Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu

Jatah Lima Puluh Ribu Satu Minggu
Mantan Suamiku


__ADS_3

"Lisaa..." panggilnya.


Lisa menoleh ke sumber suara, ia menatap seseorang itu dengan senyum yang sulit di artikan.


Entah siapa yang Lisa lihat?


"Kamu benaran Lisa?" Laki-laki itu memastikan, rasanya begitu pangling kepada Lisa. Sekarang dia cantik sekali, bahkan dia berbelanja di Supermarket, apa dia punya uang?


Tatapan Rizal semakin dalam, ia tidak berkedip saat melihat Lisa yang begitu cantik. Dulu waktu menjadi istrinya Rizal boro-boro cantik, yang ada setiap hari hanya tekanan batin saja. Tapi Lisa mendapatkan uang darimana? Dia kan tidak pernah bekerja sama sakali, apa dia menjajakan tubuhnya kepada laki-laki hidung belang? Iya itu mungkin saja, pikiran Rizal begitu kotor, sehina itukah mantan istrinya di hadapannya?


"Iya ini aku Mas, kenapa? Kamu terkejut?" Jawab Lisa terdengar ketus, tatapan matanya juga tidak suka kepada Rizal.


Mona yang sedang mendorong troli karena sudah selesai belanja, kedua matanya terbelalak melihat Rizal dengan seorang perempuan tampak begitu akrab. "Siapa wanita itu?" batinnya dalam hati, dengan bersungut-sungut, ia mendorong troli belanjaannya dengan kasar.


"Mas Rizal...!" serunya membuat Rizal langsung menoleh kaget. Panik saat melihat Mona berjalan ke arahnya.


"Mona," lirihnya dengan gugup.


Mona menatap benar-benar siapa wanita yang ada di hadapan suaminya itu? Sungguh di tinggal sebentar saja dia sudah ganjen, awas kamu Mas Rizal. Saat semakin dekat, Mona semakin terkejut di buatnya. "Itukan Lisa," batinnya dalam hati tidak percaya.


"Mas, kamu bertemu dengan mantan Istrimu, aku dari tadi sibuk mendorong troli Mas," dengan geram Mona marah-marah kepada Rizal. Astaga padahal ini di tempat umum tapi Mona tidak menghormati suaminya sama sekali.


Mona menghela nafas malas, lagian siapa juga yang berharap bertemu dengan mantan istri suaminya?


Lisa tersenyum kecil, sana ambil bekas aku, aku tidak sudih dengan dia lagi. Terlalu sakit hati ini, cukup dan tidak mau lagi.


"Mona, Mas tidak sengaja bertemu dengan Lisa," jelas Rizal dengan nada lembut. Ia sangat malu saat para pembelanja lain melihat ke arahnya, sungguh aku ini suami tapi aku di permalukan begitu saja oleh istriku sendiri.

__ADS_1


"Tidak sengaja, tidak sengaja kok ngobrol, kamu juga Lisa, kamu itu sudah mantan tapi ganjen dan dekat-dekat dengan suami orang lain, kamu mau jadi pelakor!" Mona menatap remeh Lisa, tatapan matanya bersungut-sungut penuh amarah.


Haah pelakor!


Apa aku tidak salah dengar? Dia yang sudah merebut Mas Rizal dariku, lalu dia berteriak padaku kalau ini pelakor. Lalu dirinya apa? Ikan asin busuk gitu, geram sekali aku.


"Mon, suamimu yang dekat-dekat denganku, lagian Mon aku sudah tidak tertarik sama sekali dengan laki-laki tidak berguna seperti Mas Rizal ini, aku lebih bahagia saat menjadi janda," ujar Lisa dengan santainya. Keadaanku yang sekarang itu jauh lebih bahagia, tidak ada gunanya juga memandang ke belakang.


"Sombong sekali kamu," cebik Mona geram.


"Aku hanya mengatakan yang sesungguhnya, Mona, aku bukan Lisa yang dulu lagi. Lagian Mon, Mas Rizal itu sudah bukan seleraku, kamu ambil saja bekas dariku," ujarnya dengan sombong, ya wanita seperti Mona itu tidak perlu di baik-baikin.


Rizal menatap sengit Lisa, dasar sombong sekali dia, dapat duit dari hasil jual diri saja sombong, pekiknya dalam hati.


"Lisa, kamu jual diri ya, kamu kok sekarang bisa belanja di Supermarket. Apa kamu punya uang?" tatapan Rizal sangat remeh pada Lisa. Iya begitu yakin kalau tuduhan itu benar.


"Kamu bilang apa, Mas? Aku jual diri, maaf-maaf ya Mas. Aku sekarang sudah bekerja, gajianku juga jauh lebih gede darimu," jawab Lisa dengan tegas. Enak saja aku jual diri, gini-gini aku masih punya harga diri. Lebih baik aku mati kelaparan daripada aku harus jual diri.


"Paling dia juga menjadi pemuas hidung belang, benar katamu Mas. Lihat saja penampilan dia juga berubah dratis, ini saja bajunya lumayan mahal," timpal Mona yang ikut meremehkan Lisa dengan seenak jidatnya sendiri.


"Iya sayang, lagian dia dari dulu mana pernah punya baju bagus, haha," tawa Rizal pecah begitu renyah serenyah renginang baru di angkat dari wajan.


Cih, gimana aku mau punya bagus? Jatah belanja saja cuma 50 ribu untuk satu minggu. Makan saja setiap hari hanya tempe, tahu dan sayur bayam. Mona, aku berharap kamu merasakan apa yang aku rasakan! Aku yakin pasti kamu tidak akan memuji Mas Rizal yang tak berguna itu.


"Lisaa..." Suara yang tak asing masuk ke telinga Lisa dengan lembut. Beda sekali dengan suara Rizal yang tidak lain adalah mantan suaminya.


Mona menoleh ke sumber suara, lalu Rizal mengikuti arah mata Lisa. Saat melihat laki-laki tampan datang menghampiri Lisa, tatapan Rizal langsung membulat sempurna.

__ADS_1


"Mas Faris," dengan nada lembut Lisa menyapa Faris yang sudah ada di hadapannya saat ini dan Faris tersenyum hangat kepada Lisa.


Mona menatap Faris begitu dalam, hatinya senyam-senyum. Laki-laki ini tampan sekali, aku yakin dia pasti orang kaya, seandainya aku belum menikah dengan Mas Rizal laki-laki tidak berguna ini, pasti aku akan mendapatkan seperti laki-laki tampan itu. Tapi dia mengenal Lisa, kok bisa kenal laki-laki kaya seperti dia?


"Kamu sedang apa di sini?" Tanya Faris dengan nada lembut tatapan matanya juga sangat hangat kepada Lisa.


"Tentu saja belanja, inikan Supermarket. Pakai nanya lagi," sahut Rizal ketus. Padahal jelas-jelas Faris tidak bertanya pada Rizal. Tatapan Rizal tampak tidak suka pada Faris.


"Lis, laki-laki ini siapa?" Tanya Faris heran, lagian main jawab pertanyaannya saja, jelas-jelas Faris bertanya kepada Lisa.


Lisa menatap tajam Rizal jutek, Mas Rizal ini apa-apaan sih? Batinnya dalam hati.


"Dia mantan suamiku Mas, itu sebelahnya ikan asin busuk eh maksudnya Mona istri barunya," dengan tatapan sinis kepada Mona dan Rizal. Lisa memperkenalkan dua orang itu pada Faris.


"Apa kamu bilang? Dasar wanita brengsek," tatapan Mona langsung berapi-api, tapi Lisa malah tertawa kecil.


"Ayo Mas kita belanja saja," ajak Lisa karena enggan mengurusi Mona dan Rizal lebih lanjut.


Akhirnya Lisa dan Faris berlalu pergi dari hadapan Mona dan Rizal. Menatap kepergian Lisa, mata Rizal tampak tidak rela dan terlihat jelas kalau dia masih mencintai Lisa.


"Ayo Mas pulang! Kamu juga lihatin Lisa terus," oceh Mona dan menarik Rizal dengan kasar. Lalu pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya.


Setelah beberapa akhirnya selesai, Mona langsung mengajak Rizal pulang karena tidak ingin sampai Rizal bertemu lagi dengan Lisa.


Akhirnya Lisa dan Faris berbelanja berdua, mereka bag pasangan suami-istri yang begitu kompak.


Di saat masa lalunya datang, kini orang baru juga datang di saat yang bersamaan. Entah akan seperti apa ke depannya nanti?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2