Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu

Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu
Ke Kebun Bintang


__ADS_3

Faris tampak canggung, namun dia merasa sangat bahagia karena Alena begitu nyaman di pangkuan Lisa.


Mungkin Alena membutuhkan sosok seorang ibu,sabar ya nak, nanti papa bakal cariin ibu yang baik untuk kamu.


"Lena, Tante buatkan minum untuk Papa Lena dulu ya, Tante juga ambilkan snack untuk kamu sayang," kata Lisa, lalu mendudukkan Alena di sofa sendiri.


"Mas, aku ke dapur sebentar ya," pamit Lisa.


Di dapur Lisa membuat minuman untuk Faris, Lisa membuatkan kopi untuk Faris. Air putih untuk Alena, tidak lupa cemilan dan snack untuk temannya.


Lisa kembali membawa nampan yang berisi minuman, satu piring pisang goreng dan snack untuk Alena.


l play"Di nikmati Mas! Tidak bilang kalau mau kesini, jadi aku tidak menyiapkan apa-apa," kata Lisa sembari menaruh semuanya di atas meja.


"Tidak apa-apa Lis. Maaf ya kamu jadi repot," kata Faris tidak enak.


"Tidak sama sekali Mas, ayo di nikmati Mas!" Titah Lisa dengan nada lembut.


Faris menyeruput kopi buatan Lisa dengan nikmat, sembari diam-diam melirik Lisa yang tampak cantik pagi ini, padahal hanya berdaster, tapi di mata Faris Lisa begitu cantik.


Begitulah seorang perempuan, ketika dulu Lisa di hadapan Rizal tidak cantik sama sekali. Tapi saat di mata laki-laki lain itu beda lagi, tapi memang Lisa semakin cantik sih setelah berpisah dari Rizal.


"Oh iya Mas, kok tiba-tiba datang ke rumah, ada apa?" Tanya Lisa dengan nada lembut.


"Emm, Alen yang meminta kesini katanya Alen kangen sama kamu," kata Faris agak gugup. Hati dan jantungnya berdetak kencang.

__ADS_1


"Sungguh, Alen apakah benar Nak?" Tanya Lisa kepada Alena. Saat di tanya Lisa, Alena malah menggelengkan kepalanya. "Tidak," katanya dengan polosnya.


"Papa tadi ajak Alen ke rumah Ante, katanya Papa pingin ketemu Ante," lanjut Alena dengan nada kurang jelas tapi bisa di mengerti oleh Lisa dan itu membuat Lisa tertawa kecil.


Astaga Alena, kenapa kamu begitu jujur nak? Sungguh papa jadi malu, mau taruh dimana wajah tampan papa ini? Tidak mungkin juga kan di masukan ke dalam saku celana atau baju.


Lisa mengalihkan pandangannya ke arah Faris, membuat Faris tiba-tiba menjadi salah tingkah.


Tiba-tiba Alena menatap Lisa dan Faris secara bergantian, membuat Lisa dan Faris saling menatap ke arah Alena juga. Bocah cantik ini begitu menggemaskan, di tambah rambutnya yang di berikan hiasan bandana bunga dan di padukan dengan dress cantik warna kuning, biarpun Faris laki-laki tapi untuk fashion anak satu-satunya Faris itu tak pernah gagal dalam mendadani Alena.


"Papa, ayo ke Kebun Binatang! Kita lihat gajah, Ante Lisa ajak Papa!" rengek Alena, terdengar sedih tapi wajahnya semakin membuat Lisa gemas dan ingin mencubitnya, tapi itu tidak akan Lisa lakukan, karena Lisa begitu saya pada Alena.


"Nah, Ante Lisa sedang sibuk," kata Faris tidak enak.


"Ipah pergi sama Fahmi, Lis. Tadinya aku juga mau ajak Ipah jalan, mumpung aku libur kerja," ujar Faris dengan nada lembut.


"Ya sudah, kita berangkat bertiga saja. Aku siap-siap dulu ya Mas," kata Lisa, lalu berlalu masuk ke dalam kamar.


Dengan setia Faris dan Alena menunggu Lisa bersiap-siap, saat Lisa sibuk di dalam kamar sana. Alena malah asik ngemil makanan yang sudah di siapkan oleh Lisa.


Setelah beberapa lama akhirnya Lisa keluar dari dalam kamar, kini ia sudah cantik dengan gamis berwarna kuning dan jiblab warna hitam. Dan Faris juga sangat tampan dengan kemeja warna abu-abu yang di padukan dengan celana panjang berwarna hitam.


"Ayo berangkat!" Kata Lisa dengan senang hati.


Kini mereka keluar dari dalam rumah Lisa, bagi yang tidak tahu pasti akan mengira kalau mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.

__ADS_1


"Lis, maaf ya..."


"Untuk apa minta maaf, Mas?" Tanya Lisa, Faris membukakan pintu mobilnya untuk Lisa, lalu Lisa masuk dan Alena berada di pangkuan Lisa.


Setelah itu, Faris masuk ke dalam mobil, lalu menyalakan mesin mobilnya dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tetangga yang melihat pemandangan itu, sungguh kagum dengan Lisa.


"Lihat, Lisa begitu bahagia setelah cerai dari Rizal ya. Penampilannya juga sekarang lebih cantik dan bajunya juga bagus-bagus," puji tetangga Lisa. Rasanya kagum pada Lisa.


"Dulukan Rizal begitu pelit, itu laki-laki calon suaminya sepertinya," sambung yang lainnya. Mengingat Lisa kalau belanja hanya tempe, tahu dan bayam itu saja setiap hari.


"Rizal juga sudah menikah lagi," sambung yang lainnya.


"Kita doakan Lisa segera bertemu dengan jodohnya, biar dia bahagia." Harapan tetangga yang lainnya.


Tetangga Lisa tidak begitu julid, mereka malah senang Lisa akhirnya bertemu dengan laki-laki yang lebih baik dari Rizal.


Ratna yang ternyata dari tadi sudah berdiri tidak terlalu jauh dari rumahnya Lisa, ia kaget saat melihat mobil sedan mewah di depan rumahnya Lisa.


"Laki-laki itu siapa?" Tanyanya pada dirinya sendiri. Aku harus mencaritahu, siapa laki-laki itu?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2