kewehan itu. Dulu Rizal selalu menanggung kebutuhannya tapi sekarang tidak lagi, karena Mona pasti akan marah-marah jika Rizal memberikan uang lebih pada Ratna.
__ADS_1
"Bu Ratna, mau berangkat arisan kok belum siap-siap," kata salah satu ibu-ibu.
"Eh iya Bu, hari ini saya kurang enak badan Bu. Saya tidak bisa datang ke acara arisan dulu, oh iya bilang sama Bu Tuti, uang arisannya minggu depan saya kasih ya," sahut Ratna dengan nada lembut. Padahal dalam hatinya sangat geram.
"Oh gitu Bu, iya nanti saya sampaikan," jawabnya.
"Oh iya, Bu Ratna kok emasnya di pakai? Ada keluaran terbaru lagi tahu Bu," sindir ibu-ibu yang lainnya.
"Bosan Bu kalau Makai emas terus, jadi saya simpan," ujar Ratna masih santai.
"Bosan apa di jual?" celetuk yang lainnya, membuat ibu-ibu yang lain mengeluarkan tawanya.
"Di jual mungkin," sambung yang lainnya lagi.
Kali ini Ratna benar-benar merasakan di permalukan sekali oleh ibu-ibu rekan arisannya ini.
"Saya permisi," katanya sinis dan langsung berlalu pergi begitu saja.
Mungkin jika pemandangan ini Lisa melihatnya, ia pasti akan bahagia. Ibu mertuanya yang jahat, akhirnya mulai panen Krama nyata di dunia.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca